RUTENG, FLORESPOS.net-Badan Penanggulangan Bencana Alam (BPBD) Kabupaten Manggarai, NTT, belakangan ini sudah mulai banyak menerima laporan bencana alam yang bersamaan dengan datang musim hujan.
“Belakangan ini sudah banyak laporan masuk. Paling banyak tanah longsor,” kata Kepala Pelaksana BPBD Manggarai, Stefanus Tawar dihubungi, Selasa (19/12/2023).
Stef mengatakan, prinsipnya sebagai lembaga teknis yang berhubungan dengan bencana alam, selalu siap bergerak ketika adanya kejadian banjir, longsoran, dan lain-lain.
“Laporan banyak masuk itu dari wilayah Kecamatan Cibal, lalu Kecamata Ruteng, dan Kecamatan Lelak,” katanya.
Stef mengatakan untuk laporan bencana longsoran memang masih skala kecil baik pada area sekitar rumah, sekolah, dan jalan raya.
Walaupun kondisi bencananya seperti itu, BPBD Manggarai tetap harus merespon baik dengan mencaritahu informasi lebih lanjut maupun turun ke titik bencana.
“Kesiapsiagaan petugas memang mutlak karena bencana alam tidak bisa diprediksi terjadinya,” katanya.
Secara internal, kata Stef, semua pegawai sudah tahu tugas dan fungsi tersebut. Dengan itu, ketika ada laporan masuk, petugas sudah bisa langsung bergerak ke lokasi bencana.
Kesiapsiagaan itu juga terkait dengan koordinasi lintas organisasi perangkat daerah. Kalau ada masalah pada jalan raya, pasti koordinasinya ke Dinas PUPR.
Demikian untuk bantuan darurat, pasti jalurnya ke Dinas Sosial agar segera mengurus beras, dan lain-lainnya.
Selain itu, demikian Stef, yang tidak kalah pentingnya adalah menyiapkan masyarakat agar juga selalu siaga bencana dengan selalu waspada.
Jika tahu ada tanda-tanda akan terjadi bencana, maka harus bisa mengambil sikap sendiri seperti menghindar dari titik itu agar tidak menjadi korban.
“Evakuasi diri dari titik yang bahaya guna mencegah adanya korban,” katanya.
Kata Stef, jika terjadi bencana segera lapor secara berjenjang dari desa/kelurahan, kecamatan hingga kabupaten agar bisa diurusi segera.
Untuk informasi awal yang cepat, maka bisa lewat telepon agar saegera disikapi lebih lanjut di kabupaten dalam menangani situasi yang ada.
Ditanya apakah sudah dibuka posko bencana alam, Kaban Stef Tawar menjelaskan, sejauh ini belum dilakukan karena masih terus memantau situasi.
Tetapi, prinsip utama, BPBD selalu dalam kondisi siap setiap waktu bila hal yang tidak diinginkan terjadi di tengah masyarakat.
Seorang warga Cibal, Herman Taru mengatakan, wilayahnya selalu menjadi langganan bencana ketika hujan turun lebat dan berlangsung lama. Tanah mudah longsor.
“Kalau hujan turun, kami memang sudah rasa tidak nyaman. Tidak nyaman karena takut terjadi longsoran yang bisa saja menimpa rumah,” katanya. *
Penulis: Christo Lawudin I Editor: Wentho Eliando










