BORONG, FLORESPOS.net-Menjaga kelestarian lingkungan terutama kelestarian Rugu Pota dengan membangun pos sebagai pusat informasi terkait Komodo atau Rugu Pota menjadi komitmen warga Pota, Arsyad.
Atas dedikasinya ini, Arsyad meraih Kalpataru tingkat nasional tahun 2023.
Arsyad staf pada Dinas Periwisata Kabupaten Manggarai Timur yang dihubungi Florespos.net, Senin (26/6/2023) mengatakan, dirinya tidak menyangka menerima penghargaan kalpataru dari Presiden RI, Joko Widodo sebagai pengabdi lingkungan.
Baginya menjaga habitat Komodo Pota kewajiban diri sebagai pemuda Pota.
Arsyad mengatakan, sejak kembali ke kampung halaman dirinya perlahan lahan melihat spesies Komodo Pota yang terus dijaga agar tidak punah.
Setiap wisatawan yang datang ke Pota selalu diberikan pengetahuan dan juga sosialisasi terkait Rugu Pota.
Saat siswa sekolah ke lokasi, seperti di obyek wisata Watu Pajung, pihaknya memberikan sosialisasi kepada para siswa dan guru yang berkunjung.
Pihaknya membangun pos sebagai pusat informasi terkait Komodo atau Rugu Pota. Wisatawan mendapat penjelasan dan melihat langsung Rugu Pota
Arsyad yang juga guide itu menyampaikan terimakasih kepada BKSDA NTT yang telah mengusulkan namanya.
Tak lupa, terimakasih juga kepada Pemerintah Manggarai Timur dan juga Dinas Pariwisata yang telah mendukungnya dengan baik terkait pelestarian komodo atau Rugu Pota.
“Terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI yang memberikan penghargaan”.
Secara terpisah Camat Sambi Rampas, Robertus Nardin yang dihubungi mengaku bangga dengan Arsyad yang peduli lingkungan hidup.
Konsep kelestarian komodo atau Rugu pada tahun 1990-an orang menganggap Rugu itu adalah hama karena sering memangsa ternak peliharaan.
Seiring berjalan waktu Arsyad memberikan pemahaman kepada masyarakat sekitarnya sehingga perlahan komodo mulai dijaga dan diperhatikan bersama sebagai binatang yang dilindungi.
Dia berharap semakin banyak warga yang peduli dengan lingkungan hidup terutama komodo Pota. *
Penulis: Albert Harianto/Editor: Anton Harus










