Memprihatinkan Kondisi Hila Japi, Mantan Wartawan Harian Umum Flores Pos - FloresPos Net

Memprihatinkan Kondisi Hila Japi, Mantan Wartawan Harian Umum Flores Pos

- Jurnalis

Rabu, 20 September 2023 - 14:53 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Kondisi Hila Japi, mantan wartawan Harian Umum Flores Pos edisi Jakarta, memprihatinkan. Kesehatannya di Jakarta belakangan ini memburuk akibat sakit.

Dia terkena strok hingga harus menggunakan kursi roda dan tongkat bila ingin keluar dari pembaringan/tempat tidur.

Sadar atas kondisi itu, Hila yang juga mantan Pemimpin Redaksi (Pimred) Harian Umum Flores Pos edisi Jakarta ini, akhirnya kembali ke tanah tumpah darahnya, di tanah kelahirannya di Saghe, Desa Rana Kolong, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, NTT.

Selama sakit di Ibu Kota Republik Indonesia, Hila diurus oleh sahabat karib seasalnya, Pieter Sambut dan keluarga, serta koleganya yang lain.

Pieter Sambut juga merupakan mantan wartawan dan Redaktur Pelaksana (Redpel) Harian Umum Flores Pos edisi Jakarta. Pieter Sambut berasal dari Lekeng Kisol, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur.

Tak hanya urus total sakit selama di Jakarta, Pieter dan anaknya yang akrab disapa Lalong, juga mati-matian ikut mendampingi perjalanan Hila menuju Saghe.

Dari Jakarta ke Surabaya, mereka tumpang Kereta Api. Sedangkan Surabaya-Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, ketiganya menumpang kapal laut. Dan tiba di Labuan Bajo pada Senin, 18 September 2023.

Dari Ibu Kota Mabar, Labuan Bajo, rencananya mereka tiga menuju Saghe menggunakan mobil, Rabu, 20 September 2023. Dan itu pun rencananya setelah lancong di beberapa spot wisata di tanah ujung barat Flores, antara lain di Tanjung Bunga dan Golo Mori.

Baca Juga :  Bupati Endi: Pancasila Pemersatu Bangsa dan Fondasi Perdamaian Dunia

Ditemui Florespos.net di rumah milik Petrus Slamin di kompleks BTN, tidak jauh dari Bandara Komodo Labuan Bajo, Hila sedang berbaring lemah di tempat tidur.

Dia berkomunikasi menggunakan 2 bahasa. Bahasa Indonesia dan bahasa ibunya, yaitu bahasa “Mbaen”, Manggarai Timur.

Beberapa saat kemudian, dibantui Pieter, Hila yang saat ini juga merupakan wartawan media online dan cetak Flores Pos Net untuk wilayah Jakarta, ini bangun dan berjalan ke ruang tamu menggunakan tongkat alumenium berkaki empat. Pelan tapi pasti. Di ruang tamu dia duduk di kursi plastik.

“Andre, ome mbae manga Peter, za’o matar gha (Andre, kalau tidak ada Pieter, saya sudah mati),” ucap Hila menggunakan bahasa “mbaen,” sambil mengusap air mata.

Diungkapkan, selama di Jakarta dia sudah beberapa kali terkena sakit yang sama, strok. Setelah ditangani secara medis, sembuh. Sesudahnya tidak rutin lagi urus kesehatannya. Antara lain tidak lagi minum obat darah tinggi.

Dan beberapa waktu lalu, dia jatuh di kontrakkannya dan langsung parah. Tetangga bantu, dan selanjutnya total diurus Pieter Sambut dan keluarga serta kawan-kawan yang lain hingga balik pulang ke Flores.

Selama berbincang dengan Florespos.net, Hila berkali-kali mengusap air mata. Meski begitu dia tetap tegar, semangat.

Pengucapan kata-katanya cukup jelas. Bahkan sempat bernyanyi bahasa Inggris bersama Pieter dan teman mereka dari seberang via HP.

Saat makan siang yang disuap Pieter, Hila juga tampak kuat dan begitu bersemangat.

