Hasil Padi Aplikasi Biosaka Mabar ” Menggila”, Syukur: Pertama di NTT - FloresPos Net

Hasil Padi Aplikasi Biosaka Mabar ” Menggila”, Syukur: Pertama di NTT

- Jurnalis

Rabu, 21 Juni 2023 - 13:28 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO, FLORESPOS. net – Setelah terapkan aplikasi biosaka, produksi padi di daerah irigasi (DI) Nggorang, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT) “menggila”, ditengarai naik dua kali lipat hasilnya.

Hasil ubinan padi saat panen di sawah milik Marselinus Nikus di Lingko Wae Rena, DI Nggorang, Selasa (20/6/ 2023), rata-rata 8,54 ton/hektare (ha) gabah kering panen (GKP), sebelumnya jauh di bawah itu. Nikus bagian dari Kelompok Tani (Poktan) Wae Rena, DI Nggorang

Nikus ungkapkan, luas sawahnya  0,25 ha. Hasil panen padi saat itu diperoleh 2,13 ton GKP per luas lahan 0,25 ha, sebelumnya hanya dapat 9-12 karung. Peningkatan hasil setelah dia terapkan sistim aplikasi biosaka, dampingan pihak Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura Dan Perkebunan (TPHP) Mabar.

Ungkap Nikus, sebelumnya di area sawah miliknya itu, dia gunakan pupuk kimia Urea 50 kilogram (kg), dan MPK 75 kg. Dan setelah menerapkan aplikasi biosaka dia kurangi penggunaan Urea hanya 25 kg dan MPK 40 kg.

Menurut Nikus, dampak positif aplikasi biosaka mampu menekan penggunaan pupuk kimia serta mengurangi serangan hama dan penyakit, antara lain hama beluk. Kalau sudah terserang hama ini padi yang sedang berbunga jadi putih, hampa.

Penerapan aplikasi satu ini juga (biosaka) nol biaya, karena hanya menggunakan bahan baku alam, yaitu rerumputan/daun sekeliling sawah itu sendiri. Daun diremas agar airnya keluar, dan air itu yang semprot ke tanaman padi hingga berkali-kali.

Baca Juga :  Wabup Weng Minta Kades Jamaludin Segera Lapor Kesulitan Pangan Warga Macang Tanggar

“Aplikasi ini (biosaka) luar biasa. Ini dewa penolong petani. Hasil yang didapati juga gila, bisa dua kali lipat,” komentar Nikus.

Hironimus Joma, PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan ) Desa Nggorang pada kesempatan yang sama mengungkapkan, dalam penerapan aplikasi biosaka ada sekitar 5 jenis tanaman/rumput liar yang digunakan, di antaranya menggunakan daun gamal atau daun klorofil lainnya.

Cara ramu, petik daun secukupnya lalu remas dalam baskom/ember selama 1 jam, hingga airnya jadi hijau. Setelah itu baru disemprot tinggi di areal padi. Nanti media sebaran airnya melalu udara ke tanam-tanaman padi.

Semprot pertama misalnya ketika umur padi 10 hari setelah tanam. Beberapa waktu kemudian baru disemprot lagi dan seterusnya hingga 7 kali, sesuaikan jedah waktu. Aplikasi biosaka bisa juga diterapkan untuk tanaman lain seperti jenis hortikultura.

Penerapan aplikasi biosaka, kata Joma, semacam manipulasi klorofil hasil ramuan dedaunan tadi yang transfer langsung ke padi hasil via udara, kata Joma.

Koordinator POPT-PHP Dinas TPHP Mabar, Vitalis Anselmus Syukur mengungkapkan, di NTT sepertinya Mabar yang pertama menerapkan aplikasi Biosaka. Aplikasi ini semacam proses dari alam kembali ke alam, karena menggunakan bahan alam seperti dedaunan yang baik/bagus, sehat, tidak rusak.

Nilai positive/keuntungan ketika menerapakan aplikasi biosaka, Kata Syukur, di antaranya mampu menekan penggunaan pestisisa. Mengurangi penggunaan pupuk kimia dan obatan-obatan untuk basmi hama-penyakit tanaman padi, sayur, tanaman hortikultura lainya. Batang/pohon tanaman juga kian kokoh/kuat, tak mudah rebah/tumbang.

