RUTENG, FLORESPOS.net – Setelah enam tahun menunggu, akhirnya Pemkab Manggarai, NTT, membangun delapan ruang kelas baru permanen tahun 2023 dengan biaya Rp 1,5 miliar lebih untuk SMPN 11 Kecamatan Ruteng di Bea Kakor.
Tandanya Bupati Manggarai,Hery Nabit yang didampingi Kadis Pendidikan Frans Gero, Kepala SMPN 11 Kecamatan Ruteng, Yasintus Ratu, dan para pejabat, dan lain-lain, melakukan peletakkan baru pertama dimulainya pembangunan ruang kelas baru , Senin (25/9/2023).
Seremoni secara pemerintah dilakukan setelah selesai dibuatkan ritus adat oleh para tetua adat setempat disaksikan para guru, siswa, masyarakat, dan pelbagai elemen Desa Bea Kakor.
Rangkaian acara dillaksanakan dengan aman dan lancar walaupun harus menahan terik matahari pasca terpal tenda acara diterbangkan angin. Setelah terpal hilang, Bupati Hery bersama para pejabat tetap duduk bersimpuh di tengah terik mentari hingga acara selesai. .
Ketika itu, Bupati Hery Nabit mengatakan, apa yang dilakukan sekarang adalah sebuah proses panjang. Bukan mau menunjukkan kejagoan dan kehebatan.
“Hari ini baru kita mulai bangun. Apa yang dilakukan ini mau membuktikan bahwa setiap soal pasti ada jalan,”katanya.
Peletakkan batu pertama ini membuka jalan untuk mengatasi soal-soal lain ke depan. Pemkab tidak memberi janji, tetapi terus berupaya mencari solusi atas kebutuhan-kebutuhan yang ada.
Bupati Hery ketika itu tidak lupa menyampaikan apresiasi atas kerja sama antara sekolah dengan masyarakat, para tokoh, juga dengan desa, kecamatan, hingga kabupaten selama ini sehingga penyelenggaraan pendidikan di sekolah ini bisa dilaksanakan dengan baik.
“Untuk proses bangun gedung sekolah ini, saya minta kita awasi bersama agar dikerjakan dengan baik dan rampung tepat waktu, “katanya.
Sedangkan Kaseknya Yasintus Ratu mengatakan, apreasi karena Pemkab telah mulai menjawab kebutuhan riil di SMPN 11 Kakor dengan membangun ruang kelas baru.
“Kita apresiasi karena apa yang diinginkan siswa, guru, dan orang tua sudah dijawab. Kita akan miliki delapan ruang kelas permanen,” katanya.
Kebutuhan di sekolahnya, demikian Kasek Yasintus Ratu, sebanyak 15 ruang bagi 385 siswa. Saat ini, ruang kelas menggunakan gedung pinjaman, dan 5 ruang kelas darurat dari bambu dan berlantai tanah.
Dengan adanya delapan ruang kelas itu nantinya, maka kurangnya masih enam ruang kelas. Kekurangan itu nantinya akan diisi dengan pengadaan tiga lagi ruang kelas darurat.
Dengan adanya gedung yang ada baik permanen maupun darurat, maka awal tahun depan direncanakan kegiatan belajar mengajar bisa dimulai pagi hari. *
Penulis: Christo Lawudin/Editor: Anton Harus










