Pembinaan Sepak Bola NTT, Jangan Terhenti Usai El Tari Cup - FloresPos Net

Pembinaan Sepak Bola NTT, Jangan Terhenti Usai El Tari Cup

- Jurnalis

Rabu, 6 September 2023 - 16:06 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BAJAWA, FLORESPOS.net-Pembinaan sepak bola di Provinsi NTT mesti terus menerus berkelanjutan. Pola pembinaan juga harus terarah dan lebih fokus pada memproduksi pemain-peman sepak bola NTT yang berkualitas.

“Jangan saat turnamen El Tari Cup saja,” kata Marselinus Ado Wawo, warga Diaspora NTT di Jakarta kepada Florespos.net, Rabu (6/9/2023).

Politisi Partai Golkar itu berharap ke depan pola pembinaan sepak bola lebih terarah dan fokus pada produksi pemain-pemain sepak bola NTT yang berkualitas.

Bakal calon Anggota DPR RI Daerah Pemilihan NTT I ini mengatakan, yang perlu dilakukan ke depan, yakni bangun sekolah sepak bola di tiap kabupaten, bangun infrastruktur yang lengkap dan berani datangkan ahlinya untuk mendesign.

Pembenahan infrastruktur untuk stadion harus dilakukan jauh sebelum turnamen diselenggarakan. Misalnya, Labuan Bajo sebagai tuan rumah El Tari Cup 2024, sekarang harus sudah pembenahan terhadap stadion.

Baca Juga :  Rutan Bajawa Jalin Kerja Sama dengan PKBM Bravostar Mataloko 

“Jangan sampai, lapangan kayak gurun tandus,” kata Marsel Wawo.

Menantu Almarhum Jan Jos Botha, mantan Bupati Ngada ini menambahkan, pelatih yang berkualitas dapat menyeleksi calon pemain yang memiliki talenta. Karena itu, dapat menyewa pelatih yang berkualitas untuk melatih.

Pusat pelatihan di setiap Kabupaten dan Kotamadya yang memadai. Para pemain dikarantinakan untuk berlatih dengan baik dan konsumsi makanan yang higenis. Selain membangun kedisiplinan diri dan kerja sama team.

“Jauhkan mental merokok dan minuman keras. Karena dalam sepak bola ada 3 unsur yang penting adalah pemulihan, tidur dan nutrisi,” kata Marsel Wawo.

Menyangkut masa depan pemain sepak bola yang belum terjamin, biaya hidup selama latihan dan turnamen, Marsel Wawo menambahkan, bahwa bicara sepak bola kalau tidak ada uang yang cukup, lama kelamaan akan ambruk semua.

Baca Juga :  Pilkades Ngada, 9 Desa di Golewa Selatan Tengah Masuk Tahap Pencalonan

“Kalau berkenan bisa studi di Sekolah Bola Persija di Sawangan, Depok yang sangat luar biasa,” tambahnya.

Lalu mengenai hadiah yang kadang tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan, menurutnya selalu menjadi perdebatan.

“Memang menjadi juara tidak semata-mata mengejar hadiah. ETMC adalah event bergensi NTT. Jadi hadiah nomor urut yang terbawah. Memang selalu ada risikonya. Sepak bola kita belum menjadi industri,” ungkap Marsel Wawo lagi.

Kata putra Nagekeo, bahwa yang menjadi soal hadiah masih belum menjadi tujuan utama. Yang paling utama adalah Juaranya.

“Mau ada hadiah atau tidak, itu urusan nanti. Karena menjadi juara di ETMC adalah sebuah pengakuan jago bola se NTT. Itu yang mahal,” kata Marsel Wawo.

Penulis: Wim de Rozari / Editor: Wentho Eliando

Berita Terkait

Oktovianus Moa Mesi Salurkan Bantuan Hand Traktor dari Bunda Julie Laiskodat kepada Dua Kelompok Tani di Ende
Nyala Pelita di Bumi Ribang: Ketika Harapan Menjemput Asa Lewat Mini Job Fair Nakertrans Sikka
Hari Kesepuluh Pencarian, Satu Korban Tenggelamnya Kapal Wisata KM Feronia Belum Ditemukan
Dampak Kemarau Panjang, Produktivitas Tanaman Perkebunan Petani Ende Menurun Hingga 70 Persen
Kadis Nakertrans Kabupaten Sikka Lepas Resmi Dua Calon PMI dan Satu Pekerja Antar Daerah, Pesan Prosedural Jadi Sorotan
Penanganan Sampah Bukan Hanya Urusan Pemerintah
20 Unit KDKMP di Ngada Mencapai 100 Persen Pembangunan Fisik Gerai
Enam Nelayan Selamat Usai Kapal Mori Sama 02 Tabrak Karang di Pulau Siaba Kecil
Berita ini 100 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:04 WITA

Oktovianus Moa Mesi Salurkan Bantuan Hand Traktor dari Bunda Julie Laiskodat kepada Dua Kelompok Tani di Ende

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:09 WITA

Nyala Pelita di Bumi Ribang: Ketika Harapan Menjemput Asa Lewat Mini Job Fair Nakertrans Sikka

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:40 WITA

Hari Kesepuluh Pencarian, Satu Korban Tenggelamnya Kapal Wisata KM Feronia Belum Ditemukan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:12 WITA

Kadis Nakertrans Kabupaten Sikka Lepas Resmi Dua Calon PMI dan Satu Pekerja Antar Daerah, Pesan Prosedural Jadi Sorotan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:05 WITA

Penanganan Sampah Bukan Hanya Urusan Pemerintah

Berita Terbaru

Bentara Net

BENTARA NET: Dignitas Sang Penjual Bawang

Sabtu, 24 Okt 2026 - 19:53 WITA