MAUMERE, FLORESPOS.net-Pemerintah Kabupaten Sikka memperingati Hari Ulang Tahun Perpustakaan ke-54 dan Hari Ulang Tahun Kearsipan ke-55 Tingkat Kabupaten Sikka Tahun 2026 melalui upacara bendera dengan mengusung tema “Literasi Menguat, Arsip Terawat, Sikka Maju dan Berbudaya,” di halaman Kantor Bupati Sikka, Senin, (18/5/2026).
Dalam sambutannya, Wakil Bupati (Wabup) Sikka, Simon Subandi Supriadi menegaskan bahwa literasi dan kearsipan merupakan dua pilar penting dalam pembangunan daerah.
Menurutnya, literasi membangun kualitas sumber daya manusia, sementara arsip menjaga memori, identitas, dan sejarah daerah.
“Momentum ini bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi panggilan moral dan gerakan bersama untuk membangun masyarakat yang cerdas, berbudaya, tertib administrasi, dan siap menghadapi perubahan zaman,” ujarnya.
Simon mengatakan, perpustakaan saat ini tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan buku, tetapi telah berkembang menjadi pusat pembelajaran, pusat kreativitas, pusat inovasi, sekaligus pusat peradaban masyarakat.
Karena itu, sebutnya, Pemerintah Kabupaten Sikka melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan terus menghadirkan berbagai inovasi guna memperkuat budaya membaca di tengah masyarakat. Salah satu program unggulan yang mendapat perhatian khusus adalah Gerakan Gong Literasi.
Ia menerangkan, melalui program tersebut, siswa-siswi SD dan SMP dibiasakan membaca selama 30 menit sebelum pelajaran dimulai dan 30 menit setelah kegiatan belajar selesai.
“Bangsa yang maju bukan hanya bangsa yang kaya sumber daya alam, tetapi bangsa yang masyarakatnya gemar membaca, berpikir kritis, dan mencintai ilmu pengetahuan,” ungkapnya.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Sikka juga terus mendorong Program Wisata Literasi dan Sains melalui konsep Paket Wisata Literasi yang menghadirkan pengalaman belajar langsung bagi para pelajar dengan mengunjungi pusat pemerintahan, dunia usaha, koperasi, UMKM, dan lembaga pendidikan.
Program inspiratif seperti “Sehari Menjadi Bupati”, “Sehari Menjadi Ketua DPRD”, serta Executive Class Literasi dan Sains turut mendapat apresiasi karena dinilai mampu membangun jiwa kepemimpinan dan pendidikan demokrasi bagi generasi muda.
Dalam bidang pelayanan literasi, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka juga menghadirkan Gerakan Antar dan Jemput Buku dengan slogan “Buku Dijemput, Ilmu Diantar ke Rumah.”
Program tersebut melayani lansia, difabel, pasien rumah sakit, penghuni rumah tahanan, serta masyarakat yang memiliki keterbatasan akses terhadap bahan bacaan.
Selain itu, pelayanan perpustakaan keliling melalui mobil dan motor perpustakaan terus diperkuat dengan tagline “Menjangkau yang Tidak Terjangkau Hingga Menembus Batas.”
Wakil Bupati Sikka juga memberikan apresiasi terhadap pengembangan Website Perpustakaan Umum Daerah Frans Seda dan Website Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka sebagai bagian dari transformasi digital pelayanan publik.
Simon turut menyampaikan penghargaan kepada mahasiswa Program Studi Sistem Informasi IFTK Ledalero Maumere dan mahasiswa magang Teknik Informatika UNIPA Maumere yang telah berkolaborasi bersama pemerintah daerah dalam mendukung pelayanan digital yang inovatif dan inklusif.
Dalam kesempatan tersebut, dirinya juga menyoroti masih rendahnya Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Kabupaten Sikka yang pada tahun 2024 berada pada angka 0,14 dan meningkat menjadi 1,48 pada tahun 2025, namun masih berada dalam kategori sangat rendah.
Sementara itu, Tingkat Kegemaran Membaca Kabupaten Sikka juga masih berada pada kategori kurang dengan nilai 54.
Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, sekolah, pemerintah, gereja, masjid, komunitas, hingga media massa untuk bersama-sama membangun budaya membaca.
Di bidang kearsipan, Wakil Bupati menegaskan bahwa arsip merupakan memori kolektif daerah sekaligus bukti sejarah, bukti hukum, dan sumber informasi pemerintahan.
Ia mengakui masih terdapat berbagai kendala dalam pengelolaan arsip di sejumlah perangkat daerah, seperti belum optimalnya tata naskah dinas, keterbatasan arsiparis, belum tersedianya central file dan record center, serta rendahnya kesadaran pengelolaan arsip.
Karena itu, seluruh pimpinan OPD diminta memberi perhatian serius terhadap pengelolaan arsip dan memperkuat implementasi aplikasi SRIKANDI sebagai bagian dari transformasi digital pemerintahan.
Mengakhiri sambutannya, Wakil Bupati Sikka menyampaikan apresiasi kepada Bunda Literasi Kabupaten Sikka, para guru, pegiat literasi, pengelola perpustakaan, arsiparis, komunitas baca, dan seluruh pihak yang selama ini bekerja membangun budaya literasi di Kabupaten Sikka.
“Melalui momentum ini, mari kita jadikan perpustakaan sebagai rumah pengetahuan dan arsip sebagai penjaga sejarah peradaban daerah,”pungkasnya. *
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando










