Fakta Lain Dibalik Patung Bung Karno yang Berada di Taman Renungan Kota Ende - FloresPos Net

Fakta Lain Dibalik Patung Bung Karno yang Berada di Taman Renungan Kota Ende

- Jurnalis

Minggu, 31 Mei 2026 - 14:30 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ENDE, FLORESPOS.net-Bung Karno, sang proklamator bangsa pernah diasingkan di Kota Ende pada tahun 1934 -1938.

Di kota kecil yang berada di Pulau Flores, Bung Karno menemukan lima mutiara yang kemudian dikristalkan menjadi lima sila dalam Pancasila  yang menjadi dasar negara Indonesia.

Jejak pengasingan Bung Karno di Ende kemudian diabadikan dalam berbagai  situs diantaranya Rumah Pengasingan Bung Karno dan Taman Renungan.

Taman Renungan Bung Karno yang terletak di samping lapangan Pancasila Kota Ende pernah dipugari oleh Yayasan Ende Flores dan diresmikan oleh Wakil Presiden RI, Budiono pada tahun 2013 lalu.

Namun patung Bung Karno yang dibuat dengan gaya duduk kaki kiri dilipat diatas kaki kanan di taman itu berbeda dengan gaya duduk Bung Karno pada beberapa foto Bung Karno yang masih tersimpan di situs Rumah Pengasingan dan foto Bung Karno bersama 45 pemain tonil yang masih disimpan oleh ahli waris sahabat Bung Karno.

Pada beberapa foto itu Bung Karno terlihat duduk dengan gaya kaki kanan dilipat diatas kaki kiri.

Udin, sang juru rawat Rumah Pengasingan Bung Karno Ende kepada Florespos.net, Minggu (31/5/2026) siang mengatakan dari berbagai foto peninggalan Bung Karno saat diasingkan di Ende posisi duduknya dari kanan  ke kiri bukan dari kiri ke kanan.

Baca Juga :  Stipar Ende dan Inovasi NTT Gelar Pelatihan "Reading Camp" Berbasis Metode TaRL: Membangun Fondasi Literasi dari Lio Utara

“Saya perhatikan patung di Taman Renungan  itu beda dengan foto – foto yang terpampang di rumah pengasingan. Posisi duduk yang sebenarnya itu kaki kanan diatas kaki kiri dan tangannya juga dijepit”.

Udin berharap kedepannya patung yang ada di taman Renungan Bung Karno bisa disesuaikan dengan foto- foto yang terpampang di rumah pengasingan yang adalah peninggalan sang proklamator selama empat tahun di Ende.

“Kita harap kedepannya ada perubahan,  patung Bung Karno di taman renungan bisa dicocokan atau disesuaikan dengan foto”.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Samsul Bhari, anak dari Ruslan Uttu yang adalah sahabat Bung Karno saat di Ende.

Saat ini Samsul masih menyimpan beberapa barang peninggalan Bung Karno seperti lemari marmer, tempat rokok, uang koin, lesung sirih pinang ibu Amsi dan foto bersama 45 pemain tonil.

Dalam foto bersama Bung Karno dengan pemain tonil yang berlatar pantai Nangalala Ende tersebut Bung Karno terlihat duduk dengan posisi kaki  kanan diatas kaki kiri.

“Itu yang asli, Bung Karno duduk dengan posisi atau gaya seperti itu bukan seperti yang taman Renungan”.

Baca Juga :  DPC PKB Ende Masih Tunggu Djafar Achmad, Akan Bersikap Jika Tidak Penuhi Persyaratan

Terkait hal tersebut ia telah menyampaikan kepada pemerintah dan pihak yang melakukan pemugaran taman tersebut tahun 2013 lalu namun waktu itu ia mendapatkan jawaban bahwa patung itu hanya  sebuah proyek.

“Saya omong dan protes saat itu tapi mereka jawab biar sudah ini hanya proyek om,” kata Samsul.

Samsul juga mengatakan menurut cerita orangtuanya, Ruslan Uttu dan pamannya Dharam Uttu dalam keseharian saat berada di Taman Renungan posisi duduk Bung Karno bukan seperti pada patung tetapi dengan gaya duduk bersila seperti semedi.

Ia berharap kedepannya jika ada pemugaran lagi Patung Bung Karno dibangun sesuai dengan sejarah agar tidak membelokan sejarah untuk generasi sekarang dan generasi yang akan datang.

Pada 1 Juni 2026 dalam rangkaian memperingati hari lahir (Harla) Pancasila, Pemkab Ende menggelar berbagai kegiatan dalam kemasan Pekan Ende Street Festival (Pesta).

Rangkaian kegiatan tersebut mulai dilaksanakan pada 28 Mei hingga 3 Juni 2026. Kegiatan tersebut antara lain pentas seni Pancasila Night, Parade Kebangsaan, Doa Kebangsaan, Upacara Bendera dan ditutup dengan lomba naro.*

Penulis : Willy Aran

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Anggota Pramuka SMPK Tri Bhakti Reo Wakili Kwarcab Manggarai di Jamda X NTT dan Jamnas XII 2026
Para Legend NTT Turun Lapangan di Soekarno Cup, Bobi: Kami Hadir untuk Gairahkan Voli di Ende
Hadiri Sertijab Camat Boawae Bupati Simplisius Donatus Tegaskan 3 Peran Utama
Festival Golo Koe: Memobilisasi Orang Berwisata di Labuan Bajo
Up Date Kasus DBD di Ende, Ende Timur Tertinggi Dalam Kota
Hari Anak Nasional di SDI Dorameli, Kolaborasi Jadi Kunci Jaga Senyum Anak di Tengah Keterbatasan Anggaran
Q One Club Petik Kemenangan Kedua di Soekarno Cup, Naya: Kami Tampil Maksimal
Thresher Shark Indonesia dan Masyarakat Solor Timur Petakan Peluang Mata Pencaharian Alternatif bagi Nelayan dan Pengepul Perikanan
Berita ini 95 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:27 WITA

Anggota Pramuka SMPK Tri Bhakti Reo Wakili Kwarcab Manggarai di Jamda X NTT dan Jamnas XII 2026

Kamis, 23 Juli 2026 - 21:05 WITA

Para Legend NTT Turun Lapangan di Soekarno Cup, Bobi: Kami Hadir untuk Gairahkan Voli di Ende

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:17 WITA

Hadiri Sertijab Camat Boawae Bupati Simplisius Donatus Tegaskan 3 Peran Utama

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:35 WITA

Festival Golo Koe: Memobilisasi Orang Berwisata di Labuan Bajo

Kamis, 23 Juli 2026 - 08:40 WITA

Hari Anak Nasional di SDI Dorameli, Kolaborasi Jadi Kunci Jaga Senyum Anak di Tengah Keterbatasan Anggaran

Berita Terbaru

Advertorial

Festival Golo Koe: Memobilisasi Orang Berwisata di Labuan Bajo

Kamis, 23 Jul 2026 - 15:35 WITA