Bupati Ngada Andreas Resmikan Sentra Industri Kerajinan Masyarakat Bambu - FloresPos Net

Bupati Ngada Andreas Resmikan Sentra Industri Kerajinan Masyarakat Bambu

- Jurnalis

Selasa, 19 Desember 2023 - 20:02 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Ngada Andreas Paru Resmikan Sentra Industri Kerajinan Masyarakat Bambu

Bupati Ngada Andreas Paru Resmikan Sentra Industri Kerajinan Masyarakat Bambu

BAJAWA, FLORESPOS.net-Bupati Ngada, Andreas Paru meresmikan gedung Sentra Industri Kerajinan Masyarakat (IKM) Bambu, Selasa (19/12-2023).

Gedung Sentra IKM Bambu itu berlokasi di eks Pasar Mataloko, Kelurahan Todabelu, Kecamatan Golewa.

Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Ngada, Idju Maria Albina kepada Florespos.net, menjelaskan tahun 2019 melalui DAK, dinasnya melaksanakan pembangunan Sentra IKM Bambu yang diawali dengan pembangunan gedung produksi dan pengadaan mesin sebesar Rp.1.550.000.000.

Pembangunan sarana dan prasarana dilanjutkan pada tahun 2021 melalui pembangunan gedung promosi, gedung pelayanan bahan baku, gedung laboratorium mini, instalasi air limbah, industri, instalasi air bersih, pagar keliling serta papan nama dengan pagu anggaran Rp.6.200.604.000.

Selanjutnya, tahun 2023, dilaksanakan pekerjaan jalan dalam sentra, landscape penataan taman dan pengadaan mesin dengan pagu anggaran Rp.2.081.978.000.

Bupati Andreas Paru pada kesempatan itu mengatakan pembangunan Sentra IKM Bambu di Mataloko sudah dimulai sejak tahun 2019. Lalu dilanjutkan pada tahun anggaran 2021, dan tahun anggaran 2023.

Baca Juga :  Lapas Ende Berikan Bekal Warga Binaan dengan Berbagai Keterampilan

Menurut Bupati Andreas, ini merupakan pembuktian bahwa pemerintah memberikan perhatian besar bagi Kabupaten Ngada khususnya untuk pengembangan industri bambu. Hal ini juga erat kaitannya dengan kehadiran Presiden Jokowi di Kabupaten Ngada karena potensi bambu.

Bupati Andreas mengatakan, total anggaran pembangunan gedung sentra IKM Bambu sejak awal hingga selesai sekitar Rp 10 miliar. Karenanya, diharapkan IKM Bambu tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat dan dinas terkait.

Bupati Andreas mengatakan, kehadiran Sentra IKM Bambu merupakan momen untuk mulai mengembangkan potensi bambu yang ada di daerah tersebut.

“Gedung ini harus memberi nilai yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat khususnya pengembangan bambu,” katanya.

Bupati Andreas juga meminta masyarakat secara khusus para pelaku industri kecil dan menengah untuk berani berusaha tanpa harus ada ketakutan.

“Jangan ketakutan sebelum berperang. Ini mental orang Ngada yang tidak mau maju. Belum mulai sesuatu sudah takut duluan. Hilangkan rasa takut sebelum berusaha karena itu membuat berjuang dengan penuh keraguan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Kader Gerindra Ngada Inginkan Ray Bena Menjadi Calon Bupati Ngada

Selain itu, Bupati Andreas juga menekankan yang juga penting adalah meminjam uang untuk usaha. Namun digunakan untuk kepentingan lain terutama pesta. Hal ini membuat tidak berkembang dalam usaha sembari harus berani hadapi resiko.

Pada tahun 2023 melalui Dana Alokasi Khusus (DAK), Pemerintah Kabupaten Ngada mendapat dua sumber dana pembangunan khusus untuk industri bambu di Mataloko dan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) di Turekisa. PLUT akan digunakan untuk pelatihan koperasi juga usaha kecil dan menengah.

Hadir saat peresmian itu Sekda Ngada Theodisius Yosefus Nono, pimpinan organisasi perangkat daerah, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Ngada Ny.Cecilia Sarjiem Paru, Camat Golewa dan Golewa Selatan, para Kepala Desa se- Kecamatan Golewa dan Golewa Selatan, utusan masyarakat dan undangan. *

Penulis: Wim de Rozari I Editor: Wentho Eliando

Berita Terkait

Ngada Gelar Festival Komodo Riung di Desa Lengko Sambi Utara
Wisata Flores–Batu Kelamin di Puncak Poco Ndeki, Destinasi Wisata Unik Manggarai Timur
Bhayangkara Presisi Polres Ende Petik Kemenangan Kedua di Turnamen Voli Soekarno Cup
Momentum Hari Anak Nasional, Save the Children Indonesia Ajak Semua Pihak Berkolaborasi Melalui Festival Pahlawan Anak
Misa Syukur Tahbisan Episkopal Mgr. Yohanes Hans Monteiro Jadi Perjumpaan Lintas Agama Diaspora Flores Timur Lembata
Konservasi Bukan Penghambat Pembangunan, Tetapi Fondasi Bagi Pembangunan Berkelanjutan
In Flores, BBKSDA NTT dan LNBM Perkuat Bisnis dan Jasa Wisata di Kawasan Konservasi Komodo
Tanggapi Keluhan Warga, Pemerintah Segera Revitalisasi RSUD dan Reformasi Manajemen
Berita ini 196 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 19:38 WITA

Ngada Gelar Festival Komodo Riung di Desa Lengko Sambi Utara

Sabtu, 25 Juli 2026 - 16:17 WITA

Wisata Flores–Batu Kelamin di Puncak Poco Ndeki, Destinasi Wisata Unik Manggarai Timur

Jumat, 24 Juli 2026 - 22:17 WITA

Bhayangkara Presisi Polres Ende Petik Kemenangan Kedua di Turnamen Voli Soekarno Cup

Jumat, 24 Juli 2026 - 19:57 WITA

Momentum Hari Anak Nasional, Save the Children Indonesia Ajak Semua Pihak Berkolaborasi Melalui Festival Pahlawan Anak

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:16 WITA

Konservasi Bukan Penghambat Pembangunan, Tetapi Fondasi Bagi Pembangunan Berkelanjutan

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Ngada Gelar Festival Komodo Riung di Desa Lengko Sambi Utara

Sabtu, 25 Jul 2026 - 19:38 WITA

Bentara Net

BENTARA NET: Mewaspadai Jalan yang Berujung Air Mata

Sabtu, 25 Jul 2026 - 10:46 WITA