Juga untuk memacu anak-anak sekolah agar berani tampil di depan umum, kemampuan memahami dan menyampaikan isi cerita, sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap budaya dan sejarah daerah.
“Cerita-cerita yang dibawakan peserta juga menunjukkan bahwa kekayaan budaya, sejarah, serta kearifan lokal Kabupaten Sikka dapat menjadi sumber bahan bacaan dan pembelajaran yang menarik bagi generasi muda,” jelasnya.
Sementara itu Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka, Very Awales mengatakan, melalui kegiatan ini, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka terus mendorong penguatan budaya literasi sejak usia sekolah.
Very menyebutkan, anak-anak tidak hanya diarahkan untuk gemar membaca, tetapi juga mampu memahami, mengolah, dan menyampaikan kembali informasi yang diperolehnya secara kreatif.
Penutupan kegiatan berlangsung dalam suasana penuh apresiasi dan kebanggaan.
Para peserta, pendamping, guru, serta pihak sekolah diharapkan terus memberikan ruang kepada anak-anak untuk mengembangkan kemampuan literasi, seni bertutur, kreativitas, dan kecintaan terhadap budaya lokal.
“Dengan berakhirnya lomba ini, diharapkan semangat bertutur dan budaya membaca di kalangan pelajar SD/MI di Kabupaten Sikka semakin tumbuh dan menjadi bagian dari gerakan membangun generasi Sikka yang literat, kreatif, percaya diri, serta mencintai budaya daerahnya,” pungkas Very. *
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2










