Tenaga Kesehatan Didorong Aktif Perkuat Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik di Kota Ende - FloresPos Net

Tenaga Kesehatan Didorong Aktif Perkuat Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik di Kota Ende

- Jurnalis

Jumat, 14 November 2025 - 22:08 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Pius Kopong Tokan, SKM., M.Sc

PARA tenaga kesehatan di Kota Ende didorong memperkuat peran dalam Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (G1R1J) guna menekan penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) yang masih menjadi ancaman serius di daerah ini.

Langkah itu menjadi bagian dari upaya bersama memperkuat pemberdayaan masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan dan rutin memantau keberadaan jentik nyamuk di rumah masing-masing.

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan, kasus DBD di Indonesia meningkat dari 27 per 100 ribu penduduk pada 2021 menjadi 52,1 pada 2022.

Di Nusa Tenggara Timur, angkanya bahkan mencapai 54,7, jauh di atas target nasional yang diharapkan di bawah 10 kasus per 100 ribu penduduk.

Di Kabupaten Ende sendiri, dalam lima tahun terakhir tercatat 609 kasus DBD, dan sekitar seperempatnya berasal dari wilayah kerja Puskesmas Kota Ende. Kondisi ini menggambarkan bahwa pencegahan berbasis masyarakat masih belum berjalan konsisten.

Peran Tenaga Kesehatan Belum Optimal

Pemerintah telah menggulirkan Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik sejak 2015 dan mempertegasnya melalui Surat Edaran Menteri Kesehatan Nomor PM.01.11/MENKES/591/2016. Namun, pelaksanaannya di lapangan belum optimal, termasuk di Kota Ende.

Baca Juga :  Rencana Induk Drainase  Kota Labuan Bajo, Meredam Banjir Menekan Bencana

Hasil kajian menunjukkan, keberhasilan program ini sangat ditentukan oleh pendampingan tenaga kesehatan—baik melalui edukasi, pelatihan, maupun pemantauan kader Jumantik.

Sayangnya, keterlibatan petugas di lapangan masih minim. Padahal, peran mereka terbukti mampu menumbuhkan motivasi dan konsistensi kader dalam menjalankan kegiatan pemantauan jentik.

Penguatan Peran dan Kapasitas Tenaga Kesehatan

Sebagai respons terhadap kondisi tersebut, dirancang sebuah model penguatan peran tenaga kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Kota Ende. Model ini dibangun melalui tiga tahapan utama, yaitu perencanaan dan koordinasi, pengembangan materi dan strategi, serta simulasi penerapan di lapangan.

Tahapan awal berfokus pada penataan arah kegiatan dan penyusunan bahan edukatif yang sesuai dengan karakter masyarakat setempat.

Selanjutnya, dilakukan pendalaman konsep dasar tentang penyakit DBD, strategi pengorganisasian Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (G1R1J), serta pendekatan komunikasi kesehatan yang efektif.

Pada bagian penerapan, model ini digambarkan dalam bentuk simulasi kegiatan lapangan, seperti pemantauan jentik, penyuluhan rumah tangga, dan pelaporan hasil pengamatan.

Dari rancangan model tersebut, tergambar peningkatan pemahaman dan keterampilan yang diharapkan dimiliki tenaga kesehatan, terutama terkait identifikasi nyamuk Aedes aegypti, sistem pelaporan jentik, dan teknik komunikasi yang persuasif kepada masyarakat.

Baca Juga :  Pilkada Nagekeo: Arah Perubahan Baru

Kolaborasi Lintas Sektor

Kegiatan ini juga menumbuhkan semangat kolaborasi lintas sektor, melibatkan RT/RW, kader kesehatan, dan tokoh masyarakat. Salah satu gagasan yang muncul dari peserta ialah pemanfaatan grup WhatsApp sebagai media pelaporan jentik dan pemetaan rumah tangga berisiko.

Menurut tim pelaksana, pendekatan pelatihan partisipatif ini sejalan dengan prinsip community employment, di mana masyarakat dan tenaga kesehatan menjadi pelaku utama perubahan.

“Pelatihan ini bukan sekadar menambah pengetahuan teknis, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri tenaga kesehatan untuk menjadi penggerak di komunitasnya,” ujar salah satu anggota tim Pengabmas.

Menuju Komunitas Bebas DBD

Kegiatan penguatan ini dinilai memberi dampak positif bagi sistem kesehatan di tingkat komunitas. Selain meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan, juga menumbuhkan sikap proaktif, komunikatif, dan kolaboratif dalam upaya pencegahan DBD.

Tim pengabmas berencana melakukan evaluasi lanjutan untuk melihat dampak kegiatan terhadap peningkatan Angka Bebas Jentik (ABJ) di wilayah kerja Puskesmas Kota Ende. Ke depan, tidak menutup kemungkinan, model kegiatan serupa akan diterapkan di Puskesmas lain di Kabupaten Ende.*

Penulis: Dosen Prodi Keperawatan Ende, Poltekes Kupang.

Editor : Anton Harus

Berita Terkait

Lima Jenderal Purnawirawan dan Ibu Yuni dari YSPN Berikan Bantuan ke 3 Gereja di Ende
Lagi, JPIC Ordo Karmel Sisir Pedalaman Flores Distribusikan Aneka Bantuan ke Penyintas Gempa
Perkumpulan Gereja Oikumene Polres Sikka Serahkan Santunan Bagi Keluarga Almarhum Charles Londo
Relawan Sahabat JSL Terus Bergerak Salurkan Sembako kepada Warga Terdampak Bencana
Wujud Kepedulian Pascagempa, Putri Pariwisata Indonesia Salurkan Bantuan Sembako dari Butik Levico ke Liselowobora-Ende
Wakil Ketua Komisi IV DPR-RI Bantu Alat Ekonomi Produktif–Dukung Kegiatan Kelompok Dua Desa di Flores Timur
Digitalisasikan Sampah, Pemkab Manggarai Barat Bentuk Bank Sampah G-Lingko
BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome
Berita ini 49 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 20:03 WITA

Lima Jenderal Purnawirawan dan Ibu Yuni dari YSPN Berikan Bantuan ke 3 Gereja di Ende

Jumat, 18 September 2026 - 18:30 WITA

Lagi, JPIC Ordo Karmel Sisir Pedalaman Flores Distribusikan Aneka Bantuan ke Penyintas Gempa

Jumat, 18 September 2026 - 16:06 WITA

Perkumpulan Gereja Oikumene Polres Sikka Serahkan Santunan Bagi Keluarga Almarhum Charles Londo

Jumat, 18 September 2026 - 12:22 WITA

Relawan Sahabat JSL Terus Bergerak Salurkan Sembako kepada Warga Terdampak Bencana

Kamis, 17 September 2026 - 18:55 WITA

Wakil Ketua Komisi IV DPR-RI Bantu Alat Ekonomi Produktif–Dukung Kegiatan Kelompok Dua Desa di Flores Timur

Berita Terbaru