RUTENG, FLORESPOS.net – Pasca Keuskupan Ruteng, NTT, mencanangkan program Ekonomi berkelanjutan yang sejahtera, adil, dan ekologis (SAE) tahun 2023 ini, semua paroki, termasuk Paroki Katedral Ruteng melakukan kerja untuk mengimplementasikannya.
Ditemui wartawan di Ruteng, Rabu (26/7/2023), Pastor Paroki Katedral Ruteng, Rm.Gaby Harim Pr, mengatakan, prinsipnya semua bergerak ke arah pastoral ekonomi berkelanjutan SAE agar membumi di paroki masing-masing.
“Kalau di Paroki Katedral telah, sedang, dan akan lakukan kerja nyata untuk mengkonkretkan program Keuskupan itu,” ujar Rm. Gaby yang didampingi Pastor Kapelan, Rm. Ferdinandus Sando Pr.
Menurutnya, banyak yang telah dilakukan, di antara patut diketahui publik tentang berpastoral di Pasar Puni dan Pasar Inpres Ruteng.
Bentuknya, berupa perayaan misa bagi para pelaku usaha atau pedagang pada dua Pasar utama di Kota Ruteng itu.
Mengapa? Gereja, dalam hal ini, paroki harus melayani umat yang bekerja sebagai pedagang. Penguatan iman harus diberikan agar bisa berusaha baik, bersaing sehat, bermartabat, bersaudara dan kekeluargaan.
Berpastoral di pasar, demikian Rm. Gaby, pasti akan terus dilakukan. Paroki sudah mempunyai program berkelanjutan agar umat yang berprofesi sebagai pedagang mendapat pelayanan rohani yang baik dari gembalanya.
Perlu berkelanjutan karena orang di pasar itu sibuk sepanjang hari. Karena itu, jarang juga mengikuti misa atau katekese. Untuk itu, gembala yang proaktif datang di tengah umatnya itu.
Dikatakan, kegiatan yang lain dalam upaya mengembangkan ekonomi umat berupa ternak babi. Jumlahnya belum banyak, tetapi tahun ini programnya 20 anak babi diberikan ke umat yang benar-benar tidak mampu.
Babi itu, 5 ekor dipiara di pastoran untuk menjadi contoh dan 15 ekor ke 15 wilayah dalam paroki. Sistemnya pemberdayaan sesuai dengan petunjuk dari PSE paroki.
Yang lainnya banyak juga seperti kotbah-khotbah, katekese, pembinaan umat, dan pelayanan pastoral selalu terarah pada upaya membangun ekonomi berkelanjutan SAE.
Sebelumnya Pastor Kapelan, Rm. Ferdy Sando Pr, menambahkan, untuk umat kategori kakek dan nenek, paroki bekerja sama dengan Komisi Keluarga Keuskupan dak Dinkes Manggarai merayakan khusus Hari Lansia.
“Momen itu dimanfaatkan untuk memberi pelayanan rohani, pemeriksaan dan pengobatan gratis bagi para kakek dan nenek,”katanya.
Dalam penanganan kesehatan, tercatat 76 orang dilayani kesehatannya dengan rincian, pria 28 orang dan perempuan, 48 orang. *
Penulis: Christo Lawudin/Editor:Anton Harus










