RUTENG, FLORESPOS.net-Banyak harapan publik dari event Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN Summit 2023 di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kegiatan kelas dunia itu kiranya berdampak positif untuk pariwisata di Flores umumnya dan Manggarai raya (Manggarai, Manggarai Barat dan Manggarai Timur) khususnya.
Ketua DPRD Manggarai, Matias Masir dihubungi Florespos.net melalui telepon, Kamis (4/5/2023), mengatakan, ASEAN Summit adalah kegiatan Internasional yang diselenggarakan di Labuan Bajo.
Kegiatan semacam ini, menurutnya, tergolong langka diadakan di daerah atau pada satu kabupaten.
“Luar biasa sekali negara memilih Labuan Bajo sebagai tempat kegiatan. Karena itu, kita harus berterimakasih kepada Presiden RI, Jokowo,” kata Martias.
Matias mengatakan, kepercayaan negara ini patut diapresiasi tinggi publik di NTT. Karena apalah artinya Labuan Bajo dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia yang jauh maju?
Momen besar ini, demikian politisi dari PAN itu, kiranya dilaksanakan dengan lancar, aman, dan tertib. Hindari kesan suasana tidak bersahabat dan kurang atau bahkan tidak nyaman.
Menurut Matias, sebagai tempat penyelenggaraan event, tunjukkan bahwa masyarakat NTT, Flores, dan Manggarai raya berbudaya tinggi, welcome kepada siapa saja, dan menjunjung tinggi persahabatan dan perdamaian.
Dari even ini sendiri, lanjut Matias, harapannya adalah ada efek ekonomi dan terutama pariwisata yang lebih maju dan berkembang di NTT dan Flores umumnya, dan Manggarai raya khususnya.
Seperti apa tangkapan even ini dari setiap daerah tergantung pemerintah dan masyarakatnya agar berkontribusi dalam mendukung dan mengambil bagian aktif dalam menghidupkan pariwisata dan ekonomi lainnya.
Sebelumnya, dalam Sidang Pastoral Kevikepan Labuan Bajo, Mabar, peserta sepakat menyatakan sikap agar menyukseskan agenda besar ASEAN Summit.
Menurut Direktur Puspas Rm. Marthin Chen Pr, Sidang Pastoral sepakat dengan mengajak semua pihak di Manggarai Barat untuk mensukseskan perhelatan ASEAN Summit Mei 2023.
“Ini momen besar. Karena itu, kita semua harus memanfaatkannya sebagai momentum berharga untuk pengembangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya.*
Penulis: Christo Lawudin / Editor: Wentho Eliando










