Pimpinan Pemda Hadiri Ekspose Manajemen Talenta di BKN, Pembahasan Tiga Ranperda Penting Tertunda - FloresPos Net

Pimpinan Pemda Hadiri Ekspose Manajemen Talenta di BKN, Pembahasan Tiga Ranperda Penting Tertunda

- Jurnalis

Jumat, 17 Juli 2026 - 12:34 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MBAY, FLORESPOS.net-Di hari yang sama pada Rabu (15/7/2026) terjadi dua peristiwa kontras yang menyita perhatian publik Kabupaten Nagekeo. Di Mbay, sidang paripurna DPRD terpaksa diskors karena unsur pimpinan Pemda tidak hadir.

Sementara di Jakarta, Bupati, Plt. Sekda, dan Asisten III justru mengikuti kegiatan Ekspose Manajemen Talenta di Kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN) Pusat, Ruang Data Gedung 1 Lantai 2, Jl. Mayjen Sutoyo No. 12, Cililitan, Jakarta Timur.

Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Nagekeo dengan agenda pembahasan 3 Rancangan Peraturan Daerah usulan Pemerintah Daerah terpaksa diskors pada Rabu (15/7/2026).

Tiga Ranperda yang dibahas yaitu Ranperda tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah, Ranperda tentang Pembentukan 31 Desa di Wilayah Kabupaten Nagekeo dan Ranperda tentang Perubahan Kedua atas Perda Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penyertaan Modal Daerah pada PT Bank Pembangunan Daerah NTT.

Sidang tidak dapat dilanjutkan karena tidak memenuhi unsur kehadiran dari pemerintah daerah.

Pantauan di ruang sidang, seluruh anggota DPRD Nagekeo sudah hadir dan siap. Namun dari pihak eksekutif, Bupati Nagekeo, Plt. Sekda Nagekeo, dan para Asisten tidak tampak hadir.

“Ternyata DPRD sudah siap, sekda tidak hadir makanya sidang diskors,” ujar Lukas Mbulang, salah satu anggota DPRD di sela-sela sidang.

Baca Juga :  Warga Lewoleba Antusias Menerima Komponen Obor Mas dari Seluruh NTT

“Kami di DPRD sudah siap secara kelembagaan. Ini forum penting. Kehadiran Bupati, Sekda atau yang mewakili sangat diperlukan,” tegas Lukas.

Ditegaskan Lukas, tiga Ranperda tersebut merupakan regulasi strategis. Keterlambatan pembahasannya berpotensi menghambat penataan aset, pemekaran desa, dan penguatan permodalan daerah.

Sementara Asisten III Silvester Teda Sada kepada Florespos.net, Jumat (17/7)2026) menjelaskan terkait pemberitaan dan sorotan publik atas kehadiran Plt. Sekda dan Asisten III Nagekeo dalam kegiatan Ekspose Manajemen Talenta di BKN Jakarta pada Rabu, 15 Juli 2026.

Ia menjelaskan dari sisi Pemerintah Kabupaten Nagekeo. Menurutnya, konteks kehadiran bukan perjalanan biasa, tapi tugas TPK berdasarkan penjelasan Pemda, yang hadir ke BKN Jakarta bukan sekadar pejabat eselon II.

“Kami hadir sebagai Tim Penilai Kinerja (TPK) ASN Kabupaten Nagekeo yang strukturnya lengkap. Bupati selaku Pejabat Pembina Kepegawaian, Sekda selaku Ketua TPK, Asisten Administrasi Umum selaku Koordinator urusan kepegawaian, BKPP selaku Sekretaris TPK merangkap anggota, Inspektorat dan Bagian Organisasi sebagai anggota tim,” katanya.

Dengan struktur ini, kata Sil, maka kehadiran Sekda dan Asisten III bukan “titipan” atau “jalan-jalan”, melainkan bagian dari tupoksi kelembagaan TPK itu sendiri.

Baca Juga :  Maumerelogia 5 Hadirkan Pertunjukan Musik, Teater, Pameran Seni Rupa dan Diskusi Publik

Alasan Urgensi Kehadiran TPK di BKN

Pemda Nagekeo menyampaikan 4 pertimbangan utama. Pendampingan Awal Kebijakan Baru Ekspose di BKN adalah tahap pendampingan awal implementasi Manajemen Talenta. Untuk NTT, Nagekeo adalah daerah kedua setelah Sikka yang maju ekspose.

Artinya Nagekeo termasuk perintis penerapan sistem ini. Keputusan Kolektif-Kolegial. Karena keputusan TPK bersifat kolektif, maka seluruh anggota tim wajib punya pemahaman yang sama soal metodologi penilaian, sistem merit, dan mekanisme validasi talent pool. Tidak bisa hanya diwakili 1-2 orang.

Klarifikasi Langsung ke BKN

Kehadiran fisik diperlukan untuk tanya jawab langsung, menyamakan persepsi, dan menghindari multi tafsir saat diterapkan di daerah. Ini untuk menjamin akuntabilitas.

Tindak Lanjut di Daerah, hasil dari Jakarta akan didiseminasikan lewat rapat internal dan dituangkan dalam pedoman pelaksanaan. Jadi bukan berhenti di Jakarta.

Menjawab kritik publik dan DPRD
bahwa terkait bentrok jadwal dengan Sidang Paripurna DPRD, ini menjadi catatan evaluasi bagi Pemda ke depan agar penjadwalan kegiatan pusat dan daerah bisa disinergikan. Kehadiran di forum legislatif tetap penting dan tidak bisa diabaikan. *

Penulis : Arkadius Togo

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Cegah Bullying dan Judol, Tim Polres Ende Sosialisasi di SMAN 1 Ende
Anggota DPRD NTT Janji Kawal Perbaikan Gedung SMAK Baleriwu yang Rusak Akibat Gempa
Tingkat Pengetahuan dan Keterampilan, Nakertrans Ngada Gelar Pelatihan Barber Pria
Taman Doa Bunda Maria Semesta Alam Wolowio, Titik Star 40 Peserta Memulai Perjalanan Rohani Camino de Flores
Pemkab Ngada Gelar Job Fair Selama Sepekan, 8 Perusahaan dan Lembaga Terlibat dalam Kegiatan
Oktovianus Moa Mesi Salurkan Bantuan Hand Traktor dari Bunda Julie Laiskodat kepada Dua Kelompok Tani di Ende
Nyala Pelita di Bumi Ribang: Ketika Harapan Menjemput Asa Lewat Mini Job Fair Nakertrans Sikka
Hari Kesepuluh Pencarian, Satu Korban Tenggelamnya Kapal Wisata KM Feronia Belum Ditemukan
Berita ini 179 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:13 WITA

Cegah Bullying dan Judol, Tim Polres Ende Sosialisasi di SMAN 1 Ende

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:00 WITA

Anggota DPRD NTT Janji Kawal Perbaikan Gedung SMAK Baleriwu yang Rusak Akibat Gempa

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:42 WITA

Tingkat Pengetahuan dan Keterampilan, Nakertrans Ngada Gelar Pelatihan Barber Pria

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:16 WITA

Taman Doa Bunda Maria Semesta Alam Wolowio, Titik Star 40 Peserta Memulai Perjalanan Rohani Camino de Flores

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:13 WITA

Pemkab Ngada Gelar Job Fair Selama Sepekan, 8 Perusahaan dan Lembaga Terlibat dalam Kegiatan

Berita Terbaru