Uskup Maumere Edwaldus dan Elemen Umat Nyalakan Ribuan Lilin Peduli Korban Perdagangan Orang - FloresPos Net

Uskup Maumere Edwaldus dan Elemen Umat Nyalakan Ribuan Lilin Peduli Korban Perdagangan Orang

- Jurnalis

Senin, 31 Juli 2023 - 14:51 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAUMERE, FLORESPOS.net-Uskup Keuskupan Maumere Mgr. Edwaldus Martinus Sedu, para pastor, suster, dan elemen umat Katolik dari pelbagai paroki di Keuskupan Maumere menyalakan ribuan lilin di Taman Doa Arca Kristus Raja, Jalan Mgr. Soegypranoto Maumere, NTT, Minggu (30/7/2023).

Penyalaan lilin sebagai simbol kepedulian terhadap para korban perdagangan orang dan memperingati Hari Anti Perdagangan Orang Sedunia.

Uskup Edwaldus pada kesempatan itu berbaur bersama para pastor, suster, pengurus Perkumpulan Perempuan TRUK, Pengurus KPKC Keuskupan Maumere, dan Dewan Provinsial SSpS Flores Bagian Timur.

Turut hadir, anggota JPIC Provinsi SVD Ende, RP. Marsel Vande Raring, SVD; RP. Ve Nahak, SVD; Sr. Marsekal, SSpS mewakili Dewan Provinsi SSpS Flores Bagian Timur; para pemimpin biara dan kongregasi, dan elemen organisasi rohani gereja Katolik, Ketua Stasi Pusat Santo Yoseph Maumere, Paul Papo Belang; dan aktivis kemanusiaan.

Pantaua media ini, Uskup Edwaldus didampingi Ketua KPKC Keuskupan Maumere Sr. Fransiska Imakulata, SSpS; dan Ketua Stasi Pusat Santo Yoseph Maumere, Paul Papo Belang dan Anggota Dewan Provinsi SSpS FBT Sr. Marsekal menyalakan lilin yang diikuti para pastor, suster dan elemen umat lainnya.

Pentaskan Drama Singkat 

Sebelum penyalaan lilin, TRUK mempersembahkan Drama Singkat Doa Seribu Lilin karya Fr. Ventus dan Sr. Wilhelmina Rambu Ana, SSpSl.

Baca Juga :  Komisi II DPRD Apresiasi Kerja PDAM Ngada

Drama singkat ini mengisahkan suka duka para pekerja migran di luar negeri yang mengalami pelbagai kasus kekerasan oleh majikan dan perlakuan tidak berperikemanusiaan lainnya.

Drama yang dinarator Suster Wilhelmina Rambu Ana, SSpS diperankan oleh beberapa orang. Korban diperankan oleh Rila dan Amel. Majikan diperankan oleh Vidi dan Nia. Selain pemeran di atas juga ada yang ditugaskan sebagai seorang frater yang diperankan oleh Aldi.

Tampak para pemeran sungguh memainkan perannya entah sebagai korban, sebagai majikan, atau peran yang dipentaskan lainnya.

Korban perdagangan orang yang diperankan Rila dan Amel sungguh menghayati perannya secara total. Mereka  jatuh bangun karena diperlakukan kasar oleh dua majikan.

Rila dan Amel berkali-kali ditendang, dijambak rambutnya, dan perlakuan kasar lainnya. Saking menghayati perannya, kedua korban ini mendapatkan simpatik dari sebagian penonton dan pengunjung yang menyaksikan jalannya drama singkat ini.

Tak sedikit di antara penonton meneteskan air mata tanda haru dan prihatin dengan nasib para pekerja asal Flores/NTT yang bekerja di luar negeri.

Salah seorang yang meneteskan air mata adalah Ibu Emi Payong umat dari KBG Bunda Penolong Abadi Kabor.

Ibu Emi mengaku, meneteskan air mata karena drama yang dipentaskan itu dan adanya adegan kekerasan seperti mengingatkan salah seorang anggota keluarganya yang pernah bekerja di Malaysia harus menerima kenyataan meninggal dunia dua tahun lalu.

Baca Juga :  Pelaku Pariwisata Dukung Sekda Mabar Terkait Destinasi Utuh Flores

“Saya meneteskan air mata karena salah seorang anggota keluarga saya yang bekerja di Malaysia meninggal dunia dua tahun lalu. Saya sangat terharu dan sangat prihatin dengan nasih tenaga kerja kita di luar negeri,” katanya.

Terima Kasih

Ketua Perkumpulan Perempuan  TRUK  yang juga Ketua Komisi KPKC Keuskupan Maumere Sr. Fransiska Imakulata, SSpS, yang akrab disapa Suster Ika menyampaikan terima kasih kepada YM Uskup Maumere, para pastor, para suster, dan elemen umat yang menghadiri acara tersebut.

Secara khusus, Sr. Ika menyampaikan terima kasih kepada pemeran drama singkat dan penulis drama yang telah menghadirkan satu kisah keprihatinan para pekerja di luar negeri yang diperlakukan tidak manusia oleh majikan mereka.

“Dari hati yang tulus kami menyampaikan terima kasih kepada Yang Mulia Bapak Uskup dan kita semua. Terima kasih juga kepada pemeran dan penulis drama singkat,” kata Sr. Ika.

Rangkaian acara penyalaan lilin di area Kristus Raja ditutup dengan penumpangan berkat oleh Pater Marsel Vande Raring, SVD. *

Penulis: Wall Abulat/Editor: Wentho Eliando

Berita Terkait

Petugas Parkir dan Supir Berikan Penjelasan Terkait Peristiwa di Bandara Ende
Febrianus Laporkan Para Pelaku ke Polisi Usai Dikeroyok di Ruang KP3 Bandara Ende, Ini Kronologisnya
Upacara HUT Kemerdekaan RI ke -81 di Ende Dipusatkan di Stadion Marilonga
Bupati Sikka Buka Lomba Bertutur Tingkat SD/MI, Dorong Penguatan Literasi dan Sains Sejak Usia Sekolah
Festival Golo Koe 2026 Dibuka: Labuan Bajo Tumbuh Tanpa Kehilangan Akarnya
Lahan di Tiweria Tidak Layak, Pemkab Ende Ajukan Lahan Baru di Desa Aemuri untuk Sekolah Rakyat
Pedagang Keluhkan Mahalnya Sewa Petak Jualan di Pasar Batu Cermin
Pater Pian Lado Ajak DPP Tebarkan Jala Lebih Dalam, Menyentuh Inti Persoalan Hidup dan Perjuangan Umat
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 15:26 WITA

Petugas Parkir dan Supir Berikan Penjelasan Terkait Peristiwa di Bandara Ende

Rabu, 12 Agustus 2026 - 10:47 WITA

Febrianus Laporkan Para Pelaku ke Polisi Usai Dikeroyok di Ruang KP3 Bandara Ende, Ini Kronologisnya

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:42 WITA

Upacara HUT Kemerdekaan RI ke -81 di Ende Dipusatkan di Stadion Marilonga

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:31 WITA

Bupati Sikka Buka Lomba Bertutur Tingkat SD/MI, Dorong Penguatan Literasi dan Sains Sejak Usia Sekolah

Selasa, 11 Agustus 2026 - 13:43 WITA

Festival Golo Koe 2026 Dibuka: Labuan Bajo Tumbuh Tanpa Kehilangan Akarnya

Berita Terbaru