MAUMERE, FLORESPOS.net-Lomba Bertutur Antar Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Kabupaten Sikka yang diselenggarakan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka resmi berakhir pada Rabu, 12 Agustus 2026.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini ditutup secara resmi oleh Asisten Administrasi Sekretariat Daerah Kabupaten Sikka, Rudolfus Ali, di Aula Frans Seda, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka.
“SD Inpres Gere berhasil keluar sebagai Juara I dengan membawakan cerita berjudul “Du’a Toru”,” jelas perwakilan tim juri, yang juga pemerhati budaya, Viktor Nekur ketika mengumumkan hasil kejuaraan lomba di Aula Frans Seda Disarpus Kabupaten Sikka, Rabu (12/8/2026).
Di hadapan para pendamping dan kepala sekolah serta peserta lomba dan undangan lainnya, Tim Juri Viktor Nekur menjelaskan dalam perlombaan tersebut, Juara II diraih SD Inpres Paga dengan cerita “Frans Seda”.
Sementara untuk Juara III diraih SD Inpres Koting yang juga membawakan cerita yang sama dengan yang dibawakan juara pertana yang berjudul “Du’a Toru”.
Selain tiga juara utama, kata dia, dewan juri juga memberikan penghargaan khusus kepada sejumlah peserta yang dinilai memiliki keunggulan dan karakteristik tersendiri.
Dikatakannya, Penghargaan Favorit Bunda Literasi Kabupaten Sikka diberikan kepada SDI Wairklau, sementara Favorit Unsur Akademisi diraih SDI Wairhubing. Adapun penghargaan Favorit Unsur Pemerhati Budaya diberikan kepada MI Al-Muhajirin Perumnas.
Menariknya, hadiah uang pembinaan bagi para peserta yang memperoleh penghargaan favorit tersebut merupakan bentuk apresiasi pribadi dari para juri, yakni Bunda Literasi Kabupaten Sikka, Fista Sambuari Kago; pemerhati budaya, Viktor Nekur; serta akademisi, Yuliana Onang Da Lopez.
Pemberian penghargaan favorit ini menjadi bentuk apresiasi terhadap keberanian, kreativitas, kemampuan bertutur, penguasaan cerita, serta upaya peserta dalam mengangkat nilai-nilai literasi dan budaya lokal Sikka.
Viktor menyampaikan, kegiatan Lomba Bertutur Antar SD/MI se-Kabupaten Sikka tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan kemampuan berbicara.
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2 Selanjutnya










