MAUMERE, FLORESPOS.net-Pondok Baca Kampung Kabor Maumere menjadi salah satu locus/referensi yang dipilih elemen warga, termasuk kelompok mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Kota Maumere dan kelompok siswa beberapa sekolah dalam upaya penguatan kegiatan literasi dasar di Kabupaten Sikka, NTT, dalam beberapa bulan terakhir.
“Berkat keseriusan kami memajukan literasi dasar di Kabupaten Sikka selama ini, maka Pondok Baca Kampung Kabor telah menjadi referensi bagi mahasiswa, siswa dan pegiat literasi dalam memajuan literasi dasar di Kabupaten Sikka,” kata Pendiri Pondok Baca Kampung Kabor, Yohanes Kia Nunang, S.I.K., di Pondok Baca Kampung Kabor, Sabtu (17/6/2023).
Yohanes Kia Nunang atau akrab disapa Kak Yanto yang ditemui Florespos.net, menyebut beberapa indikator yang mempertegas keberadaan Pondok Baca Kampung Kabor sebagai referensi penguatan literasi dasar.
Indikator dimaksud, di antaranya adanya kunjungan kelompok mahasiswa Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi Universitas Nusa Nipa (Unipa) Indonesia yang menggali pelbagai metode penguatan literasi dasar yang dilakukan Pondok Baca Kampung Kabor, khusus terkait kebijakan untuk mewajibkan anak-anak dampingan membaca buku, melakukan edukasi agar memanfaatkan HP, khususnya Android untuk mengakses hal-hal yang positif, dan tips-tips melawan akun palsu pada Maret 2023 lalu.
“Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Unipa Indonesia pernah menyambangi Pondok Baca Kampug Kabor untuk menggali pelbagai informasi terkait kegiatan-kegiatan yang kami lakukan dalam upaya penguatan literasi dasar baik yang dilakukan siswa dampingan kami yang bermarkas di sekitar pondok baca, maupun siswa-siswa SD pada 200 lebih sekolah yang kami kunjungi dalam tiga tahun terakhir,” katanya.
Selain mahasiswa Unipa Indonesia, lanjut Kak Yanto, Pondok Baca Kampung Kabor juga didatangi kelompok mahasiswa IKIP Muhammadiyah (IKIPMu) Maumere dan siswa SMAN I Maumere, serta Taman Baca Masyarakat (TBM) yang juga bertujuan untuk melakukan wawancara untuk kepentingan publikasi di majalah dinding atau pendalaman kegiatan terkait penguatan literasi dasar.
“Ada kelompok siswa dari SMAN I Maumere yang datang mewawancarai saya dan pelbagai aktivitas penguatan literasi dasar yang kami lakukan di Pondok Baca Kampung Kabor dan kegiatan literasi di ratusan sekolah yang kami sambangi untuk kepentingan publikasi di Majalah Dinding (Mading) SMAN I. Sementara kelompok mahasiswa dan komunitas TBM lainnya menyambangi Pondok Baca Kampung Kabor untuk melihat dari dekat pelbagai dinamika aktivitas literasi dasar yang kami jalankan selama ini,” katanya.
Pantauan media ini, selama tiga tahun keberadaan Pondok Baca Kampung Kabor, komunitas ini juga pernah didatangi/dikunjungi sejumlah pegiat literasi nasional, bahkan Duta Baca Indonesia Gol A. Gong pernah megunjungo Pondok Baca ini tahun lalu.
Saat itu, Duta Baca Indonesia, Gol A Gong melihat dari dekat aktivitas literasi dasar yang dilakukan pendiri Pondok Baca Kampung Kabor, Kak Yanto.
Narasuumber Talkshow Literasi Digital
Selain rutin melakukan literasi dasar di sekolah-sekolah di seluruh pelosok Sikka, Kak Yanto juga beberapa kali tampil sebagai narasumber dalam pelbagai kegiatan literasi.
Terbaru, Kak Yanto menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan Talkshow Literasi Digital di Kampus Unipa Indonesia, bersama tiga nara sumber lainnya
Dalam talkshow itu, Kak Yanto antara lain membagikan beberapa kiat untuk melawan akun palsu, dan pelbagai edukasi dampak negatif bila anak-anak bermain game online dan penggunaan HP Android dalam waktu lama dan tanpa kontrol dari orang tua.
“Saat tampil di Unipa pada acara Talkshow bertajuk Literasi Digital baru-baru ini, saya lebih menekankan dampak negatif kalau anak-anak sering bermain game online atau keseringan mengguakan HP Android. Saya juga menyerukan agar anak-anak muda harus selalu memposting hal-hal positif,” kata Kak Yanto.
Pentingnya Berkolaborasi
Sebelumnya, Kak Yanto meminta elemen warga khususnya orang tua, sekolah dan pemerintah berkolaborasi positif dalam upaya memajukan literasi dasar di Kabupaten Sikka.
Kepada orang tua, Kak Yanto berharap mendampingi anak-anak mereka dalam upaya memajukan literasi dasar, dan berharap agar anak-anak lebih prioritas membaca buku dan mengurangi ketergantungan memanfaatkan hp android.
Kepada otoritas sekolah, Kak Yanto minta mendukung segala bakat dan inovasi yang dilakukan siswa dalam memajukan literasi, khususnya dalam menulis puisi, menulis cerpen, menulis cerita bersambung, dan menulis buku, dan memanfaatkan permainan tradisional sebagai alternatif dalam upaya memajukan budaya-budaya lokal.
Kepada pemerintah. Kak Yanto berharap pada pelbagai tingkatan mendukung kegiatan literasi dasar dengan menyiapkan aneka bacaan bermutu, buku-buku pengetahuan dan pelajaran, serta mendukung dana transportasi untuk memajukan literasi di sekolah-sekolah dan mendukung kegiatan literasi para siswa.
“Kita butuh kolabaorasi dan kerja sama yang baik dalam upaya memajukan literasi di Nian Tana Sikka, khususnya, dan Flobamora-NTT, umumnya. Sebab membaca itu sehat, menulis itu hebat” katanya.*
Penulis: Wall Abulat/Editor: Wentho Eliando










