Pasca Gempa, Ratusan Warga Manggarai Barat Terserang Diare - FloresPos Net

Pasca Gempa, Ratusan Warga Manggarai Barat Terserang Diare

- Jurnalis

Selasa, 22 September 2026 - 17:40 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Pasca gempa bumi Flores, ratusan warga Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT) terserang diare. Tidak ada yang meninggal dunia, stok obat Dinas Kesehatan (Dinkes) Mabar cukup tersedia. Gempa Flores terjadi 15 Agustus 2026, berkekuatan M 7,7.

Lely, Program Pengelola Diare pada Dinkes Mabar, mengungkapkan, jumlah warga Mabar yang terkena diare pasca gempa bumi Flores pada pertengahan Agustus 2026 lalu sebanyak 376 orang dan tak ada yang meninggal dunia.

“Ini kejadian per Agustus 2026 pasca gempa Flores. Dan tidak ada yang meninggal dunia,” kata Lely menanggapi media ini di kantornya Dinkes Mabar di Labuan Bajo, Selasa (22/9/2026), seizin Sekretaris Dinkes, Tarsi Cai.

Baca Juga :  Dua Desa di Manggarai Barat “Terkurung” HPL, Cagar Alam, Hutan Tutupan

Menurut Lely, angka 376 korban diare tersebut khusus kasus Agustus 2026,dan peningkatan lonjakan kasus terjadi pasca gempa. Diduga terjadi karena faktor kebersihan.

“Sepertinya masyarakat kurang menjaga kebersihan, di antaranya terkait makanan dan air minum yang dikonsumsi mungkin kurang higienis,” katanya.

“Ada juga laporan dari masyarakat, ada mata air setempat yang airnya keru,” ujar Lely.

Pada kesempatan yang sama, Cai menambahkan, terselamatkannya para penderita diare pasca gempa berkat kerja keras para petugas kesehatan di semua tingkatan, baik di Pustu-Pustu, Puskesmas-Puskesmas dan di Rumah Sakit-Rumah Sakit di seantero Mabar.

Baca Juga :  Meningkat Jumlah UMKM di Manggarai Barat

Stok obat-obatan diare di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mabar, dalam hal ini Dinkes, cukup tersedia, baik pada tingkatan Pustu, Puskesmas maupun di rumah sakit-rumah sakit setempat, cukup tersedia, katanya.

Cai membenarkan laporan masyarakat bahwa ada air yang mengalir dari sumber mata air setempat mengalami keru pasca gempa. Dinas (Dinkes) mengambil sampel air yang keru, uji laboratorium, dan hasilnya tak berpengaruh. *

Penulis : Andre Durung

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

 BNPB Minta Pemda Ngada Segera Tuntaskan Pembangunan Huntara
Perkuat Kompetensi dan Keselamatan Pemandu Wisata Snorkeling, Kemenpar Gelar Pelatihan dan Sertifikasi
Peringatan Hari Keadilan Ekologis 2026: Dari Perayaan Menuju Pelembagaan (3)
Kemenkes Tunjuk Labkesda Sikka Layani Pemeriksaan HPV DNA untuk Wilayah Flores dan Lembata
Peringatan Hari Keadilan Ekologis 2026: Tapak Sebagai Jejak, Tapak Sebagai Beban Antargenerasi (2)
Youth FREN Serahkan Buku Karya Anak Muda kepada Perpustakaan Kabupaten Sikka
Wabup Ngada Berni Dhey Harap Jaringan Irigasi Dapat Mendorong Peningkatan Produksi Pertanian
Peringatan Hari Keadilan Ekologis 2026: Dari Tapak Untuk Keadilan Antargenerasi, Merawat Masa Depan NTT di Tengah Bencana Ekologi (1)
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 21:36 WITA

 BNPB Minta Pemda Ngada Segera Tuntaskan Pembangunan Huntara

Rabu, 23 September 2026 - 17:53 WITA

Perkuat Kompetensi dan Keselamatan Pemandu Wisata Snorkeling, Kemenpar Gelar Pelatihan dan Sertifikasi

Rabu, 23 September 2026 - 17:31 WITA

Peringatan Hari Keadilan Ekologis 2026: Dari Perayaan Menuju Pelembagaan (3)

Rabu, 23 September 2026 - 17:25 WITA

Kemenkes Tunjuk Labkesda Sikka Layani Pemeriksaan HPV DNA untuk Wilayah Flores dan Lembata

Rabu, 23 September 2026 - 15:57 WITA

Youth FREN Serahkan Buku Karya Anak Muda kepada Perpustakaan Kabupaten Sikka

Berita Terbaru

Deputi V BNPB dan Wabup gada,Bernadinus Dhey gebu.

Nusa Bunga

 BNPB Minta Pemda Ngada Segera Tuntaskan Pembangunan Huntara

Rabu, 23 Sep 2026 - 21:36 WITA