LARANTUKA, FLORESPOS.net-Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) terus menerus memberi perhatian serius terhadap masyarakat yang terdampak bencana di berbagai penjuru nusantara.
Salah satunya terhadap ribuan penyintas erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Perhatian bagi penyintas erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, yakni dengan menggelar kegiatan cek kesehatan gratis.
Kegiatan itu mengambil tempat di kawasan Huntara II Desa Konga, Kecamatan Titehena, pada Jumat (18/9/2026) sore.
Sekretaris DPC PDIP Kabupaten Flores Timur, Kunradus Kusno Wada menginformasikan, kegiatan cek kesehatan gratis bagi penyintas erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki ditangani oleh Tim Medis Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDIP.
“Dalam tim ini, ada 2 dokter, 2 apoteker, 1 perawat, 1 bidan dan dibantu tenaga kesehatan dari Puskesmas Boru,” kata Kusno Wada, Sabtu (19/9/2026).
Penyintas tampak benar-benar manfaatkan pemeriksaaan kesehatan yang digelar oleh PDIP. Salah satunya, Melkianus Mena (70). Dia menderita asam urat beberapa tahun ini.
“Terima kasih PDIP, dari awal bencana mereka datang dan sekarang pelayanan kesehatan kami dapat lagi. Selain dekat, obat-obatan dalam kegiatan ini cukup lengkap,” kata Melkianus.
Kusno Wada yang juga Anggota DPRD Kabupaten Flores Timur lebih lanjut mengatakan, PDIP selalu ada bersama masyarakat.
“Saat tanggap darurat bencana erupsi Lewotobi Laki-laki, PDIP mengerahkan rumah sakit apung untuk menyalurkan bantuan dan mendatang tim medis,” katanya.
Kusno Wada juga mengatakan, sebelum pemeriksaan kesehatan itu, sejak 16 Agustus 2026, Baguna PDIP juga membantu warga terdampak gempa Flores.
“Gempa Flores, kader langsung bergerak ke lokasi bencana. Sementara ini rumah sakit apung masih berlabuh di Maumere, Kabupaten Sikka,” katanya.
Kosno Wada bilang, para penyintas bencana erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupayen Flores Timur masih membutuhkan perhatian dan bantuan.
Saat itu, PDIP juga menyalurkan bantuan makanan kepada lima desa terdampak erupsi di Huntara. Bantuan diserahkan kepada pemerintah desa. Hadir saat itu, Ketua DPD PDIP Provinsi NTT, Yunus Takandewa.
Sudah hampir dua tahun sejak erupsi dahsyat pada Januari 2024 lalu, ribuan penyintas erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki masih tinggal di Huntara. Mereka berasal dari lima desa terdampak langsung. Mereka masih sangat membutuhkan bantuan, termasuk kepastian soal hunian tetap (Huntap). *
Penulis : Wentho Eliando
Editor : Wall Abulat










