BAJAWA, FLORESPOS.net-Forum Tujuh Tiga (Fortuga) Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Lembaga Penelitian dan Pengembangan Masyarakat (LPPM) ITB bertemu Bupati Ngada, Andreas Paru, Jumat (8/9/2023).
Rombongan Fortuga yang merupakan alumni tahun 1973 dan LPPM ITB berjumlah 12 orang itu bertemu Bupati di ruang kerjanya untuk melaporkan kegiatan bakti sosial (Baksos) yang dilakukan di wilayah Kabupaten Ngada.
Muhammad Farid selaku Koordinator kegiatan LPPM ITB di Kabupaten Ngada kepada Florespos.net menjelaskan, kehadiran mereka di Kabupaten Ngada adalah melakukan pengabdian masyarakat yang sudah dilakukan sejak tahun 2022 lalu.
Kegiatan tahun 2022 adalah mengadakan alat pengeringan buah berupa sebuah lemari pengering dan telah dipasang di Desa Inerie, Kecamatan Inerie dan telah dimanfaatkan oleh Kelompok Tani Wonga Wali.
Tahun 2023, melaksanakan kegiatan dalam 4 topik, yakni terkait dengan Panel Surya, pengolahan kelapa, pendingin untuk ikan tangkapan dan pengolahan sampah. Selain itu dalam pengabdian masyarakat bermitra dengan Fortuga.
Selain dari itu untuk menjajaki MoU antara Pemerintah Kabupaten Ngada dan ITB dalam rangka mendukung Program Tante Nela Paris.
Prof. Dr. Ir. Lienda A. Handojo, M.Eng yang juga merupakan Koordinator Pelaksana kegiatan tersebut menjelaskan 4 topik yang dilaksanakan di Kabupaten Ngada terjadi di Kecamatan Inerie dan Kecamatan Aimere.
Ada beberapa kegiatan lainnya adalah pembuatan daur ulang sampah di Kecamatan Aimere, pengolahan air limbah di Kampung Maghilewa, Desa Inerie serta pemberian beasiswa kepada 150 anak SMP baik di Kota Bajawa maupun di Kecamatan Inerie dan Kecamatan Aimere.
Pembuatan kompor pelet misalnya dilakukan karena banyak limbah biomassa yang terbuang sehingga dapat dimanfaatkan untuk kompor rumah tangga untuk mengganti kayu bakar maupun minyak tanah.
Pengolahan sampah di Desa Inerie secara khusus dilakukan untuk ketersediaan pakan ternak menghasilkan pelet pakan ternak dan peralatannya juga disumbangkan bagi masyarakat khusus untuk peternakan babi.
Bupati Ngada Andreas Paru pada kesempatan itu mengatakan, Ngada merupakan sebuah Kabupaten yang memiliki potensi yang luar biasa.
Diungkapkannya, membangun komunikasi dengan pemerintah pusat adalah sebuah terobosan guna menangkap peluang-peluang dana pusat untuk masuk ke Kabupaten Ngada seraya melakukan inovasi-inovasi untuk meningkatkan pendapatan asli daerah juga membantu masyarakat.
Menghadirkan Presiden RI, Ir. Joko Widodo dengan terlebih dahulu bertemu Menko Marves, Luhut Panjaita guna memperkenalkan potensi bambu hingga kehadiran Presiden Jokowi diikuti Menteri PUPR di Ngada secara khusus untuk melihat langsung potensi bambu adalah merupakan terobosan yang dilakukan pihaknya.
APBD yang terbatas maka pemerintah daerah tidak hanya tinggal diam namun terus melakukan upaya-upaya dengan lobi-lobi kepada pemerintah pusat agar bisa mendapatkan dana pembangunan di Kabupaten Ngada.
Kata Bupati Andreas, kehadiran Fortuga dan LPPM ITB merupakan sebuah rahmat bagi masyarakat dalam upaya bersama membangun Kabupaten Ngada. Dirinya menyampaikan penghargaan dan terima kasih. *
Penulis: Wim de Rozari / Editor: Wentho Eliando










