Pemda Ngada Pastikan Menjaga Kesinambungan Pembangunan Sektor Pertanian - FloresPos Net

Pemda Ngada Pastikan Menjaga Kesinambungan Pembangunan Sektor Pertanian

- Jurnalis

Rabu, 4 Maret 2026 - 14:05 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BAJAWA, FLORESPOS.net-Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), memastikan akan terus mendampingi kelompok tani, memperkuat perencanaan berbasis kebutuhan nyata, serta menjaga kesinambungan pembangunan sektor pertanian.

“Pelaksanaan serah terima OPLAH di Kezewea dan Nirmala menjadi langkah konkret memperkuat desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi, sekaligus memastikan pembangunan daerah berjalan seimbang, dari desa menuju kota.”

Kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ngada, Fabianus Pesek pada saat serah terima Program Optimasi Lahan Non Rawa (OPLAH) Tahun Anggaran 2025 di Desa Kezewea dan Desa Nirmala, Kecamatan Golewa Selatan, Selasa (3/3/2026).

Ia juga menegaskan, sumber anggaran pembangunan tidak hanya satu, melainkan berasal dari berbagai skema pendanaan.

“Yang terpenting adalah data. Ketika data sudah lengkap dan proposal sudah siap, maka saat ada peluang anggaran, kita sudah siap untuk menyerapnya,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama Asisten II Setda Ngada Nicolaus Noywuli mewakili Bupati Ngada menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif masyarakat yang telah mengerahkan seluruh kemampuan dan tenaga dalam menyelesaikan pekerjaan itu.

Baca Juga :  Bupati Manggarai Minta FKI NTT Adakan Kejuaraan Lokal Kempo di Ruteng

Ia menegaskan pembangunan jaringan irigasi bukan sekadar pekerjaan fisik membangun saluran air. Tetapi bagian dari strategi besar memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani.

“Ini bukan hanya membangun saluran air, tetapi membangun fondasi ekonomi desa. Ini adalah usaha milik rakyat dan untuk rakyat. Karena itu kita rawat bersama. Jika masih ada kekurangan, silakan diusulkan kembali agar bisa kita lanjutkan,” tegasnya.

Ia juga menekankan, program ini merupakan implementasi nyata dari spirit pembangunan daerah “Membangun Desa, Menata Kota.”

“Kemajuan daerah harus dimulai dari desa. Ketika infrastruktur pertanian diperkuat, produksi meningkat, dan ekonomi masyarakat bergerak, maka dampaknya dirasakan hingga ke pusat-pusat pertumbuhan ekonomi di kota,” katanya.

Di Desa Kezewea, pembangunan saluran irigasi tersier dilaksanakan oleh Kelompok Tani Jawa Pogo IV dengan luas layanan 22 hektare dan 21 anggota kelompok.

Saluran sepanjang 174 meter tersebut dibangun melalui pola swakelola dengan dukungan anggaran sebesar Rp 101.200.000.

Baca Juga :  Nasdem Berikan SK untuk Paket AP-MJ pada Pilkada Ngada

Sementara itu di Desa Nirmala, pembangunan saluran irigasi tersier dikerjakan oleh Kelompok Tani Jawa Pogo I yang melayani lahan seluas 31 hektare dengan jumlah anggota 34 orang.

Saluran sepanjang 226 meter tersebut dibangun dengan anggaran sebesar Rp 142.600.000 dan dilaksanakan secara swakelola oleh seluruh anggota kelompok tani.

Usai serah terima, kegiatan dilanjutkan dialog terbuka bersama masyarakat dan kelompok tani.

Dalam forum tersebut, para petani menyampaikan seluruh kendala yang dihadapi di lapangan, mulai dari kebutuhan jalan usaha tani, benih padi unggul, alat dan mesin pertanian (alsintan), revitalisasi jaringan irigasi yang belum terjangkau, hingga persoalan pupuk dan obat-obatan pertanian.

Dialog berlangsung dinamis dan terbuka. Pemerintah daerah mendengarkan secara langsung aspirasi masyarakat, mencatat setiap usulan, dan mendorong agar seluruh kebutuhan tersebut disusun dalam bentuk proposal yang lengkap dan terdata dengan baik untuk dibahas bersama serta dicarikan solusi secara bertahap dan berkelanjutan. *

Penulis : Wim de Rosari

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

PDI Perjuangan NTT Dorong Pemerintah Melakukan Pemulihan Infrastruktur Dampak Gempa Flores
Andi Opa Gaul, YPCI dan Forum Pemuda NTT Disalurkan Bantuan Gempa, Jangkau Wilayah Terpencil
BPBD Ngada Sebut 82,26 Persen Paket Bantuan Telah Disalurkan ke Warga Terdampak Gempa
Dekatkan Pelayanan Kesehatan dan Kemanusiaan di Kawasan Terdampak Gempa Flores, PDIP Siagakan Rumah Sakit Apung di Pelabuhan Kedindi Reok
SMAK Syuradikara dan INTI Ende Kirim Dua Siswa Kuliah di Nantong University China
Korban Meninggal Gempa Flores di Sikka 6 Orang, 4.937 Rumah Alami Kerusakan
Korban Meninggal Gempa Flores Capai 127 Orang, 166 Ribu Masih Mengungsi
Djafar Achmad Galang Bantuan dari Pensiunan Pelindo Bantu Korban Gempa Flores di Ende
Berita ini 134 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 21:43 WITA

PDI Perjuangan NTT Dorong Pemerintah Melakukan Pemulihan Infrastruktur Dampak Gempa Flores

Sabtu, 5 September 2026 - 19:12 WITA

Andi Opa Gaul, YPCI dan Forum Pemuda NTT Disalurkan Bantuan Gempa, Jangkau Wilayah Terpencil

Sabtu, 5 September 2026 - 18:36 WITA

BPBD Ngada Sebut 82,26 Persen Paket Bantuan Telah Disalurkan ke Warga Terdampak Gempa

Sabtu, 5 September 2026 - 13:19 WITA

SMAK Syuradikara dan INTI Ende Kirim Dua Siswa Kuliah di Nantong University China

Sabtu, 5 September 2026 - 12:03 WITA

Korban Meninggal Gempa Flores di Sikka 6 Orang, 4.937 Rumah Alami Kerusakan

Berita Terbaru