BAJAWA, FLORESPOS.net-Yayasan Baitul Maal (YBM) NTT berbagi berkah Ramadan 1447 H di Masjid Baburahman Golokutu Riung, Kabupaten Ngada. Berkah Ramadan YBM diserahkan oleh PT PLN (Persero) ULP Bajawa pada Sabtu (14/3/2026).
Berkah Cahaya Ramadan dari YBM PLN NTT melalui unit zakat diserahkan kepada 37 penerima manfaat (asnaf) yang terdiri dari yatim, piatu, mualaf, dhuafa, hingga imam masjid.
Perwakilan YBM PLN Bajawa Yudhistira mengatakan pentingnya kesadaran akan hak orang lain dalam setiap rezeki yang diterima. Zakat 2,5 persen merupakan suatu kewajiban yang harus diserahkan kepada yang berhak.
“Jangan pernah takut berbagi, karena setiap kita sudah diatur bagian rezekinya masing-masing. Apa yang kami berikan hari ini adalah amanah dari potongan zakat penghasilan para pegawai PLN setiap bulannya,” ungkapnya.
Para penerima manfaat merasakan sukacita mendalam. Banyak yang tak menyangka bahwa PLN, yang selama ini mereka kenal hanya mengurus masalah kelistrikan, ternyata hadir membawa kepedulian sosial menjelang Idul Fitri.
Paket yang dibagikan sangat lengkap, mulai dari bahan pokok seperti beras, tepung, mentega, gula, telur, teh, minyak goreng, hingga peralatan rumah tangga (ember baskom) dan amplop santunan uang tunai.
Yudhistira mengatakan, melalui program ini, YBM PLN berharap para pegawai terus diberikan kesehatan dan kesadaran untuk konsisten berbagi.
Targetnya, kata Yudhistira, yayasan ini menjadi wadah yang amanah dalam mengumpulkan dan mendistribusikan langsung zakat pegawai kepada mereka yang membutuhkan pada setiap kesempatan.
“Semoga setitik cahaya dari Riung ini mampu menerangi hati kita semua untuk terus peduli dan berbagi kepada sesama,” katanya.
Tokoh masyarakat setempat, Ahmad Lezo mengatakan, semua ini bermula dari obrolan biasa dengan petugas PLN. Jadi sempat tidak percaya niat baiknya terealisasi secepat ini.
“Saya menceritakan kondisi warga di sini, dan Alhamdulillah, niat itu kini nyata di depan mata. Kami hanya bisa mendoakan agar seluruh petugas PLN diberikan kesehatan dalam menjalankan tugasnya,” katanya. *
Penulis : Wim de Rosari
Editor : Wentho Eliando










