BPOLBF Dukung Penuh Silentium Magnum, Gerakan Kolektif Pariwisata Berbasis Spiritualitas-Keberlanjutan - FloresPos Net

BPOLBF Dukung Penuh Silentium Magnum, Gerakan Kolektif Pariwisata Berbasis Spiritualitas-Keberlanjutan

- Jurnalis

Rabu, 1 April 2026 - 19:19 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) mendukung penuh program “Silentium Magnum atau Jumat Hening” Tahun 2026 di Labuan Bajo, kota Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) NTT.

Demikian Siaran Pers Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPPLBF) 025/SP/KOMBLIK/BPOLBF/III/2026, diterima Florespos.net, Rabu (1/4/2026) via WA.

Silentium Magnum atau Jumat Hening dilaksanakan di Labuan Bajo pada perayaan Jumat Agung tahun 2026 yang merupakan rangkaian “Tri Hari Suci Paskah” bagi umat kristiani.

Jumat Hening 2026 adalah tahun kedua implementasinya di Labuan Bajo setelah sebelumnya Tahun 2025 mendapatkan respons positif berbagai pihak atas program tersebut, Salentium Magnum.

Pelaksanaan Silentium Magnum pada 3 April 2026 akan dilakukan pembatasan aktivitas masyarakat pada waktu tertentu guna menciptakan suasana hening, reflektif, dan penuh makna selama Tri Hari Suci Paskah.

Program ini tidak hanya bertujuan untuk mendukung kekhusyukan ibadah, tetapi juga mendorong kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan melalui pengurangan aktivitas kendaraan dan kebisingan.

Baca Juga :  Longsor di Desa Goreng Meni-- Dua Orang Diinfomasikan Tertimbun Tanah

Dilansir dari laman resmi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mabar (InfoMabar), Bupati Mabar Edistasius Endi menegaskan, Silentium Magnum adalah upaya bersama untuk mewujudkan keheningan total sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan masa depan daerah.

Juga ditekankan bahwa program ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan gerakan kolektif yang melibatkan seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan.

“Tidak semata-mata juga ini soal urusan keagamaan, tapi sebenarnya kita mau mewujudkan bahwa alam ini mau beristirahat,” ungkap Bupati Endi.

“Alam tidak mau disibukkan dengan urusan-urusan kemajuan seperti penggunaan kendaraan dan lain sebagainya,” Katanya lagi.

Plt. Direktur Utama BPOLBF, Andhy MT. Marpaung, menegaskan bahwa Silentium Magnum merupakan bentuk integrasi nilai spiritual, budaya, dan keberlanjutan dalam pengembangan pariwisata Labuan Bajo Flores.

Silentium Magnum bukan sekadar momentum keagamaan, tetapi juga refleksi bersama tentang bagaimana kita memaknai perjalanan—baik sebagai individu maupun sebagai destinasi.

Baca Juga :  Flores United FC Gelar Turnamen Internal Antar Unit Akademi

Keheningan ini menjadi ruang untuk menghormati alam, budaya, dan kehidupan masyarakat lokal, katanya.

BPOLBF, lanjutnya, memandang bahwa keberlanjutan program ini perlu diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk pemerintah daerah, tokoh agama, pelaku pariwisata, dan masyarakat. Pelaksanaan tahun kedua ini menjadi fondasi penting untuk mendorong Silentium Magnum sebagai gerakan bersama yang terstruktur dan berkelanjutan di Labuan Bajo, bahkan di seluruh Pulau Flores.

Sebagai Destinasi Prioritas Nasional, Labuan Bajo terus diarahkan tidak hanya pada keunggulan alam, tetapi juga pada pengalaman wisata yang bermakna.

Melalui Silentium Magnum, wisatawan diajak untuk tidak hanya melihat, tetapi juga merasakan dan menghormati nilai-nilai spiritual serta kearifan lokal yang hidup di tengah masyarakat.

BPOLBF optimistis bahwa pelaksanaan tahun kedua ini akan semakin memperkuat positioning Labuan Bajo sebagai destinasi yang tidak hanya eksotis, tetapi juga reflektif, berbudaya, dan berkelanjutan, katanya. *

Penulis : Andre Durung

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Kumpulkan 200 Guru Hononer, Melchias Marcus Mekeng Komit Perjuangkan Anggaran Pendidikan dan Nasib Guru
Pemangku Adat Kecewa Terkait Pola Pikir Pejabat Partai dan Pemberian Gelar Raja untuk Jokowi
Kader Kesehatan Puskesmas Riaraja Jadi ‘Jembatan Emas’ Temukan Kasus Suspek TBC Secara Dini
PAN Ende Gelar Rakerda dan Lantik Pengurus DPC, AYO: Ini Rumah Besar untuk Semua
Festival Golo Koe Maria Assumpta Nusantara 2026: Hadirkan Harmoni Spiritualitas, Budaya, dan Pariwisata Berkelanjutan
Setelah Soekarno Cup, PBVSI Ende Gelar Turnamen Voli Antar Pelajar Sedaratan Flores-Lembata
Sukses Gelar Soekarno Cup 1, Yosef Badeoda: Ini Akan Jadi Ajang Rutin dari PDI Perjuangan
Dorong Swasembada Pangan, Pemda Nagekeo Monitoring Cetak Lahan Desa Langedhawe
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 22:50 WITA

Kumpulkan 200 Guru Hononer, Melchias Marcus Mekeng Komit Perjuangkan Anggaran Pendidikan dan Nasib Guru

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 19:36 WITA

Pemangku Adat Kecewa Terkait Pola Pikir Pejabat Partai dan Pemberian Gelar Raja untuk Jokowi

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 19:26 WITA

Kader Kesehatan Puskesmas Riaraja Jadi ‘Jembatan Emas’ Temukan Kasus Suspek TBC Secara Dini

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 19:17 WITA

PAN Ende Gelar Rakerda dan Lantik Pengurus DPC, AYO: Ini Rumah Besar untuk Semua

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 18:15 WITA

Festival Golo Koe Maria Assumpta Nusantara 2026: Hadirkan Harmoni Spiritualitas, Budaya, dan Pariwisata Berkelanjutan

Berita Terbaru