ENDE, FLORESPOS.net-Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) dan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Universitas Katolik Widya Mandira Kupang melaksanakan kegiatan sosialisasi literasi digital bagi siswa Sekolah Dasar di Desa Wolokaro, Kecamatan Ende, Kabupaten Ende.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja yang bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai penggunaan teknologi digital secara bijak, aman, dan bertanggung jawab.
Sosialisasi mengusung tema “Desa Cerdas: Penguatan Literasi Digital Siswa di Desa Wolokaro”. Kegiatan diikuti oleh siswa sekolah dasar dan sekolah menengah tersebut mendapat dukungan dari pemerintah desa, pihak sekolah, dan masyarakat setempat.
Dalam pemaparannya, mahasiswa KKN menjelaskan bahwa perkembangan teknologi informasi telah memberikan banyak kemudahan dalam memperoleh informasi dan mendukung proses belajar.
Namun, penggunaan internet yang tidak disertai dengan kemampuan literasi digital dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti penyebaran berita bohong (hoaks), perundungan siber (cyberbullying), penipuan digital, hingga kecanduan media sosial.
Melalui sosialisasi tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai pengertian literasi digital, cara mengenali informasi yang benar, pentingnya menjaga etika dalam bermedia sosial, serta langkah-langkah melindungi data pribadi saat menggunakan internet.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga dikemas secara interaktif melalui sesi tanya jawab, diskusi, dan permainan edukatif sehingga peserta lebih mudah memahami materi yang disampaikan.
Koordinator mahasiswa KKN-T/MBKM, Petrus Pile Mulan kepada florespos.net, Selasa (7/7/2026) menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus upaya mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di desa melalui pemanfaatan teknologi digital.
“Kami berharap para siswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkan internet sebagai sarana belajar, mengembangkan kreativitas, dan membangun karakter yang bertanggung jawab dalam dunia digital,” ujarnya.
Pihak Sekolah SD PANAMATA Desa Wolokaro menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurut pemerintah desa, literasi digital menjadi kebutuhan penting di era perkembangan teknologi saat ini.
Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan anak-anak dan remaja di Desa Wolokaro mampu menggunakan internet secara lebih bijaksana serta terhindar dari berbagai risiko yang muncul di ruang digital.
Para peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Mereka aktif mengajukan pertanyaan mengenai penggunaan media sosial, keamanan akun digital, hingga cara membedakan informasi yang benar dan hoaks. Antusiasme tersebut menunjukkan tingginya minat siswa untuk memahami teknologi digital secara lebih baik.
Melalui program “Desa Cerdas”, mahasiswa KKN-T/MBKM Universitas Katolik Widya Mandira Kupang berharap terciptanya budaya literasi digital yang berkelanjutan di Desa Wolokaro.
Program ini diharapkan mampu mendorong lahirnya generasi muda yang cakap digital, kritis dalam menerima informasi, serta mampu memanfaatkan teknologi sebagai sarana pembelajaran, komunikasi, dan pengembangan potensi diri secara positif.*
Penulis : Willy Aran
Editor : Wentho Eliando










