KSOP Ende Imbau Nelayan dan Pelra Waspada Cuaca Ekstrem di Perairan NTT - FloresPos Net

KSOP Ende Imbau Nelayan dan Pelra Waspada Cuaca Ekstrem di Perairan NTT

- Jurnalis

Kamis, 22 Januari 2026 - 16:09 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ENDE, FLORESPOS.net-Kantor Kesyabandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) wilayah IV Ende telah mengeluarkan imbauan kepada nelayan dan transportasi laut pelayaran rakyat agar waspada terhadap cuaca ekstrem yang melanda wilayah NTT.

Imbauan tersebut telah dikeluarkan oleh KSOP Ende sejak 19 Januari 2026 lalu mengingat wilayah ini dilanda angin kencang disertai hujan.

“Kita keluarkan imbauan sejak tanggal 19 Januari 2026 kemarin dan sampai saat ini kita masih temukan cuaca masih ekstrem di Wilayah NTT”.

Kata Muhamad Ramadhan, Plh KSOP Ende, kepada wartawan, Kamis (22/1/2026) pagi.

Ramadhan mengatakan imbauan serta peringatan yang dikeluarkan oleh KSOP bukan hanya untuk nelayan atau kapal- kapal ikan tetapi juga untuk pemilik transportasi laut pelayaran rakyat Pulau Ende dan wilayah selatan Ende.

Baca Juga :  Relawan Sahabat JSL Terus Bergerak Salurkan Sembako kepada Warga Terdampak Bencana

“Peringatan ini bukan hanya untuk kapal ikan tapi juga kepada kapal transportasi laut. Harapan kita tetap perhatikan cuaca. Silakan mencari tapi acuannya di cuaca, ketika cuaca ekstrem tidak boleh melakukan kegiatan yang bisa menimbulkan kecelakaan di laut,” katanya.

Ia berharap dukungan dari pemerintah daerah melalui Dinas Perhubungan dan instansi teknis terkait untuk memberikan imbauan kepada nelayan dan pemilik armada transportasi laut.

“Kita berharap pemerintah juga berperan memberikan imbauan dan tetap mengingatkan masyarakat”.

Ramadhan mengatakan KSOP wajib berkordinasi dengan pemerintah daerah karena pengawasan armada berukuran 7 GT ke bawa menjadi kewenangan dari pemerintah daerah. KSOP berwenang melakukan pengawasan terhadap kapal atau armada berukuran 7 GT keatas.

Baca Juga :  Masa LaZkar Ribu Ratu dan 4 Parpol Deklarasi Koalisi, Yohanes Mamu: Ribu Ratu dan Parpol Ingin Ada Perubahan di Flores Timur

KM Sabuk Nusantara IX Berlabuh

Ramadhan mengatakan selain kapal nelayan dan Pelra, KSOP juga tidak memberikan ijin berlayar untuk kapal penumpang seperti perintis dengan batasan atau GT tertentu. Hal ini dilakukan karena cuaca di wilayah ini masih ekstrem.

“Kapal besar dengan batasan atau GT tertentu ada yang ditunda keberangkatannya kalau tidak memenuhi kelayakan untuk berlayar”.

Saat ini KM Sabuk Nusantara IX dengan tujuan Sumba masih berlabuh di Ende karena karena cuaca dan gelombang laut masih tinggi.*

Penulis : Willy Aran

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Ombudsman NTT Sarankan Perangkat Daerah Segera Benahi Standar Pelayanan Publik
Bupati Raymundus Lantik 11 Pejabat Eselon II, 6 Jabatan Belum Terisi
DLH Ende Bersihkan Drainase yang Mampet Akibat Tumpukan Sampah, Ini Imbauan ke Warga
Beras Pemda Manggarai Barat Sisa 44 Kg, Lainnya Dimakan Burung
DPRD Sikka Minta Efisiensi Anggaran Jangan Sentuh Sektor Pendidikan, Kesehatan dan Pertanian
Sudah Sepekan, DLH Ende Belum Sampaikan Hasil Kajian Dampak Lingkungan Pabrik Tahu Tempe Krakatau Lokoboko
Kejari Sikka Geledah Kantor PUPR dan Setda Sikka Terkait Proyek Watergen di Desa Semparong
Bupati Sikka Apresiasi Program Implementasi Layanan Primer CSR Astra di Pustu Tebuk dan Bloro
Berita ini 108 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 18:46 WITA

Ombudsman NTT Sarankan Perangkat Daerah Segera Benahi Standar Pelayanan Publik

Jumat, 6 November 2026 - 17:35 WITA

Bupati Raymundus Lantik 11 Pejabat Eselon II, 6 Jabatan Belum Terisi

Jumat, 6 November 2026 - 14:32 WITA

DLH Ende Bersihkan Drainase yang Mampet Akibat Tumpukan Sampah, Ini Imbauan ke Warga

Jumat, 6 November 2026 - 10:22 WITA

Beras Pemda Manggarai Barat Sisa 44 Kg, Lainnya Dimakan Burung

Kamis, 5 November 2026 - 19:26 WITA

DPRD Sikka Minta Efisiensi Anggaran Jangan Sentuh Sektor Pendidikan, Kesehatan dan Pertanian

Berita Terbaru

Bentara Net

BENTARA NET: Keadilan Kesehatan

Sabtu, 7 Nov 2026 - 10:26 WITA