Ciptakan Manusia Berkualitas, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kampanyekan Genre - FloresPos Net

Ciptakan Manusia Berkualitas, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kampanyekan Genre

- Jurnalis

Sabtu, 4 November 2023 - 19:55 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), NTT, gencar kampanyekan generasi berencana (genre). Ini demi terciptanya penduduk yang berkualitas di Mabar kelak.

Kepala Dinas P2KB Mabar Rafael Guntur baru-baru ini di Labuan Bajo mengatakan, bagi pria dan wanita yang ini berumah tangga, semestinya terlebidahu membuat perencanaan terkait keturunan/momongan. Di antaranya kapan menikah, berapa jumlah anak, dan jarak kelahiran.

“Ini yang terus kita kampanyekan selama ini kepada masyarakat Mabar,” kata Guntur.

Lebih jauh diungkapkan, menuju penduduk Indonesia generasi emas mesti dipersiapkan jauh sebelumnya, karena kelak bermuara pada keluarga sejahtera.

Terkait ini semua aspek harus bagus, entah kesehatan, ekonomi, pendidikan, hubungan sosial, dan lain-lain juga harus bagus.

Masih terkait hal-hal di atas, lanjut Kadis Guntur, khusus perempuan perlu menghindari 4 T. Keempat T itu yakni menikah terlalu muda menikah (umur), terlalu tua melahirkan (umur), terlalu dekat melahirkan (jarak), dan terlalu sering melahirkan (waktu).

Baca Juga :  Mgr. Gerulfus Kherubim Pareira Wafat, Tiga Uskup Akan Memimpin Misa Selama Hari Duka

Keempat T semua punya resiko, entah terhadap bayi, ibu, maupun kedua-duanya, yaitu ibu dan bayi.

Umur menikah perempuan minimal 20 tahun. Jarak melahirkan antara anak minimal 3 tahun, umur melahirkan maksimal sekitar 35 tahun.

Resiko nikah mudah bagi kaum hawa antara lain pendarahan karena alat reproduksinya belum kuat. Melahirkan terlalu dekat berpengaruh pada kasih sayang orang terhadap anak yang satu dan yang lain. Keseringan melahirkan dan melahirkan usia tua juga beresiko bagi seorang ibu, seperti kematian dan lainnya.

Atas hal ini semua, jajaran P2KB terus turun ke masyarakat, ke sekolah- sekolah (SLTA) dan perguruan tinggi, saat Posyando, saat kursus pernikahan untuk yang katolik, dan berbagai momen lainnya. Tujuannya mengedukasi masyarakat tentang hal-hal yang di atas.

Baca Juga :  SPPG Wae Kelambu Layani Ribuan Siswa di Kota Labuan Bajo Manggarai Barat

“Kita edukasi hal-hal tadi, siklus kehidupan, ekosistimnya. Karena inti pembentukan Dinas P2KB untuk menciptakan penduduk berkualitas,” kata Kadis Guntur.

Dan penduduk berkualitas, lanjut Kadis Guntur, sangat ditentukan 1000 hari kehidupan pertama. Ini terkait pembentukan otak. Di sini pentingnya gizi.

Kehidupan itu, masih Guntur, 270 dalam kandung dan 730 hari di luar kandungan. Itu yang bayi dibawah lima tahun atau juga disebut Balita.

Pada 1000 hari kehidupan pertama ini kunci manusia berkualitas/generasi emas. Di sini intinya. Program KB Sekarang bukan lagi pada pembatasan jumlah anak seperti dulu, tapi penduduk berkualitas, tutup Kadis Guntur. *

Penulis: Andre Durung/Editor: Anton Harus

Berita Terkait

Ketua TP PKK Sikka Pesan Jaga Kelestarian Ekosistem Bawah Laut di Teluk Maumere
Melangkah Bersama, Pulihkan Bumi: Festival Golo Koe Labuan Bajo Maria Assumpta Nusantara 2026 Resmi Diluncurkan
Bantuan PKH Dipotong, Anamaria Datangi Kantor Cabang dan Ini Jawaban BRI
Kolaborasi Weekend at Parapuar x PENTAS, Rayakan Senja dan Musik di Alam Terbuka
Kafe Literasi Jadi Ruang Belajar dan Pusat Aktifitas Literasi yang Inklusif
Tim URC Burung Hantu Polres Ende Ungkap 7 Kasus Kejahatan
Penyidik Polres Ende Amankan Eks Pejabat Kemensos RI, Diduga Terlibat Korupsi Bantuan Kapal
Bantu Ibu Melahirkan di Kapal Fery, Bidan Muda di Sikka Terima Penghargaan
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 20:06 WITA

Ketua TP PKK Sikka Pesan Jaga Kelestarian Ekosistem Bawah Laut di Teluk Maumere

Kamis, 4 Juni 2026 - 19:26 WITA

Melangkah Bersama, Pulihkan Bumi: Festival Golo Koe Labuan Bajo Maria Assumpta Nusantara 2026 Resmi Diluncurkan

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:25 WITA

Bantuan PKH Dipotong, Anamaria Datangi Kantor Cabang dan Ini Jawaban BRI

Rabu, 3 Juni 2026 - 19:43 WITA

Kafe Literasi Jadi Ruang Belajar dan Pusat Aktifitas Literasi yang Inklusif

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:02 WITA

Tim URC Burung Hantu Polres Ende Ungkap 7 Kasus Kejahatan

Berita Terbaru

Opini

Prabowo Menggantikan Kepala BGN: Solusi atau Kolusi?

Kamis, 4 Jun 2026 - 11:55 WITA

Opini

Hindayana dan Kurikulum Keteladanan

Kamis, 4 Jun 2026 - 10:25 WITA