Jelang Idul Fitri Ombudsman NTT Temukan Fasilitas Mendasar Tidak Tersedia di Terminal Oebobo - FloresPos Net

Jelang Idul Fitri Ombudsman NTT Temukan Fasilitas Mendasar Tidak Tersedia di Terminal Oebobo

- Jurnalis

Kamis, 19 Maret 2026 - 17:14 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUPANG, FLORESPOS.net-Menjelang hari raya Idul Fitri 1447 Hijriah tahun 2026, perwakilan Ombudsman RI Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus melakukan pemantauan intensif kesiapan layanan transportasi darat.

Pemantauan dilakukan di Terminal Oebobo Kupang sebagai simpul utama perjalanan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) di Kota Kupang, Provinsi NTT pada hari Selasa (17/3/2026).

Pemantauan dipimpin oleh Kepala Keasistenan Pencegahan Maladministrasi, Alberth Roy Kota bersama jajaran dan diterima langsung oleh Kepala UPTD Terminal Oebobo, Maxi As, didampingi Kabid LLAJ UPTD Terminal Oebobo, Punta Ramandya serta KTU UPTD Terminal Oebobo, Yoseph Hera.

Pemantauan ini difokuskan pada aspek keselamatan, ketersediaan fasilitas, serta pemenuhan hak dasar masyarakat sebagai pengguna layanan menjelang lonjakan arus mudik.

“Hasil pemantauan menunjukkan bahwa kondisi Terminal Oebobo masih jauh dari standar pelayanan publik. Sejumlah fasilitas mendasar tidak tersedia, seperti layanan kesehatan serta sarana prasarana bagi kelompok rentan,” sebut Boy.

Boy menambahkan, selain itu fasasilitas penunjang lainnya seperti tempat ibadah. (mushala), ruang tunggu yang kurang layak, dan media informasi pelayanan yang belum berfungsi secara optimal serta tidak adanya unsur keamanan.

Baca Juga :  Persami Maumere Permalukan Tuan Rumah Rote Ndao 3-0

Pada aspek keselamatan, ramp check kendaraan dilakukan, namun tidak dilakukan secara rutin, karena petugas pengecekan bukan berasal dari internal UPTD.

Selain itu, alat pemadam kebakaran (APAR) yang tersedia, tidak dalam kondisi siap pakai sehingga berisiko tidak dapat digunakan saat keadaan darurat.

Bahkan jalur evakuasi darurat tidak tersedia secara jelas hingga sistem pelayanan tiket belum terintegrasi dengan baik.

“Pengawasan di lapangan juga masih lemah, terutama terhadap praktik percaloan, pengaturan kendaraan, serta penyelenggaraan layanan secara keseluruhan. Meskipun terdapat petugas pelayanan dan pengaduan, sistem pendukungnya belum berjalan efektif,” ungkapnya.

Ombudsman menilai kondisi tersebut mencerminkan persoalan serius dalam tata kelola pelayanan publik, khususnya pada sektor transportasi darat yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat.

Roy menegaskan kekurangan fasilitas ini tidak dapat dianggap sepele, karena menyangkut pemenuhan hak masyarakat atas layanan yang aman dan layak sehingga kondisi ini harus segera dibenahi.

Kepala UPTD Terminal Oebobo Max As mengakui akan adanya sejumlah kekurangan dalam penyediaan pelayanan.
Ia menyampaikan bahwa keterbatasan, anggaran dan sumber daya menjadi salah satu kendala.

Baca Juga :  Ludes Terbakar, 13 Pondok Kuliner Sano Limbung Manggarai Barat

Dia mengakui sebelumnya, kami sudah menyampaikan hal ini (kekurangan-red) kepada Dinas Perhubungan Provinsi NTT, tapi tentunya ada prosedur dan proses yang harus dilalui sebelum sampai pada fase penyediaan.

“Kami menerima semua masukkan dari Ombudsman dan berkomitmen melakukan perbaikan secara bertahap, serta meningkatkan koordinasi dan pengawasan,” ujarnya.

Mengakhiri kunjungan, Alberth Roy menegaskan akan terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan pihak UPTD Terminal Oebobo guna memastikan adanya langkah konkret perbaikan dari penyelenggara layanan.

Ombudsman NTT akan terus melakukan pemantauan untuk memastikan agar setiap warga negara dapat melakukan perjalanan mudik dan menggunakan layanan transportasi darat yang prima.

“Dengan begitu para pemudik dilayani dengan hormat, dijamin keselamatannya, serta mendapatkan bantuan apabila mengalami kesulitan melalui ruang komunikasi yang disediakan oleh penyelenggara layanan publik” tegasnya.

Dengan meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang Idul Fitri, Ombudsman NTT meminta agar masyarakat turut aktif menyampaikan keluhan kepada Ombudsman jika menemui adanya permasalahan dalam mengakses pelayanan publik.

Hal ini menjadi langkah penting untuk menciptakan perjalanan yang aman, nyaman dan berpihak pada hak masyarakat pengguna layanan. *

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wall Abulat

Berita Terkait

Kondisi Memprihatinkan, Pasar Batu Cermin Mesti Direhabilitasi Segera
Ketika Air Mata Menjadi Berita: Membaca Kembali Gagasan Walburgus Abulat tentang Jurnalisme Terlibat
Dewan Dorong Pemkab Manggarai Barat Selamatkan Pisang Marmi
Istri Bupati Sikka Berbagi Kasih Bersama Anak-Anak Disabilitas Alma Maumere
PT MSJ dan PT SMS Salurkan Bantuan ke 22 Titik, Ringankan Beban Korban Gempa Nagekeo
Hingga Hari ke 23 Warga Masih Bertahan di Pos Pengungsi Nioniba, Ini Kata Kalak BPBD Ende
KSP Kopdit Obor Mas Peduli Gempa Flores, Alokasikan Dana Rp200 Juta untuk 4 Wilayah
Kuasa Hukum Mayella da Cunha Laporkan Dua Kasus ke Polres Sikka
Berita ini 110 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 17:49 WITA

Kondisi Memprihatinkan, Pasar Batu Cermin Mesti Direhabilitasi Segera

Selasa, 8 September 2026 - 15:16 WITA

Ketika Air Mata Menjadi Berita: Membaca Kembali Gagasan Walburgus Abulat tentang Jurnalisme Terlibat

Selasa, 8 September 2026 - 15:02 WITA

Dewan Dorong Pemkab Manggarai Barat Selamatkan Pisang Marmi

Selasa, 8 September 2026 - 12:08 WITA

Istri Bupati Sikka Berbagi Kasih Bersama Anak-Anak Disabilitas Alma Maumere

Selasa, 8 September 2026 - 12:00 WITA

PT MSJ dan PT SMS Salurkan Bantuan ke 22 Titik, Ringankan Beban Korban Gempa Nagekeo

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Dewan Dorong Pemkab Manggarai Barat Selamatkan Pisang Marmi

Selasa, 8 Sep 2026 - 15:02 WITA