ENDE, FLORESPOS.net-Kantor Kesyabandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) wilayah IV Ende telah mengeluarkan imbauan kepada nelayan dan transportasi laut pelayaran rakyat agar waspada terhadap cuaca ekstrem yang melanda wilayah NTT.
Imbauan tersebut telah dikeluarkan oleh KSOP Ende sejak 19 Januari 2026 lalu mengingat wilayah ini dilanda angin kencang disertai hujan.
“Kita keluarkan imbauan sejak tanggal 19 Januari 2026 kemarin dan sampai saat ini kita masih temukan cuaca masih ekstrem di Wilayah NTT”.
Kata Muhamad Ramadhan, Plh KSOP Ende, kepada wartawan, Kamis (22/1/2026) pagi.
Ramadhan mengatakan imbauan serta peringatan yang dikeluarkan oleh KSOP bukan hanya untuk nelayan atau kapal- kapal ikan tetapi juga untuk pemilik transportasi laut pelayaran rakyat Pulau Ende dan wilayah selatan Ende.
“Peringatan ini bukan hanya untuk kapal ikan tapi juga kepada kapal transportasi laut. Harapan kita tetap perhatikan cuaca. Silakan mencari tapi acuannya di cuaca, ketika cuaca ekstrem tidak boleh melakukan kegiatan yang bisa menimbulkan kecelakaan di laut,” katanya.
Ia berharap dukungan dari pemerintah daerah melalui Dinas Perhubungan dan instansi teknis terkait untuk memberikan imbauan kepada nelayan dan pemilik armada transportasi laut.
“Kita berharap pemerintah juga berperan memberikan imbauan dan tetap mengingatkan masyarakat”.
Ramadhan mengatakan KSOP wajib berkordinasi dengan pemerintah daerah karena pengawasan armada berukuran 7 GT ke bawa menjadi kewenangan dari pemerintah daerah. KSOP berwenang melakukan pengawasan terhadap kapal atau armada berukuran 7 GT keatas.
KM Sabuk Nusantara IX Berlabuh
Ramadhan mengatakan selain kapal nelayan dan Pelra, KSOP juga tidak memberikan ijin berlayar untuk kapal penumpang seperti perintis dengan batasan atau GT tertentu. Hal ini dilakukan karena cuaca di wilayah ini masih ekstrem.
“Kapal besar dengan batasan atau GT tertentu ada yang ditunda keberangkatannya kalau tidak memenuhi kelayakan untuk berlayar”.
Saat ini KM Sabuk Nusantara IX dengan tujuan Sumba masih berlabuh di Ende karena karena cuaca dan gelombang laut masih tinggi.*
Penulis : Willy Aran
Editor : Wentho Eliando










