BAJAWA, FLORESPOS.net-Seluruh masyarakat Indonesia merasa gembira dan bangga dengan keberhasilan Tim Nasional (Timnas) Garuda Muda meraih medali emas pada laga final sepak bola SEA Games Tahun 2023, di Kamboja.
Kegembiran dan bangga itu dirasakan pula keluarga Marselino Ferdinan, salah satu pemain Timnas Garuda Muda di Kampung Boua, Desa Ubedolumolo, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kepada Florespos.net, Rabu (17/5/2023), segenap keluarga besar mengaku sangat gembira dan bangga dengan Marselino Ferdinan yang selalu bermain gemilang sejak awal hingga pada laga final melawan Thailand tersebut.
Thomas Djawa, paman kandung Marselino menjelaskan, ayah kandung Marselino bernama Philipus Wio berasal dari Kampung Boua, Desa Ubedolumolo.
Philipus Wio adalah anak kedua dari sembilan bersaudara. Setelah selesai pendidikan SMA di Bajawa, Philipus Wio merantau ke Jakarta sekitar tahun 1980.
Menurut Thomas Djawa, ayah Marselino berada dalam rumpun rumah adat Sa’o, yakni Sa’o Mina Zia.
“Kakak Philipus tinggal bersama paman di Kota Bajawa, yakni Almarhum Bapak Dominikus Tangi yang saat itu memiliki penginapan Losmen Dam Bajawa. Ayah Marselino ini hobi sepak bola sejak kecil dan sering bermain di lapangan Kartini Bajawa,” kata Thomas Djawa.
Marselino sendiri, empat bersaudara. Semuanya laki-laki. Marselino merupakan anak bungsu. Marselino mempunyai marga pada namanya, yakni Marselino Dhewa diambil dari nama kakek Bapak Moses Dhewa.
“Mereka 4 bersaudara. Masing-masing, Sandro, Ovan, Dito dan Marselino. Dari 4 orang ini, 2 orang menjadi pemain sepak bola, yakni Ovan dan Marselino,” ungkap Thomas Djawa.
Menurut dia, Marselino jarang ke Bajawa. Namun selalu komunikasi dengan keluarga termasuk mengirimkan uang untuk upacara adat memberi makan leluhur ketika hendak bertanding tingkay nasional maupun internasional.
“Dalam bahasa kami disebut Ti’i ka Ebu Nusi (memberi makan leluhur). Marselino dan kakaknya semua selalu ingat kampung halamannya. Saat mau main di Belgia, Marselino kirim uang untuk acara adat,” ungkapnya.
Thomas Djawa berharap Marselino meluangkan waktu datang ke Rumah Adat Sa’o Mina Zia untuk berkumpul bersama dan juga mengunjungi masyarakat Kabupaten Ngada.
Pada kesempatan yang sama, di Rumah Adat Sa’o Mina Zia, Erna Uge, tante kandung atau saudari dari Philipus Wio, ayahanda Marselino mengungkapkan kegembiraannya atas prestasi yang diraih ponakannya.
Mama Erna menceritakan, pada malam final antara Timnas Indonesia dan Thailand bertepatan dengan perayaan ekaristi di rumah adat tersebut, sehingga dia tidak menonton. Namun pada pertandingan-pertandingan sebelumnya, dia menonton melalui HP.
Mama Erna juga berharap Pemerintah Kabupaten Ngada dapat memfasilitasi mendatangkan Marselino ke Kabupaten Ngada. Hal ini juga untuk motivasi anak-anak muda Kabupaten Ngada mengikuti jejak Marselino.
Senada disampaikan tanta kandung Marselino lainnya, Martha Dhone. Dia menyatakan kerinduannya agar Marselino dapat meluangkan waktu bertemu keluarga di Bajawa.
Kepala Desa Ubedolumolo, Du’e Dominikus mengatakan, keluarga dan masyarakat Desa Ubedolumolo berharap pada Suratin Cup, September 2023 di Bajawa, Marselino dapat hadir memberi spirit bagi generasi muda di Kabupaten Ngada.
Dominikus mengatakan, kedatangan Marselino di Kampung Boua, tanah kelahiran ayahnya tentu akan memberi dampak sangat luas bagi kawula muda dan anak-anak untuk menjadi pemain sepak bola handal baik nasional maupun internasional.*
Penulis: Wim de Rozari / Editor: Wentho Eliando