Baca Juga :  Delapan Fraksi di DPRD Ende Usulkan Nama Sekda Ende Jadi Penjabat Bupati

Beberapa saat usai makan, putra Saghe itu sempat jalan sendirian menggunakan tongkat alumenium 1 kaki, sesaat sebelumnya menggunakan tongkat 4 kaki, dan Pieter selalu disampingnya.

Pada kesempatan yang sama, Hila juga sempat cek tekanan darah oleh petugas kesehatan lingkup Pemkab Mabar. Hal itu sesaat seusai Kepala Dinas Kesehatan Manggarai Barat Paul Mami, tinggalkan Hila, Pieter, Pit Slamin dan lain-lain.

“Kaka Hila ini kuat. Saya yakin dia segera sembuh,” komentar Pieter.

Lanjut Pieter, selama perjalanan dari Jakarta ke Surabaya dengan Kereta Api, kondisi kakak Hila baik.

“Dalam kapal laut saat ke Labuan Bajo sini, juga baik-baik saja. Bahkan kami sempat jalan- jalan pakai kursi dalam kapal. Penumpang lain salut dengan kami,” ungkap Pieter.

Pieter Sambut sempat bocor bahwa harga obatnya Hila sekitar Rp 3 juta per paket. Kemajuannya cepat. Itu dibantu oleh teman-teman Jakarta, termasuk tongkat dan lain-lain. Banyak teman yang bantu.

“Ini semua kasih Tuhan,” komentar Pieter Sambut, penuh semangat.

Saat itu tampak sejumlah orang datang menjenguk Hila. Di antaranya Servan (Klik Labuan Bajo), dan Berto Kalu (Pos Kupang), disamping Kadis Kesehatan Manggarai Barat, Paul Mami.

Kondisi Hila Japi saat ini sudah sedikit membaik. Rencananya kalau sudah sembuh, Hila balik Jakarta. Semoga lekas sembuh kraeng tua, Hila Japi. *

Penulis: Andre Durung / Editor: Wentho Eliando

Berita Terkait

Ngada Gelar Festival Komodo Riung di Desa Lengko Sambi Utara
Wisata Flores–Batu Kelamin di Puncak Poco Ndeki, Destinasi Wisata Unik Manggarai Timur
Bhayangkara Presisi Polres Ende Petik Kemenangan Kedua di Turnamen Voli Soekarno Cup
Momentum Hari Anak Nasional, Save the Children Indonesia Ajak Semua Pihak Berkolaborasi Melalui Festival Pahlawan Anak
Misa Syukur Tahbisan Episkopal Mgr. Yohanes Hans Monteiro Jadi Perjumpaan Lintas Agama Diaspora Flores Timur Lembata
Konservasi Bukan Penghambat Pembangunan, Tetapi Fondasi Bagi Pembangunan Berkelanjutan
In Flores, BBKSDA NTT dan LNBM Perkuat Bisnis dan Jasa Wisata di Kawasan Konservasi Komodo
Tanggapi Keluhan Warga, Pemerintah Segera Revitalisasi RSUD dan Reformasi Manajemen
Berita ini 99 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 19:38 WITA

Ngada Gelar Festival Komodo Riung di Desa Lengko Sambi Utara

Sabtu, 25 Juli 2026 - 16:17 WITA

Wisata Flores–Batu Kelamin di Puncak Poco Ndeki, Destinasi Wisata Unik Manggarai Timur

Jumat, 24 Juli 2026 - 22:17 WITA

Bhayangkara Presisi Polres Ende Petik Kemenangan Kedua di Turnamen Voli Soekarno Cup

Jumat, 24 Juli 2026 - 19:57 WITA

Momentum Hari Anak Nasional, Save the Children Indonesia Ajak Semua Pihak Berkolaborasi Melalui Festival Pahlawan Anak

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:16 WITA

Konservasi Bukan Penghambat Pembangunan, Tetapi Fondasi Bagi Pembangunan Berkelanjutan

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Ngada Gelar Festival Komodo Riung di Desa Lengko Sambi Utara

Sabtu, 25 Jul 2026 - 19:38 WITA

Bentara Net

BENTARA NET: Mewaspadai Jalan yang Berujung Air Mata

Sabtu, 25 Jul 2026 - 10:46 WITA