LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Kondisi Hila Japi, mantan wartawan Harian Umum Flores Pos edisi Jakarta, memprihatinkan. Kesehatannya di Jakarta belakangan ini memburuk akibat sakit.
Dia terkena strok hingga harus menggunakan kursi roda dan tongkat bila ingin keluar dari pembaringan/tempat tidur.
Sadar atas kondisi itu, Hila yang juga mantan Pemimpin Redaksi (Pimred) Harian Umum Flores Pos edisi Jakarta ini, akhirnya kembali ke tanah tumpah darahnya, di tanah kelahirannya di Saghe, Desa Rana Kolong, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, NTT.
Selama sakit di Ibu Kota Republik Indonesia, Hila diurus oleh sahabat karib seasalnya, Pieter Sambut dan keluarga, serta koleganya yang lain.
Pieter Sambut juga merupakan mantan wartawan dan Redaktur Pelaksana (Redpel) Harian Umum Flores Pos edisi Jakarta. Pieter Sambut berasal dari Lekeng Kisol, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur.
Tak hanya urus total sakit selama di Jakarta, Pieter dan anaknya yang akrab disapa Lalong, juga mati-matian ikut mendampingi perjalanan Hila menuju Saghe.
Dari Jakarta ke Surabaya, mereka tumpang Kereta Api. Sedangkan Surabaya-Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, ketiganya menumpang kapal laut. Dan tiba di Labuan Bajo pada Senin, 18 September 2023.
Dari Ibu Kota Mabar, Labuan Bajo, rencananya mereka tiga menuju Saghe menggunakan mobil, Rabu, 20 September 2023. Dan itu pun rencananya setelah lancong di beberapa spot wisata di tanah ujung barat Flores, antara lain di Tanjung Bunga dan Golo Mori.
Ditemui Florespos.net di rumah milik Petrus Slamin di kompleks BTN, tidak jauh dari Bandara Komodo Labuan Bajo, Hila sedang berbaring lemah di tempat tidur.
Dia berkomunikasi menggunakan 2 bahasa. Bahasa Indonesia dan bahasa ibunya, yaitu bahasa “Mbaen”, Manggarai Timur.
Beberapa saat kemudian, dibantui Pieter, Hila yang saat ini juga merupakan wartawan media online dan cetak Flores Pos Net untuk wilayah Jakarta, ini bangun dan berjalan ke ruang tamu menggunakan tongkat alumenium berkaki empat. Pelan tapi pasti. Di ruang tamu dia duduk di kursi plastik.
“Andre, ome mbae manga Peter, za’o matar gha (Andre, kalau tidak ada Pieter, saya sudah mati),” ucap Hila menggunakan bahasa “mbaen,” sambil mengusap air mata.
Diungkapkan, selama di Jakarta dia sudah beberapa kali terkena sakit yang sama, strok. Setelah ditangani secara medis, sembuh. Sesudahnya tidak rutin lagi urus kesehatannya. Antara lain tidak lagi minum obat darah tinggi.
Dan beberapa waktu lalu, dia jatuh di kontrakkannya dan langsung parah. Tetangga bantu, dan selanjutnya total diurus Pieter Sambut dan keluarga serta kawan-kawan yang lain hingga balik pulang ke Flores.
Selama berbincang dengan Florespos.net, Hila berkali-kali mengusap air mata. Meski begitu dia tetap tegar, semangat.
Pengucapan kata-katanya cukup jelas. Bahkan sempat bernyanyi bahasa Inggris bersama Pieter dan teman mereka dari seberang via HP.
Saat makan siang yang disuap Pieter, Hila juga tampak kuat dan begitu bersemangat.
Beberapa saat usai makan, putra Saghe itu sempat jalan sendirian menggunakan tongkat alumenium 1 kaki, sesaat sebelumnya menggunakan tongkat 4 kaki, dan Pieter selalu disampingnya.
Pada kesempatan yang sama, Hila juga sempat cek tekanan darah oleh petugas kesehatan lingkup Pemkab Mabar. Hal itu sesaat seusai Kepala Dinas Kesehatan Manggarai Barat Paul Mami, tinggalkan Hila, Pieter, Pit Slamin dan lain-lain.
“Kaka Hila ini kuat. Saya yakin dia segera sembuh,” komentar Pieter.
Lanjut Pieter, selama perjalanan dari Jakarta ke Surabaya dengan Kereta Api, kondisi kakak Hila baik.
“Dalam kapal laut saat ke Labuan Bajo sini, juga baik-baik saja. Bahkan kami sempat jalan- jalan pakai kursi dalam kapal. Penumpang lain salut dengan kami,” ungkap Pieter.
Pieter Sambut sempat bocor bahwa harga obatnya Hila sekitar Rp 3 juta per paket. Kemajuannya cepat. Itu dibantu oleh teman-teman Jakarta, termasuk tongkat dan lain-lain. Banyak teman yang bantu.
“Ini semua kasih Tuhan,” komentar Pieter Sambut, penuh semangat.
Saat itu tampak sejumlah orang datang menjenguk Hila. Di antaranya Servan (Klik Labuan Bajo), dan Berto Kalu (Pos Kupang), disamping Kadis Kesehatan Manggarai Barat, Paul Mami.
Kondisi Hila Japi saat ini sudah sedikit membaik. Rencananya kalau sudah sembuh, Hila balik Jakarta. Semoga lekas sembuh kraeng tua, Hila Japi. *
Penulis: Andre Durung / Editor: Wentho Eliando










