Diskusi Mitra Flores Timur, Bangun Pemahaman Bersama Kebijakan Pembangunan Berketahanan Iklim - FloresPos Net

Diskusi Mitra Flores Timur, Bangun Pemahaman Bersama Kebijakan Pembangunan Berketahanan Iklim

- Jurnalis

Sabtu, 21 Oktober 2023 - 08:07 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LARANTUKA, FLORESPOS.net-Yayasan Pengkajian dan Pengembangan Sosial (YPPS) berbasis di Kabupaten Flores Timur, NTT, bekerjasama dengan Vicra Consortium menggelar diskusi mitra pembangunan membahas kebijakan pembangunan berketahanan iklim, di aula Hotel Sunrise Larantuka, Jumat (20/10/2023).

Diskusi mengambil topik “Kebijakan Pembangunan Berketahanan Ikim” (KPBI) itu menghadirkan pembicara dari Dinas Lingkungan Hidup Flores Timur, BPBD Flores Timur, BPPPPD/Bapelitbangda Flores Timur, dan YPPS/VICRA Consortium.

Direktur YPPS, Melky Koli Baran dalam sambutan pembukaan mengatakan, diskusi tersebut bertujuan agar adanya kesamaan pemahaman pandangan tentang Pembangunan Berketahanan Iklim, adanya komitmen dan rencana Menyusun Kebijakan Pembangunan Berketahanan Iklim di Kabupaten Flores Timur dalam bentuk RAD API atau Road Map Mitigasi dan Adaptasi PI.

Melky mengatakan, Kebijakan Pembangunan Berketahanan Iklim (KPBI) merupakan perwujudan komitmen pemerintah Indonesia dalam menangani berbagai tantangan isu perubahan iklim sekaligus upaya mewujudkan komitmen mencapai “Target Nol Emisi” pada tahun 2060, bahkan paling cepat di tahun 2040.

Dia menyebut, pembangunan berketahanan iklim di Indonesia yang juga menjadi bahan diskusi mitra pembangunan di Kabupaten Flores Timur fokus pada 4 sektor terdampak, yaitu kelautan dan pesisir, air, pertanian dan kesehatan.

Mengapa? Melky menjelaskan, sektor kelautan dan pesisir menjadi penting karena perubahan kondisi iklim laut dapat mempengaruhi ekosistem laut dan aktivitas masyarakat pesisir. Wilayah pesisir rentan terdampak abrasi, penggenangan banjir rob, dan gelombang pasang akibat adanya peningkatan tinggi permukaan laut.

Baca Juga :  Bupati Manggarai Hery Nabit Resmikan Kantor Bank NTT di Kajong

Naiknya tinggi gelombang juga dapat mengganggu keselamatan pelayaran terutama kapal nelayan kecil, sehingga berdampak pada kecelakaan kapal dan berkurangnya produksi perikanan tangkap.

Sektor Air, peningkatan suhu permukaan global direspon oleh siklus air global melalui perubahan pola curah hujan pada musim basah dan musim kering yang berbeda-beda antar wilayah.

Peningkatan suhu udara dan perubahan intensitas serta pola curah hujan, dapat memmengaruhi periode musim, yaitu musim kemarau yang lebih panjang dan musim penghujan yang lebih pendek atau sebaliknya.

Kekeringan dan berkurangnya ketersediaan air adalah dampak lain dari perubahan suhu dan polahujan. Hal ini mempengaruhi pemenuhan kebutuhan air untuk pertanian, rumah tangga, dan aktivitas perekonomian lainnya.

Lalu, Sektor Pertanian, ketersediaan air juga berpengaruh pada produksi tanaman, selain pengaruh dari perubahan iklim terhadap pertumbuhan tanaman sehingga produksi tanaman menurun bahkan gagal panen.

Perubahan iklim juga mempengaruhi kemunculan hama dan penyakit tanaman yang menyerang tanaman sehingga produksi menurun dan biaya penanganan menjadi mahal.

Pada sektor kesehatan, perubahan suhu dan banjir, termasuk banjir di wilayah pesisir, mendorong peningkatan berbagai kasus penyakit.

