MAUMERE, FLORESPOS.net-SMAN1 Waigete yang berlokasi di Desa Hoder, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka membuat kebijakan menggratiskan biaya pendidikan bagi siswa yatim piatu dan anak terlantar.
Sebanyak 51 siswa dari 310 siswa (16 %) yang ada di sekolah negeri ini selama 3 tahun bersekolah di sekolah ini terbebas dari semua biaya berkat kebijakan yang dibuat pelaksana tugas kepala sekolah yang baru.
“Sejak menjabat sebagai pelaksana tugas kepala sekolah tahun 2024 lalu, siswa yatim piatu dan anak terlantar tidak dipungut biaya. Jumlahnya ada 51 siswa,” sebut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah SMAN1 Waigete, Abdon Don Weris saat ditemui di sekolahnya, Jumat (30/1/2026).
Abdon beralaskan kebijakan ini diambil sebab sekolah ini merupakan sekolah negeri milik pemerintah dan di Pasal 34 UUD 1945 disebutkan fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara.
Selain itu kata dirinya teringat pesan dari pemilik tanah yang menghibahkan tanahnya untuk pembangunan sekolah ini tanpa meminta sepeser uang pun dengan mengatakan lahan yang dihibahkan dipergunakan untuk anak cucu.
“Saya teringat almarhum Bernadus Bapan selaku pemilik lahan yang menyegel SMPN1 Waigete tahun 2012. Dia tidak minta ganti rugi tapi minta pemerintah membangun sebuah SMA di lahan tersebut,” ungkapnya.
Abdon mengaku, berkat jasa almarhum yang menghibahkan tanahnya untuk pembangunan SMPN1 Waigete dan SMAN1 Waigete maka sekolah negeri ini bisa hadir di Desa Hoder.
Dirinya pun teringat pesan almarhum sehingga sebagai sebuah bentuk kepedulian terhdap masyarakat sekitar maka dirinya menggratiskan biaya pendidikan tersebut bagi anak yatim piatu dan terlantar.
“Hari keempat saya menjabat pelaksana tugas kepala sekolah saya gratiskan biaya pendidikan tersebut.Uang sekolah juga saya turunkan dari Rp2 juta setahun menjadi Rp1,5 juta setahun,” ungkapnya.
Abdon menambahkan, tahun 2025 dirinya pun kembali menurunkan uang sekolah sehingga sekolah ini pun mulai kebanjiran siswa baru bukan saja dari wilayah Kecamatan Waigete saja tetapi kecamatan tetangga seperti Kewapante bahkan Kangae.
Para siswa juga datang dari wilayah Kabupaten Flores Timur sehingga jumlah siswa pun meningkat dari biasanya yang hanya 200 lebih saja kini sudah mencapai angka 310 siswa dan tahun 2026 ditargetkan menjadi 400 siswa.
“Saya optimis tahun 2026 ini jumlah total siswa kami bisa mencapai 400 orang.Kami ada 8 SMP pendukung di Kecamatan Waigete yang setiap tahunnya bisa meluluskan 400 pelajar tapi yang bersekolah disini hanya sekitar 100 orang,” ucapnya.
Abdon memaparkan, SMAN1 Waigete memiliki 11 Rombongan Belajar (Rombel) dimana kelas X dan kelas XI masing-masing terdapat 4 rombongan belajar sedangkan kelas XII ada 3 rombongan belajar.
Lanjutnya, jumlah tenaga pendidik dan kependidikan di sekolah ini berjumlah 41 orang dimana jumlah guru sebanyak 26 orang dengan status ASN dan PPPK sebanyak 18 orang dan sisanya 8 orang guru honor komite.
“Sekolah ini lahir tahun 2013 akibat dari disegelnya SMPN1 Waiegete oleh pemilik lahan yang menagih janji pemerintah mendirikan SMA setelah SMPN1 Waigete berdiri sejak tahun 2007,” pungkasnya. *
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando










