LARANTUKA, FLORESPOS.net-Manajemen PT. Trans Floreti sebagai perusahaan jasa penyaluran bahan bakar minyak (BBM) akan mengoperasikan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang sedang dibangun di lokasi Desa Lewonama, Kecamatan Solor Barat, Pulau Solor, Kabupaten Flores Timur (Flotim), NTT, menjelang akhir tahun 2023.
Kepala Desa Lewonama, Andreas Mado Lewar kepada Florespos.net, Kamis (16/6/2023) mengatakan, pembangunan SPBU tersebut berlokasi di tepi jalan raya provinsi Trans Ritaebang-Lamakera.
Pekerjaan fisik sudah sekitar 60-an persen memasuki pertengahan Juni ini item-item pekerjaan dasar berupa fondasi dan tembok keliling, pagar besi, dan bunker pengaman tanki minyak dalam tanah hampir finishing.
“Jika tidak ada kendala pelaksanaan pembangunan SPBU baru di Solor, maka manajemen PT. Floreti sebagai pemilik pompa bensin ini, targetkan akan dioperasikan menjelang akhir tahun 2023,” kata Kades Ande.
Pantauan media ini, Kamis (16/6/202), para tukang bangunan sedang menyelesaikan infrastruktur dasar, finishing tembok keliling diikuti plesteran dan Aci, pemasangan pagar besi pengaman di depan SPBU yang berhadapan langsung dengan jalan raya itu.
Yakobus, salah seorang tukang bangunan SPBU kepada media ini mengatakan target pembangunan pagar tembok dan bak penyimpan tanki minyak bawah tanah akan selesai akhir Juni ini.
“Bak pengaman tanki minyak dalam tanah berukuran 15,5 meter x 7 meter,” kata Yakob.
Untuk diketahui seremonial adat dan peletakan batu pertama pembangunan SPBU di Lewonama dilakukan pada akhir Desember 2022.
Para tukang saat ini sedang membangun sarana dasar dan ketika sudah rampung diikuti pemasangan atau instalasi perangkat sarana pendukung seperti listrik PLN, peralatan takar minyak (nozzle), kantor SPBU, pos jaga, dan fasilitas lainnya.
Andreas Mado Lewar, mengaku sebelum pembangunan SPBU, sebagai kepala desa dia mendapat permohonan resmi dari perusahaan jasa Trans Floreti perihal pembangunan SPBU dengan lokasi di Desa Lewonama.
“Pemohon pendirian SPBU di Lewonama adalah Ibu Effrata Monalisa Ketaren. Merespon permohonan pembangunan pomp bensin, sebagai kepala desa saya nyatakan mendukung. Setelah ada persetujuan dari Pemerintah Desa Lewonama kemudian dilakukan pembersihan lokasi mengunakan alat berat dan pembangunan infrastuktur dasar,” kata Kades Ande
Kehadiran jasa SPBU di Solor, diakui Kades Lewonama akan membantu masyarakat karena pendekatan pelayanan khususnya pemenuhan kebutuhan BBM.
Sejak dulu masyarakat Solor mendapatkan pelayanan minyak dari agen atau suplayer BBM. Pasokan BBM dari SPBU Larantuka ke Solor lewat agen/suplayer.
Proses penyaluran minyak memakan waktu cukup panjang. Harga penjualan BBM di Solor juga terbilang mahal karena diperhitungkan ongkos transportasi mobil pengangkut dan jasa buruh mulai dari SPBU Larantuka ke pelabuhan dan selanjutnya diangkut menggunakan perahu motor khusus ke pelabuhan Solor.
“Pembangunan SPBU Solor sebagai pendekatan palayanan publik. Kalau kebutuhan masyarakat akan BBM semakin dekat maka harga pun tentu lebih murah dibandingkan pembelian oleh agan/suplayer langsung di Larantuka dan dijual di Solor. Dampak positif positif lain kehadiran SPBU mendongkrak usaha ekonomi serta sektor jasa ikutan lain bagi masyarakat Solor,” katanya.
“Masyarakat Solor berharap manajemen Trans Floreti lebih cepat selesai membangun sarana dan fasilitas SPBU sehingga operasional penjualan 3 jenis BBM yakni solar, pertalite, dan Pertamax sudah berjalan menjelang akhir tahun 2023,” harap Andreas.
Paulus Dontena Hayon (64) selaku sub suplayer BBM di Kecamatan Solor Barat kepada Florespos.net menyatakan mendukung kehadiran SPBU di Solor.
Dontena yang sudah 10 tahun lebih berdagang BBM di Solor, mengaku selama menjalankan bisnis minyak, dia membeli di SPBU Larantuka selanjutnya diantarpulaukan ke Solor lewat armada perahu pengangkut khusus. Selama ini membeli dan mengangkut minyak ke Solor memang tidak mudah.
“Sebagai sub suplayer BBM, kami harus memiliki surat izin resmi yang dikeluarkan Pemerintah Flotim. Setelah mengantongi legalitas perizinan resmi dari Bagian Ekonomi Setda Flotim. Mendapatkan BBM di Larantuka kami dengan susah payah mengatre membeli di SPBU, berikut ongkos kendaraan angkut dan jasa buruh dua kali dari SPBU Larantuka sampai di Solor. Kami juga dilarang pemerintah menaikkan harga eceran tertinggi minyak yang dijual di Solor. Mendapatkan BBM memang melalui proses panjang dan memakan biaya tidak sedikit,” ungkapnya.
Menurut Dontena, ke depan jika SPBU di Solor sudah beroperasi maka para sub suplayer dan pengendara di Solor semakin dekat mendapatkan BBM.
“Sebagai masyarakat Solor kami sangat bangga karena dalam waktu dekat SPBU baru sudah dioperasikan,” ucap Dontena.*
Penulis: Frans Kolong Muda / Editor: Anton Harus










