Kasus Pembunuhan Siswi SMP di Rubit Berharap Polres Sikka Mengusut Tuntas dan Keluarga Mendapatkan Keadilan - FloresPos Net

Kasus Pembunuhan Siswi SMP di Rubit Berharap Polres Sikka Mengusut Tuntas dan Keluarga Mendapatkan Keadilan

- Jurnalis

Jumat, 6 Maret 2026 - 17:32 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAUMERE, FLORESPOS.net-Keluarga korban STN (STN) siswi SMP MBC Ohe di Desa Rubit, Kecamatan Hewokloang berharap Polres Sikka bisa mengusut tuntas kematian korban.

Pesan itu disampaikan langsung oleh kakak kandung korban saat audensi bersama Wakapolres Sikka dan jajaran Polres Sikka yang dihadiri Wakil Bupati Sikka, perwakilan GMNI Sikka, PMKRI Cabang Maumere dan BEM Unipa Maumere.

“Terima kasih kepada bapak-bapak dan kakak-kakak semua sudah berempati terhadap keluarga kecil kami,” ujar Inosensius Franklin Mula, kakak kandung STN siswi SMP MBC Ohe yang merupakan korban pembunuhan di Desa Rubit, Kamis (5/3/2026).

Dalam audensi tersebut Inosensius menyampaikan dirinya hadir sebagai kakak sulung dari Noni, anak kecil usia 14 tahun yang merupakan seorang pelajar perempuan yang diperkosa dan dibunuh.

Baca Juga :  Ratusan Warga Ende Ikut Senam Zumba di Hari Imlek, Dapat Angpao dari Promotor

Dirinya menegaskan, Noni dibunuh oleh sekelompok orang yang berhati iblis dan kenapa disebutkan sekelompok orang sebab pihak keluarga bukan hanya menduga tetapi ini merupakan kasus pembunuhan berencana.

“Kami datang di sini bukan untuk meminta adik kami dibangkitkan kembali, dihidupkan kembali. Tidak. Kami datang ke sini hanya untuk minta adik kami mendapatkan keadilan yang seadil-adilnya,” ungkapnya.

Inosensius mengharapkan agar kasus kematian adik kandungnya diusut tuntas dan menyebutkan sekarang di hati keluarga bukan lagi kesedihan. Kenapa begitu, ia katakan pihak keluarga tidak ingin berlarut-larut dalam kesedihan tetapi yang ada di dalam hati mereka hanya ada dendam.

Lanjutnya, dendam itu yang disampaikan kepada pihak Polres Sikka agar kasus kematian yang dialami adik kandungnya bisa diusut secara tuntas.

Baca Juga :  Pemda Sikka Jelaskan Soal Peningkatan IPM, SPBE, Perikanan dan Mengukur Penurunan Angka Kriminalitas

“Sebab jika Polres Sikka tidak mampu mengusut secara tuntas dan mendapatkan keadilan yang seadil-adilnya maka saya kakak kandung dari korban, saya akan tukar nyawa saya untuk keadilan,” ungkapnya menahan haru.

Inosensius menegaskan dirinya harus mengembalikan keadilan sebab adiknya merupakan manusia bukan binatang dan pihak keluarga tidak akan melakukan apapun untuk mendapatkan keadilan.

Ia mengatakan, apabila hukum tidak bisa lagi memberikan keadilan maka hukum rimba akan ditempuh oleh keluarga yang tidak mendapatkan keadilan.

“Kami sudah dialog dengan Wakapolres Sikka dan kedepannya kita akan lihat seperti apa penanganannya.Kami berharap kasus adik saya diusut tuntas dan kami mengharapkan mendapatkan keadilan yang seadil-adilnya,” pungkasnya. *

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

John Tuba Helan Kritisi Pemisahan Pemilu Nasional dan Daerah
Djafar Achmad Temui Direktur Utama PT Pelindo Bicara Soal Perhatian ke Pensiunan Pelabuhan se Indonesia
Kapal Wisata KM Feronia Tenggelam di Perairan Tatawa, Taman Nasional Komodo, Satu Orang Belum Ditemukan
Dua Tahun Terakhir, Antrean Panjang BBM Berulang Kali Terlihat di Tiga SPBU Kota Ende
‘Warga Sudah Tidak Baik-baik Saja’–Dua Tahun, 10 Ribu Warga Penyintas Lewotobi Menanti Janji Huntap
Momen Haru Wisuda Unipa, Rektor Minta Sang Ayah Pindahkan Tali Toga Anaknya
IKTL Gelar PJKR Football Championship di Lapangan Sepakbola Riangkotek
Tiga Pesan Utama Wabup Sikka Bagi 708 Wisudawan Kampus Unipa
Berita ini 162 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:08 WITA

John Tuba Helan Kritisi Pemisahan Pemilu Nasional dan Daerah

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:43 WITA

Djafar Achmad Temui Direktur Utama PT Pelindo Bicara Soal Perhatian ke Pensiunan Pelabuhan se Indonesia

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:25 WITA

Kapal Wisata KM Feronia Tenggelam di Perairan Tatawa, Taman Nasional Komodo, Satu Orang Belum Ditemukan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:06 WITA

Dua Tahun Terakhir, Antrean Panjang BBM Berulang Kali Terlihat di Tiga SPBU Kota Ende

Senin, 12 Oktober 2026 - 21:09 WITA

‘Warga Sudah Tidak Baik-baik Saja’–Dua Tahun, 10 Ribu Warga Penyintas Lewotobi Menanti Janji Huntap

Berita Terbaru

Nusa Bunga

John Tuba Helan Kritisi Pemisahan Pemilu Nasional dan Daerah

Rabu, 14 Okt 2026 - 11:08 WITA