RUTENG, FLORESPOS.net-Teka-teki tentang pemimpin Unika St.Paulus Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT, yang baru terjawab sudah dengan peristiwa hari ini.
Momennya, Yayasan St. Paulus menyerahkan SK Penetapan Dr. Maksimus Regus, S.Fil. M.Si, menjadi Rektor Unika yang baru menggantikan Romo John Boylon Pr.
Data yang dihimpun Florespos.net, dari Yayasan St. Paulus Ruteng, Rabu (21/6/2023) siang, menyebutkan SK yang mengangkat Romo Dr Maksi Regus, S,Fil., M.Si, No. 179/YASPAR/VI-B/2023, tanggal 17 Juni 2023 yang ditandatangani Ketua Yayasan Romo Ledobaldus Roling Mujur dan Sekretaris Romo Gabriel Harim.
Penyerahan SK kepada Romo Maksi berlangsung di Aula Lantai 6 Unika St. Paulus Ruteng, di Ruteng, disaksikan senat dosen dan para pegawai.
Ketua Yayasan St. Paulus Ruteng, Romo Rolin Mujur Pr, mengatakan, pihaknya menyatakan apresiasi dan terimakasih kepada pelbagai emelen, terutama senat dosen karena dalam proses suksesi kepemimpinan tersebut berlangsung kondusif.
“Karena suasana itu, maka proses pemilihan dilaksanakan dengan lancar dan sukses sehingga terpilih rektor yang baru,” katanya.
Apresiasi dan terimakasih khusus untuk senat dosen dan Rektor Lama Romo John Boylon Pr. Pemimpin lama telah meletakkan fundasi untuk perjalanan Unika St. Paulus ini ke depan.
Kepada Rektor baru, Romo Maksi Regus, ia berpesan agar apa yang telah dicapai terus dipertahankan dan ditingkatkan agar Unika terus maju dan berkembang.
Komunikasi yang baik secara internal hingga eksternal di Unika agar dilanjutkan demi menjadikan Unika lebih baik lagi.
Sekretaris Yayasan Romo Gaby Harim Pr, mengatakan, suksesi kepemimpinan di Unika St Paulus Ruteng dilakukan karena periodisasinya sudah berakhir tahun ini, yakni 2019-2023. Semua proses telah dimulai sejak 26 April 2023.
“Dalam proses yang ada, ada tiga calon yang dijaring dalam rapat senat dosen, yakni Romo Maksi Regus, Romo John Boylon, dan P. Otto Gusty Madung SVD,” katanya.
Dalam perjalanan, Pater Otto Gusti tidak terus ke proses pemilihan karena tidak diizinkan oleh pimpinan serikatnya. Karena itu, yang maju dalam pemilihan hanya dua orang, yakni Romo Maksi dan Romo John.
Menurutnya, dalam pemilihan per 17 Mei 2023, calon yang meraih suara terbanyak dengan pembobotan adalah Romo Maksi dan berikutnya Romo John.
Dengan hasil yang ada, maka Yayasan kemudian menetapkan Romo Maxi menjadi rektor untuk masa kepemimpinan 2023-2027.*
Penulis: Christo Lawudin / Editor: Wentho Eliando










