ENDE, FLORESPOS.net-Bupati Kabupaten Ende, Yosef Benediktus Badeoda hadir saat prosesi wisuda 203 sarjana baru dari Universitas Flores (Uniflor) yang dilaksanakan di Auditorium H.J Gadi Djou, Sabtu (16/5/2026).
Bupati Ende hadir memberikan sambutan memotivasi para sarjana baru dan menyampaikan komitmen pemerintah mendukung dunia pendidikan di daerah ini.
Usai membawakan sambutan, orang nomor satu ini tersentak ketika beberapa mahasiswa dan mahasiswi Uniflor berkebutuhan khusus (disabilitas) tampil membawakan puisi dihadapan para undangan dan wisudawan.
Bupati Ende langsung bangun dari tempat duduknya dan mendekati para mahasiswa- mahasiswi yang membawakan puisi.
Saat berada diantara para mahasiswa, Bupati Yosef Badeoda langsung mengatakan bahwa dirinya memberikan bantuan pendidikan berupa uang sebesar Rp 20 juta kepada mahasiswa-mahasiswi berkebutuhan khusus yang mengenyam pendidikan tinggi di Uniflor.
“Saya memberikan bantuan pendidikan dari uang pribadi saya kepada mereka sebesar dua puluh juta. Pak rektor nanti tolong data mahasiswa yang berkebutuhan khusus,” katanya.
Setelah menyampaikan hal tersebut, Bupati Ende juga memanggil Ketua DPRD Ende, Fransiskus Taso yang hadir pada kesempatan tersebut.
Kepada Ketua DPRD Ende, Bupati mengatakan bahwa pada tahun anggaran mendatang perlu ada alokasi anggaran untuk membantu biaya pendidikan kaum disabilitas.
Sebelumnya dalam sambutannya, Bupati Ende menyampaikan selamat dan proficiat kepada 203 sarjana yang telah menyelesaikan pendidikan akademik.
“Saya bersama wakil bupati menyampaikan selamat dan sukses kepada seluruh lulusan yang telah menyelesaikan pendidikan akademiknya sebagai buah dari kerja keras dan ketekunan selama ini. Terima kasih untuk rektor dan seluruh tenaga kependidikan di Uniflor yang telah mencetak generasi unggul dan berkarakter yang siap membangun bangsa dan daerah ini,” kata Bupati Ende.
Bupati menegaskan kepada para lulusan dari Uniflor bahwa kelulusan bukan akhir dari perjalanan melainkan gerbang awal memasuki dunia nyata.
Ia mengatakan para lulusan yang baru diwisudakan jangan takut bermimpi karena setiap orang memiliki hak untuk bermimpi termasuk bermimpi jadi orang kaya.
Bupati Yosef juga menceritakan kisah hidupnya. Dulu ia tak pernah bermimpi jadi bupati tetapi bermimpi menjadi orang kaya.
“Setiap orang pasti punya mimpi dan setelah lulus dari sini mau buat apa. Dulu saya tidak pernah bermimpi jadi bupati tetapi bermimpi jadi orang kaya. Setelah jadi orang kaya baru jadi bupati,” katanya.
Ia mengharapkan, 203 sarjana yang diwisudakan menjadi agen perubahan untuk mengubah pola pikir masyarakat.
“Harap lulusan jadi agen perubahan dan yang harus dirubah adalah pola pikir masyarakat,” katanya.
Kata Bupati, Ende hari ini pertumbuhan ekonominya diatas nasional yaitu 5,58 % tetapi tingkat kemiskinan itu hampir tertinggi di NTT karena terjebak dalam tiga kemiskinan. Tiga kemiskinan itu adalah berpikir miskin, memiliki mental miskin dan salah kelola keuangan.
“Dengan kondisi kemiskinan seperti ini maka kalian harus menjadi agen perubahan untuk merubah pola pikir masyarakat kita agar terlepas dari tiga level kemiskinan tersebut,” katanya.
Bantuan dari Bupati Ende kepada mahasiswa berkebutuhan khusus mendapatkan apresiasi khusus dari kampus Uniflor.
Rektor Uniflor, Dr Willybrodus Lanamana mengatakan bantuan dari Bupati Ende sangat berarti bagi mahasiswa berkebutuhan khusus untuk meringankan beban kebutuhan kampus seperti membeli buku dan keperluan lain.
Rektor mengatakan, bantuan langsung dari bupati kepada mahasiswa berkebutuhan khusus pada momen wisuda baru terjadi pada wisuda periode ini.
“Terima kasih kepada pak Bupati Ende dan pemerintah yang telah memberikan perhatian kepada mahasiswa kami yang berkebutuhan khusus. Selama ini di acara wisuda baru terjadi hari ini. Rp 20 juta itu bagi sebagian orang mungkin relatif kecil tetapi bagi mahasiswa sangat membantu”.
Rektor juga mengatakan mahasiswa Uniflor dengan kondisi kebutuhan khusus sebanyak 12 orang dan ada beberapa orang sudah mendapatkan bantuan pendidikan dari Kementerian Pendidikan Tinggi.*
Penulis : Willy Aran
Editor : Wentho Eliando