Penyakit yang dipengaruhi oleh perubahan iklim diantaranya yang ditularkan melalui vector (vector borne disease) seperti demam berdarah dengue dan malaria; melalui air (water borne disease) seperti diare dan leptospirosis; dan yang disebabkan oleh peningkatan tekanan panas (heat-stress) seperti heat stroke dan hipertensi.

Baca Juga :  Johni Wou  Dopo : PUPR Ngada Fokus Bangun Infrastruktur Jalan Daerah Terisolir

Selain ke empat sektor ini, kata Melky, perubahan iklim yang menyebabkan peningkatan cuaca ekstrem memicu berbagai bencana (jumlah dan keseringan), terutama bencana-bencana hidrometeorologi (banjir, longsor, abrasi, badai dan lainnya).

Kata Melky, periode 5 hingga 10 tahun terakhir, kondisi seperti ini semakin nyata hadir di wilayah Kabupaten Flores Timur.

“Karenanya, kita berharap dengan diskusi ini, semua pihak memiliki persepsi yang memadai dan sama tentang Pembangunan Berketahanan Iklim dan mitra pembangunan memandang penting bahwa Kabupaten Flores Timur memiliki Kebijakan Pembangunan Berketahanan Iklim, serta adanya kesepahaman untuk menyusun Kebijakan Pembangunan Berketahanan Iklim di Kabupaten Flores Timur (RAD API atau Road Map Mitigasi dan Adaptasi PI,” katanya.

“Kebijakan ini diharapkan menjadi penuntun arah perencanaan Pembangunan berketahanan iklim di berbagai sektor pembangunan di Kabupaten Flores Timur. Tidak cuma pemerintah tetapi juga sektor swasta dan kelompok serta perorangan masyarakat pada umumnya,” kata Melky.

Pantauan Florespos.net, diskusi mitra pembangunan tersebut dibuka oleh Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Andreas Kewa Ama mewakil Penjabat Bupati Flores Timur.

Hadir mengikuti diskusi, perwakilan dinas dan instansi terkait lingkup Pemda Flores Timur, BUMN/BUMD, LSM/CSOs, dan para jurnalis di Flores Timur.

Diskusi berlangsung menarik. Perwakilan mitra pembangunan bersama-sama membahas dampak-dampak perubahan iklim global di wilayah pembangunan Kabupaten Flores Timur dan saling berbagi ide dan gagasan tentang Kebijakan Pembangunan Berketahanan Iklim. *

Berita Terkait

Rakor Tanggap Darurat di Ngada, Gubernur NTT Tekankan Data yang Akurat Menjadi Kunci Usulan Bantuan
Ordo Karmel Indonesia Timur Serahkan Beras Satu Ton untuk Korban Gempa di Paroki Mbata
Pengungsi Nangahale Siap Kembali ke Rumah, Menunggu Instruksi Pemda Sikka
Pemulangan Pengungsi di Sikka, Satgas Penanganan Bencana Keluarkan SOP
Bupati Sikka Serahkan Santunan untuk Keluarga Korban Gempa Flores
Gubernur NTT Temui Pengungsi Gempa Riung Ngada di Posko IKAL Lemhannas Peduli
Gempa Porak Porandakan Flores, 6.961 Rumah di Manggarai Barat Alami Kerusakan
AWK Bersama Umat Stasi Santo Agustinus Piga Doa Novena Tolak Gempa di Pulau Flores
Berita ini 154 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 22:18 WITA

Rakor Tanggap Darurat di Ngada, Gubernur NTT Tekankan Data yang Akurat Menjadi Kunci Usulan Bantuan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 20:44 WITA

Ordo Karmel Indonesia Timur Serahkan Beras Satu Ton untuk Korban Gempa di Paroki Mbata

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:57 WITA

Pengungsi Nangahale Siap Kembali ke Rumah, Menunggu Instruksi Pemda Sikka

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:41 WITA

Pemulangan Pengungsi di Sikka, Satgas Penanganan Bencana Keluarkan SOP

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:20 WITA

Bupati Sikka Serahkan Santunan untuk Keluarga Korban Gempa Flores

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Bupati Sikka Serahkan Santunan untuk Keluarga Korban Gempa Flores

Minggu, 23 Agu 2026 - 19:20 WITA