BAJAWA, FLORESPOS.net-Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) untuk tiga kabupaten, Ngada, Nagekeo dan Ende di aula Mater Boni Consili (MBC) Bajawa, Sabtu (25/4/2026).
Muscab dipimpin Fungsionaris PKB yang juga Anggota DPR RI dari PKB Dipo Nusantara didampingi Fungsionaris DPW PKB Provinsi NTT. Pembukaan Muscab di hadiri pula Bupati Ngada Raymundus Bena.
Hadir Pengurus PKB dari tiga kabupaten serta Pengurus PAC dari kecamatan-kecamatan dari 3 kabupaten dan fungsionaris PKB dan simpatisan lainnya.
Mersi Piwung kepada wartawan menjelaskan Muscab yang dilakukan tidak berakhir sampai di tingkat kabupaten. Namun yang dilakukan adalah Pleno nama-nama yang akan dicalonkan menjadi pengurus PKB di tingkat kabupaten.
Mersi yang juga sebagai Ketua Tim Penjaringan mengatakan tahapan setelah Muscab adalah Ujian Kelayakan Kompetensi (UKK) di Provinsi atau DPW.
Dari 5 calon atau lebih akan diseleksi lagi untuk diteruskan ke DPP PKB. “Kalau PKB tahapan seperti itu.Tidak berakhir di Muscab ini,” katanya.
Untuk keterwakilan perempuan, katanya, Kabupaten Ngada mengusulkan dirinya juga Nagekeo serta Ende. Nama- nama diusulkan juga berasal dari tingkat kecamatan atau PAC.
Dalam sambutannya sebagai Wakil Sekretaris DPW PKB NTT, Mersi Piwung juga mengatakan Ketua DPW PKB NTT, tidak sempat menghadiri acara Muscab tersebut karena saat yang sama menghadiri Muscab PKB di wilayah Sumba.
Ia mengatakan, DPP PKB telah menempuh kebijakan untuk memperkuat kaderisasi sekaligus menargetkan peningkatan perolehan kursi legislatif baik di DPR RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota melalui pelaksanaan Muscab secara serentak di seluruh Indonesia pada bulan April 2026.
Jadi kata Mersi, Muscab bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan ruang demokrasi untuk merumuskan gagasan dan keputusan strategis bagi kemajuan PKB dan juga bagi kemajuan daerah.
Muscab juga bukan saja soal siapa yang paling kuat atau paling berpeluang untuk menjadi Ketua DPC PKB, tetapi siapa yang mampu mendengarkan dan memperjuangkan kepentingan rakyat dan kemajuan daerah.
Mersi mengajak dalam kebersamaan terus memberi perhatian kepada masyarakat dan daerah untuk mewujudkan salah satu dari 3 Visi PKB, yaitu “Mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur secara lahir dan batin, material dan spiritual”.
Sebagai kader PKB merupakan Etalase Partai, maka mana kala masing-masing kader berbuat baik dan peduli terhadap masyarakat dan Daerah, maka akan berimplikasi pada PKB sebagai Partai yang baik dan peduli pula.
Dalam hal kebersamaan, ada semacam adagium, bahwa “Bila ingin berjalan lebih cepat, silahkan berjalan sendiri, namun bila ingin berjalan untuk mencapai tujuan, mari kita berjalan bersama”.
Adagium ini terkandung makna, bahwa dimana kolaborasi dan gotong royong adalah kunci kesuksesan dalam tujuan untuk membangun masyarakat dan daerah, katanya.
Ia mengatakan, secara nasional saat ini PKB sedang melaksanakan tahapan Muscab untuk seluruh kabupaten dan kota. Hal ini, merupakan bagian dari proses kepemimpinan dan evaluasi organisasi.
Dimana sebelumnya, menurut Mersi, tahapan musyawarah di tingkat pusat dan wilayah telah diselesaikan, sehingga pelaksanaan Muscab menjadi langkah lanjutan untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat daerah.
Harapannya agar melalui Forum Muscab ini dapat dimanfaatkan untuk menata ulang kader serta menyusun program strategis guna menghadapi agenda politik mendatang.
“Kita perlu menyiapkan kader-kader yang mampu memimpin daerah dan memberikan kemanfaatan bagi masyarakat, serta pencapaian target peningkatan perolehan suara dan kursi legislatif mulai dari DPRD kabupaten/kota, provinsi, hingga DPR RI pada Pemilu 2029,” tegasnya.
Mersi bilang, hal penting yang diperjuangkan dalam Muscab ini bukan hanya kursi Ketua DPC, namum masa depan Konsolidasi PKB di daerah masing-masing, efektifitas kaderisasi, serta kemampuan DPC untuk memperluas basis elektoral di wilayah secara sosiologis plural, dan siap menghadapi fase politik selanjutnya sangat kompetitif.
Adapun nama-nama yang diusulkan ke DPP PKB dari tiga DPC antara lain: Kabupaten Ngada Bernadinus Dhey Ngebu, Yosef Filius David Jawa, Rikardus Bhara, Fromensius Loko Kisa, Angela Merci Piwung.
Kabupaten Nagekeo Syafar, SE, Odorikus Goa Owa, Viktor Tegu, Maria Roswita Mea Laki, Romaldus Fredimus Lebi, Nikolaus Hema Daeng. Dan Kabupaten Ende, Abdul Kadir Hasan, Yulius Cesar Nonga, Yosefina Endang, Samsudin, Muh. Farid, A. Numba. *
Penulis : Wim de Rosari
Editor : Wentho Eliando










