MAUMERE, FLORESPOS.net-Sejak tahun 2022, Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Musubu yang memiliki kantor pusat di Ubud, Bali telah mengirimkan sebanyak 71 anak-anak muda asal Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk bekerja di negara Jepang.
Anak-anak muda NTT yang direkrut untuk bekerja di Jepang merupakan lulusan dari berbagai SMK, akademi, sekolah tinggi maupun universitas di seluruh Indonesia.
“Kami menerima lulusan SMK Keperawatan maupun Kebidanan serta sarjana di berbagai bidang kesehatan untuk bekerja di Jepang,” sebut Direktur Operasional dan Pembiayaan LPK Musubu Yofani Maria Reinha Rosari Francis Yuki, Senin (20/4/2026).
Vony sapaannya menjelaskan, tahun 2022 pihaknya mengirimkan sebanyak 3 orang dan hingga tahun 2026 LPK Musubu telah mengirimkan sebanyak 71 orang lulusan SMK maupun sarjana.
Dia menambahkan, para lulusan ini bukan hanya berasal dari sekolah maupun kampus di Provinsi NTT saja tetapi lulusan dari luar NTT juga asalkan mereka merupakan anak NTT.
“Penempatan siswa sampai Maret 2026, Stikes Santa Elisabet Lela terbanyak dengan jumlah siswa 29 orang diikuti oleh Politeknik Kesehatan Kupang sebanyak 15 orang dan SMK Kesehatan Bhakti Luhur Malang 7 orang,” ujarnya.
Vony menambahkan, ada juga dari Unipa Maumere orang, Undana Kupang, Universitas Tribuana Malang, Universitas Satya Wacana Salatiga, Akademi Kebidanan Griya Husada Surabaya masing-masing 1 orang.
Selain itu ada yang berasal dari lulusan Akademi Kebidanan Sandi Karsa Makasar SMK Kesehatan Lela, SMK Santa Mathilda,SMK Nawa Cita Mego dan SMK Anvent Nusra Kupang masing-masing 1 orang.
Ada juga dari SMK Kesehatan Keuskupan Atambua, SMK Santo Thomas Aquino Ngada, SMK Katolik Sanjaya Bajawa, Unika St,Paulus Ruteng, Universitas Bali Internasional, SMK Kertanegara Sidoarjo, Akper Purwakarta masing-masing 1 orang dan Akademi Kebidanan Makasar 2 orang.
“Para tenaga kesehatan dari berbagai disiplin ilmu ini akan ditempatkan di 17 rumah sakit yang tersebar di 13 kota di Jepang. Mereka akan bekerja sesuai penempatan,” ungkapnya.
Vony menjelaskan, sebelum bekerja para siswa dan mahasiswa ini akan diseleksi dahulu dan menjalani kursus Bahasa Jepang selama 5 bulan dan bulan keenam menjalani ujian.
Lanjutnya, bulan ketujuh sampai bulan kesembilan para calon tenaga kerja ini akan menjalani proses pendidikan sambil menunggu keluarnya visa kerja mereka di negara Jepang.
“Sambil menunggu visa kami memberikan pendidikan yang dinamakan level Up terkait penguatan kompetensi standar keperawatan Jepang dan Standar Operasional Prosedur (SOP) Keperawatan,” ungkapnya.
Selain itu tambah Vony, para anak-anak muda asal NTT ini akan dilatih membuat laporan medical record,pelajaran budaya Jepang dan pemantapan komunikasi dengan guru native speaker yang didatangkan dari Jepang.
Untuk biaya kata dia, terdapat 3 kelompok pembiayaan yang meliputi biaya pelatihan bahasa Jepang dan ujian, biaya domisili di Bali selama pelatihan serta biaya administrasi pemberangkatan dan dokumen.
“Biaya administrasi pemberangkatan dan dokumen terdiri dari Sertifikat kompetensi kesetaraan kerja, medical check up,visa kerja, tiket dan biaya selama sebulan tinggal di Jepang sebelum menerima gaji,” katanya.
Pembiayaan tersebut ungkap Vony, 10 persen ditanggung oleh siswa dan sisanya dibantu oleh dana talangan dari LPK Musubu dan Pemda NTT melalui KUR Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Bank NTT.
Pihaknya menerima seluruh anak NTT lulusan sekolah jurusan kesehatan maupun sarjana baik bidan, perawat, farmasi, gizi, kesehatan lingkungan dan lainnya dari daerah.
“LPK Musubu ini mengkhususkan diri untuk anak NTT sehingga kami fokus untuk mengirimkan anak-anak tenaga lulusan tenaga kesehatan untuk bisa berkarier di negara Jepang,” pungkasnya. *
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando










