Pengawas Ketenagakerjaan hanya Ada Dua di Flores dan Lembata - FloresPos Net

Pengawas Ketenagakerjaan hanya Ada Dua di Flores dan Lembata

- Jurnalis

Kamis, 30 April 2026 - 19:31 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAUMERE, FLORESPOS.net-Kewenangan pengawasan dan bisa memberi sanksi kepada para pemberi kerja ini adalah pihak pegawai pengawas yang ada di provinsi karena kewenangan itu ada di provinsi bukan di kabupaten atau kota.

Para pegawai ini jabatannya fungsional tertentu sebagai pengawas hubungan industrial, tetapi mereka ini berada di provinsi dan bila ada perselisihan perburuhan maka kabupaten sebagai mediator akan melaporkan ke provinsi.

“Pengawas yang akan datang ke kabupaten untuk melakukan pemeriksaan. Untuk di Pulau Flores ini,pengawas hanya ada di Kabupaten Lembata dan Ngada saja,” ujar Welibrorda Dua Bura, Kepala Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sikka, Kamis (30/4/2026).

Dua Bura mengatakan, sebelumnya di Kabupaten Flores Timur dan Sikka ada pengawas di tahun 2017 sampai dengan 2020 dan saat pandemi Covid-19, pengawas di Kabupaten Sikka meninggal dunia.

Ia menyebutkan, sampai dengan saat ini belum ada pengganti, karena memang keadaan di provinsi juga pegawai pengawas ini sangat terbatas sehingga pihak kabupaten hanya melakukan koordinasi dan konsultasi hanya melalui telepon.

Baca Juga :  Huntap Buat Warga Terdampak Gempa Flores di Sikka Segera Dibangun untuk Tahap Pertama

“Terkait pengawasan ketenagakerjaan, Dinas Tenaga Kerja Kebupaten hanya melaksanakan pembinaan dan monitoring terhadap kasus-kasus yang terjadi di lapangan,” jelasnya.

Dua Bura menegaskan, apabila adanya pengaduan dari pemberi kerja sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 2 tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan, maka mediator dari Dinas Tenaga Kerja Kabupaten akan turun melakukan penelitian ke perusahaan yang dilaporkan.

Lanjutnya, apabila tidak ada pengaduan, maka pihaknya belum tahu sehingga pekerja harus memberikan pengaduan secara tertulis baru diketahui ada terjadi perselisihan hubungan industrial.

Ia menjelaskan, perselisihan hubungan industrial itu ada 4 yakni kepentingan, hak, pemutusan hubungan kerja dan antar serikat pekerja namun di Kabupaten Sikka lebih banyak terjadi perselisihan hubungan industrial berupa PHK.

Baca Juga :  Dua Puluh Ribu Lebih Warga di Ende Terancam Gagal Ikut Pemilu 2024

“Di Kabupaten Sikka lebih banyak kasus Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang mana melekat dengan hak dari pekerja yaitu pesangon dan penghargaan masa kerjanya,” ungkapnya.

Dua Bura memaparkan, tahun 2026 ini kasus yang masuk di Disnakertrans Sikka sudah ada sekitar 15 kasus sampai dengan bulan April 2026 yang mana sekitar 10 kasus sudah diselesaikan yang menghasilkan perjanjian bersama.

Lima kasus lainnya kata dia, akan dijadwalkan setelah hari buruh dengan membuat jadwal pemanggilan para pihak supaya bisa dilakukan mediasi oleh mediator.

Dirinya mengaku untuk Kabupaten Sikka saat ini, dirinya sendiri yang menjadi mediator dikarenakan seorang mediator telah pensiun dan belum ada penggantinya.

“Jadi mungkin ada hambatan-hambatan karena kurangnya tenaga mediator. Saya sebagai kepala bidang juga harus mengendalikan kegiatan administrasi yang lainnya selain sebagai mediator,” pungkasnya. *

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Cegah Bullying dan Judol, Tim Polres Ende Sosialisasi di SMAN 1 Ende
Anggota DPRD NTT Janji Kawal Perbaikan Gedung SMAK Baleriwu yang Rusak Akibat Gempa
Tingkat Pengetahuan dan Keterampilan, Nakertrans Ngada Gelar Pelatihan Barber Pria
Taman Doa Bunda Maria Semesta Alam Wolowio, Titik Star 40 Peserta Memulai Perjalanan Rohani Camino de Flores
Pemkab Ngada Gelar Job Fair Selama Sepekan, 8 Perusahaan dan Lembaga Terlibat dalam Kegiatan
Oktovianus Moa Mesi Salurkan Bantuan Hand Traktor dari Bunda Julie Laiskodat kepada Dua Kelompok Tani di Ende
Nyala Pelita di Bumi Ribang: Ketika Harapan Menjemput Asa Lewat Mini Job Fair Nakertrans Sikka
Hari Kesepuluh Pencarian, Satu Korban Tenggelamnya Kapal Wisata KM Feronia Belum Ditemukan
Berita ini 80 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:13 WITA

Cegah Bullying dan Judol, Tim Polres Ende Sosialisasi di SMAN 1 Ende

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:00 WITA

Anggota DPRD NTT Janji Kawal Perbaikan Gedung SMAK Baleriwu yang Rusak Akibat Gempa

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:42 WITA

Tingkat Pengetahuan dan Keterampilan, Nakertrans Ngada Gelar Pelatihan Barber Pria

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:16 WITA

Taman Doa Bunda Maria Semesta Alam Wolowio, Titik Star 40 Peserta Memulai Perjalanan Rohani Camino de Flores

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:13 WITA

Pemkab Ngada Gelar Job Fair Selama Sepekan, 8 Perusahaan dan Lembaga Terlibat dalam Kegiatan

Berita Terbaru