ENDE, FLORESPOS.net-Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT) akan dibangun di Modo, Kecamatan Lembor Selatan, diharapkan beroperasi tahun depan, 2027. SR program nasional/Pemerintah Pusat (Pempus).
Menanggapi media ini di Labuan Bajo, Kamis (9/7/2026), terkait realisasi SR di Manggarai Barat, Wakil Bupati (Wabup) Mabar, Yulianus Weng, mengatakan, dibangun di Modo karena di sana ada lahan pemerintah yang luasnya sesuai kriteria Pempus.
Diungkapkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mabar mengusulkan kepada Pempus bahwa jumlah Sekolah Rakyat yang bangun di daerah satu unit. Lokasinya di Modo, Kecamatan Lembor Selatan. Saat ini sertifikat tanahnya sedang berproses. Tanah bersertifikat salah satu persyaratan utama Pempus untuk mendirikan SR.
“Nanti kalau sertifikat tanah sudah ada, kita bawa usulan itu ke pusat (Pempus), Kementerian Sosial. Itu persyatan utama mendirikan Sekolah Rakyat yang wajib dipenuhi Pemkab Mabar. Persyaratan lain sudah,” ujar Wabup Weng.
Lanjutnya, sesuai aturan, lahan untuk Sekolah Rakyat adalah milik Pemerintah Daerah (Pemda), dalam hal milik Pemkab Mabar. Luas lahan 6,5 hektare sampai 7,5 ha.
Di kompleks tersebut dibangun lembaga pendidikan SR dari tingkat SD (Sekolah Dasar) sampai SLTA (Sekolah Lanjutan Tingkat Atas).
Sehubungan dengan lahan, Pemkab Mabar kesulitan. Beruntung di Modo ada. Makanya lokasi SR untuk tingkat Mabar di Modo. Sekolah Rakyat sepertinya diperuntukan bagi masyarakat tidak mampu. Semua biaya ditanggung pemerintah.
“Makan-minum, seragam ditanggung pemerintah/negara. Semua ditanggung pemerintah/negara. Bagus juga. Tanah Sekolah Rakyat itu aset pemerintah,” kata Wabup Weng.
Memang, mestinya lokasi SR di kota, tapi karena di Mabar kesulitan lahan di Labuan Bajo ibu kota Mabar, dan di Modo ada tanah pemerintah, maka SR itu jadi di sana. Itu kendalanya, disamping itu untuk membuka isolasi.
“Usulan kita untuk SR itu hanya satu karena kendala tanah tadi,” kata Wabup 2 periode itu.
“Manakala sertifikat tanah sudah ada di Pempus/Kemensos, barulah dibangun fisik SR-nya. Dengan demikian, mungkin bisa tahun depan mulai pelaksanaan kegiatan SR di Modo,” kata Wabup Weng lagi. *
Penulis : Andre Durung
Editor : Wentho Eliando









