Pasca Gempa NTT, Dompet Dhuafa Siapkan 100 Rumah Sementara dan Renovasi Sekolah di Nagekeo - FloresPos Net

Pasca Gempa NTT, Dompet Dhuafa Siapkan 100 Rumah Sementara dan Renovasi Sekolah di Nagekeo

- Jurnalis

Kamis, 24 September 2026 - 12:29 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MBAY, FLORESPOS.net-Ketika fase tanggap darurat mulai bergeser menuju pemulihan, kebutuhan penyintas gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) masih jauh dari selesai.

Rumah yang rusak membuat sebagian warga membutuhkan hunian sementara, sementara fasilitas pendidikan yang terdampak harus segera dipulihkan agar anak-anak dapat kembali belajar dengan aman dan layak

Merespons kebutuhan tersebut, Dompet Dhuafa melalui Disaster Management Center (DMC) pada Rabu, (23/9/2026), melanjutkan respons kemanusiaannya dengan memulai pembangunan 25 unit Rumah Sementara (Rumtara) di NTT. Pembangunan ini merupakan tahap awal dari target 100 unit Rumtara yang disiapkan bagi masyarakat terdampak gempa.

Baca Juga :  Gubernur NTT Tinjau Tambak Garam, Bendungan dan Lahan Sawah di Nagekeo

Selain hunian, Dompet Dhuafa turut memberikan dukungan renovasi SD Inpres Waturedu, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo. Upaya ini diarahkan untuk membantu memulihkan fasilitas pendidikan sekaligus mendukung keberlanjutan proses belajar anak-anak di wilayah terdampak.

“Dompet Dhuafa sudah bergerak sejak awal terjadinya gempa bumi di NTT untuk membantu mendistribusikan berbagai kebutuhan masyarakat yang terdampak. Dengan segala keterbatasan kami, kami tetap berikhtiar sekuat tenaga untuk membantu sebaik dan sekuat mungkin termasuk hari ini kita membantu menguatkan masyarakat terdampak melalui program rumah sementara ini,” ujar Herdiansah selaku Wakil Ketua Pengurus Dompet Dhuafa.

Baca Juga :  Cendrung Meningkat, Investasi di Manggarai Barat

Berdasarkan data per 18 September 2026, dampak gempa di NTT masih terlihat dari besarnya kerusakan hunian dan fasilitas publik. Tercatat 103.427 unit rumah mengalami kerusakan.

Pada sektor fasilitas umum, kerusakan meliputi 2.147 fasilitas pendidikan, 157 fasilitas kesehatan, 685 kantor, 558 rumah ibadah, empat pasar tradisional, serta 1.915 fasilitas umum lainnya.

Penulis : Arkadius Togo

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

‘Hidup Tak Ada Ujung’, Alumni SPP dan SPMA St Isidorus Boawae Temu Kangen di Ende
Ombudsman NTT Sarankan Perangkat Daerah Segera Benahi Standar Pelayanan Publik
Bupati Raymundus Lantik 11 Pejabat Eselon II, 6 Jabatan Belum Terisi
DLH Ende Bersihkan Drainase yang Mampet Akibat Tumpukan Sampah, Ini Imbauan ke Warga
Beras Pemda Manggarai Barat Sisa 44 Kg, Lainnya Dimakan Burung
DPRD Sikka Minta Efisiensi Anggaran Jangan Sentuh Sektor Pendidikan, Kesehatan dan Pertanian
Sudah Sepekan, DLH Ende Belum Sampaikan Hasil Kajian Dampak Lingkungan Pabrik Tahu Tempe Krakatau Lokoboko
Kejari Sikka Geledah Kantor PUPR dan Setda Sikka Terkait Proyek Watergen di Desa Semparong
Berita ini 50 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 19:27 WITA

‘Hidup Tak Ada Ujung’, Alumni SPP dan SPMA St Isidorus Boawae Temu Kangen di Ende

Jumat, 6 November 2026 - 18:46 WITA

Ombudsman NTT Sarankan Perangkat Daerah Segera Benahi Standar Pelayanan Publik

Jumat, 6 November 2026 - 17:35 WITA

Bupati Raymundus Lantik 11 Pejabat Eselon II, 6 Jabatan Belum Terisi

Jumat, 6 November 2026 - 10:22 WITA

Beras Pemda Manggarai Barat Sisa 44 Kg, Lainnya Dimakan Burung

Kamis, 5 November 2026 - 19:26 WITA

DPRD Sikka Minta Efisiensi Anggaran Jangan Sentuh Sektor Pendidikan, Kesehatan dan Pertanian

Berita Terbaru

Bentara Net

BENTARA NET: Keadilan Kesehatan

Sabtu, 7 Nov 2026 - 10:26 WITA