MAUMERE, FLORESPOS.net-Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, secara resmi membuka Lomba Bertutur Tingkat SD/MI se-Kabupaten Sikka Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Frans Seda, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka, Selasa (11/8/2026).
Kegiatan ini menjadi salah satu bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Sikka dalam memperkuat budaya literasi sekaligus meningkatkan kemampuan komunikasi, kreativitas dan kepercayaan diri anak-anak sejak usia sekolah dasar.
Bupati Sikka menegaskan, literasi dan sains merupakan dua hal penting yang harus terus diperkuat dalam proses pendidikan anak-anak.
Menurutnya, literasi tidak hanya sebatas kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga menyangkut kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, berkomunikasi serta mampu mengembangkan pengetahuan untuk menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
“Literasi dan sains harus kita tanamkan dan perkuat sejak anak-anak berada di usia sekolah. Ini merupakan investasi penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Kabupaten Sikka,” tegasnya.
Juventus juga memberikan apresiasi kepada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka yang terus mengembangkan berbagai program inovatif untuk menumbuhkan budaya membaca dan kecintaan terhadap pengetahuan di kalangan pelajar.
Dirinya meminta agar program-program literasi yang sudah berjalan terus dipertahankan dan dikembangkan, antara lain Wisata Literasi, Gerakan 30 Menit Membaca sebelum jam pelajaran dimulai, Gerakan Antar dan Jemput Buku (GRAB) serta berbagai kegiatan literasi lainnya.
“Program-program seperti ini jangan berhenti. Terus dikembangkan dan diperluas, karena tujuan akhirnya adalah bagaimana anak-anak kita memiliki budaya membaca, memiliki pengetahuan yang luas dan pada akhirnya mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia Sikka,” ujarnya.
Juventus juga mengingatkan bahwa gerakan literasi membutuhkan keterlibatan semua pihak, terutama sekolah, guru, orang tua, pemerintah, komunitas literasi dan masyarakat.
“Literasi bukan hanya menjadi tanggung jawab Dinas Kearsipan dan Perpustakaan. Ini adalah tanggung jawab kita bersama. Sekolah harus menjadi ruang yang menyenangkan bagi anak untuk membaca, belajar, bertutur dan mengembangkan kreativitas,” pungkasnya.*
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando










