LABUAN BAJO, FLORESPOS.net – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Nusa Tenggara Timur (NTT), Irjen Pol. Johni Asadoma, mengingatkan masyarakat NTT tentang bahaya radikalisme.
Ia mengatakan itu menanggapi Florespos. net di sela-sela kegiatan AMMTC ke 17 Tahun 2023 di Labuan Bajo, Selasa (22/8/2023).
ASEAN Ministerial Meeting on Transnational Crime (AMMTC) ke 17 Tahun 2023 dipusatkan di Labuan Bajo ibu kota Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) NTT, 19-23 Agustus 2023.
Kata dia, manakala organisasi radikal ada di NTT, dan ada warga setempat yang terpapar paham tersebut, radikal/terorisme, bisa mengganggu pembangunan, ekonomi, pariwisata di provinsi kepulauan itu, NTT.
Oleh karena itu, diminta kepada masyarakat NTT untuk tidak tergerus, termakan oleh doktrin- doktrin paham radikal.
Dan terkait ini, jajaran Kepolisian NTT terus melakukan penyadaran kepada masyarakat setempat soal bahaya radikalisme/terorisme. Itu organisasi terlarang, kata Kapolda Asadoma.
Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) ketika membuka AMMTC ke 17 Tahun 2023, Senin (21/8/2023), di antaranya menekankan penanganan 3 kejahatan, yaitu tindak pidana terorisme, tindak pidana perdagangan manusia dan tindak pidana perdagangan berat narkotika, seperti dilansir media ini, Senin (21/8/2023).
Sebelumnya FloresPos. Net juga mengabarkan bahwa 14 anggota organisasi radikal Flores ikrar kembali ke NKRI. *
Penulis: Andre Durung/Editor: Anton Harus