Baca Juga :  Warga Translok Nggorang Manggarai Barat Minta Jaminan Pemerintah Tertibkan Ternak

Tidak hanya itu, umur panenan padi juga sepertinya lebih pendek. Seperti padi varitas INPARI IR NUTRI ZINC yang di tanaman di sawah ini (milik Marselinus Nikus)  hanya 89 dari 99-110 hari biasa/sebelumnya.

“Ya bisa dibilang murah biaya, bisa zero-lah,” komentar Syukur diamini Joma dan Nikus.  ” Berasnya lebih pulen. Juga kalau jadi nasi ketika dimakan rasanya lebih enak, ” sambung Joma.

Lanjut Syukur, aplikasi Biosaka sebagai elisitor, yaitu senyawa kimia yang memberi sinyal positive bagi tanaman.

Tambah Syukur, hasil ubinan padi di sawah milik Marselinus Nikus tadi angka rata-rata bila dibawah ke hektare. Secara nasional di Blitar, hasil padi yang menerapkan aplikasi biosaka 8,9 ton/ha, yaitu di Blitar, sedangkan di Mabar rata- rata 8,54 ton/ha GKP. Dan di NTT sepertinya Mabar yang pertama terapkan aplikasi biosaka.

Sementara ini sawah milik Nikus menjadi demplot aplikasi biosaka Dinas TPHP Mabar. Ke depannya Dinas coba total gunakan aplikasi biosaka bagi petani Mabar yang mau, tutup Syukur.

Disamping petani setempat, hadir ketika itu di antaranya Getrudis Mutiara dan Fransiska M.Jemani (PPL Golo Bilas), Rosalia Dalima Eko (PPL Desa Pantar), Emiliana I. Lidiya (PPL Desa Watu Nggelek), Ahmad Rudi (Kabid Pangan Dinas TPTP). *

Penulis: Andre Durung/Editor: Anton Harus

Berita Terkait

Wabup Ngada Ingatkan Kades dan Lurah: Pastikan Bantuan Disalurkan Sampai Masyarakat
Wakil Kepsek SDI Iligetang Minta Trauma Healing Bantu Pulihkan Mental Siswa Pascabencana
PMI Salurkan Bantuan Non Food bagi Warga Terdampak Gempa Flores
Kejari Bajawa Serahkan Dua Truk Bantuan Bencana Gempa Flores
Posko Pemerintah Gandeng Relawan Distribusi Bantuan Sembako kepada Warga Terdampak
Keuskupan Ruteng Gandeng 5 Dokter dan 4 Biarawati Layani Pengobatan dan Psikososial 4.178 Penyintas Gempa Flores
Bupati Sikka Kunjungi Sekolah, Ajak Siswa Kembali Ceria Belajar
Kunjungi Fasilitas Kesehatan, Bupati Sikka Apresiasi Nakes yang Selalu Bertugas Saat Bencana
Berita ini 59 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 12:34 WITA

Wabup Ngada Ingatkan Kades dan Lurah: Pastikan Bantuan Disalurkan Sampai Masyarakat

Selasa, 1 September 2026 - 11:30 WITA

Wakil Kepsek SDI Iligetang Minta Trauma Healing Bantu Pulihkan Mental Siswa Pascabencana

Selasa, 1 September 2026 - 11:17 WITA

PMI Salurkan Bantuan Non Food bagi Warga Terdampak Gempa Flores

Selasa, 1 September 2026 - 07:35 WITA

Kejari Bajawa Serahkan Dua Truk Bantuan Bencana Gempa Flores

Selasa, 1 September 2026 - 06:54 WITA

Posko Pemerintah Gandeng Relawan Distribusi Bantuan Sembako kepada Warga Terdampak

Berita Terbaru

Pengurus PMi Pusat dan PMI Kabupaten Ende serahkan bantuan non food untuk pengungsi di Kelurahan Rewarangga Selatan,Kabupaten Ende.

Nusa Bunga

PMI Salurkan Bantuan Non Food bagi Warga Terdampak Gempa Flores

Selasa, 1 Sep 2026 - 11:17 WITA

Nusa Bunga

Kejari Bajawa Serahkan Dua Truk Bantuan Bencana Gempa Flores

Selasa, 1 Sep 2026 - 07:35 WITA