Modus Operandi Delapan Tersangka Kredit Fiktif BRI Maumere - FloresPos Net

Modus Operandi Delapan Tersangka Kredit Fiktif BRI Maumere

- Jurnalis

Sabtu, 18 Oktober 2025 - 10:00 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAUMERE, FLORESPOS.net-Kejaksaan Negeri Sikka telah menetapkan 8 tersangka dalam kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi Pencairan Kredit Pinjaman di tiga unit Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Cabang Maumere Unit Kewapante, Unit Nita dan Unit Paga.

Kejaksaan selama 2 hari ini sudah melakukan penetapan tersangka dan penahanan terhadap 4 orang tersangka dan seorang lainnya sudah ditahan dalam kasus lainnya juga sementara 3 orang masih buron.

“Modusnya itu hampir sama di seluruh Indonesia yaitu kredit ini dibuat seolah-olah ada atau namanya kredit tempilan atau kredit topengan,” terang Kepala Kejaksaan Negeri Sikka, Henderina Malo saat konferensi pers, Jumat (17/10/2025) malam.

Ina Malo sapaannya menjelaskan, tahun 2024 Kepala Cabang BRI Maumere mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri Sikka untuk melaporkan secara resmi tentang adanya kredit macet Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang ada pada 3 unit BRI Cabang Maumere.

Ia menerangkan, modus operandinya sama yaitu memanipulasi dokumen yang mana mantri atau pegawai bank merekayasa dokumen pengajuan kredit dengan cara memanipulasi data nasabah supaya memenuhi kriteria persyaratan kredit.

Baca Juga :  Berawal Dari SPK Lela, Stikes Santa Elisabeth Keuskupan Maumere Hadir dengan Tiga Program Studi Unggulan

“Contohnya begini, misalnya di BRI Unit Nita itu persyaratan untuk memperoleh kredit adalah calon nasabah itu harus bertempat tinggal di kecamatan Nita tetapi oleh mantri dibantu oleh para calo itu memanipulasi data nasabah,” ujarnya.

Ina Malo memaparkan, mereka memanipulasi data kependudukan atau KTP misalnya yang bersangkutan bukan bertempat tinggal di Nita tapi dimasukkan dalam aplikasi bahwa yang bersangkutan adalah penduduk atau warga Nita.

Lanjutnya, selain itu dalam pemberian kredit usaha rakyat ini harus ada jaminan yang mana jaminannya adalah usaha atau tempat usaha yang dimiliki oleh calon nasabah.

“Dalam kasus-kasus ini calo dan mantri memanipulasi data.Misalnya si A mengajukan kredit tapi dia tidak punya usaha kemudian mereka pergi dan memfoto tempat usaha milik orang lain seakan-akan itu adalah milik calon nasabah,” terangnya.

Ina Malo menambahkan, tersangka juga memainkan angka-angka yang ada di aplikasi yang namanya Brispot kemudian data nasabah yang tidak memenuhi syarat ini dimasukkan ke dalam sistem seolah-olah telah memenuhi kriteria sehingga kredit itu dapat dicairkan.

Baca Juga :  Hingga Desember 2024, 1.190 Orang Warga Kabupaten Sikka Tertular HIV dan AIDS

Ia menerangkan, dalam kasus ini juga melibatkan calo dimana calo ini adalah pihak ketiga yang berperan mendapatkan gambar usaha nasabah, menggunakan identitas nasabah dan memfasilitasi pemberian kredit yang tidak seharusnya.

“Jadi tugas para calo ini adalah mencari nasabah yang kemudian dijanjikan sejumlah uang sebagai uang jasa.Nasabah ini digunakan namanya dan datanya untuk melakukan pengajuan kredit yang kemudian dimanipulasi datanya dan seterusnya,” paparnya.

Selain itu sebut Ina Malo, kemudian calon dan pegawai bank memberikan kanji akan memberikan sejumlah dana kepada nasabah tersebut.

“Misalnya kreditnya itu berkisar dari Rp.30 juta sampai dengan Rp.100 juta nanti nasabah ini hanya diberikan sekitar Rp.500 ribu sampai dengan Rp.3 juta tergantung kesepakatan mereka,” ungkapnya.

Ina Malo menambahkan, dana ini setelah cair oleh para mantri dan calo dibagi dengan besarannya mereka yang menentukan sendiri serta dananya digunakan untuk kepentingan pribadi.

“Jadi itu antara lain modusnya dan modusnya ini sudah kami telusuri seluruh Indonesia hampir rata-rata modusnya seperti ini,” pungkasnya. *

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Dampak Gempa Bumi di Ende, 1.820 Rumah Warga Rusak, Pemerintah Mulai Salurkan Sembako
Tinjau Korban Gempa Flores di Riung, Kepala BNPB Pastikan Dukungan Terus Diberikan Sesuai Kebutuhan Masyarakat
Keluarga Besar PDI Perjuangan Kembali Salurkan Bantuan Kemanusiaan ke Korban Bencana
Korban Gempa Flores, Manggarai Barat 2 Meninggal, 21 Cedera
Bupati Ngada: Peringatan Kemerdekaan Momentum untuk Memperkuat Kepedulian
Tim SAR Gabungan Evakuasi WNA Cina yang Terjatuh Saat Pendakian di Pulau Padar
Rapat Cepat dengan Bupati Ngada, Kepala BNPB Sampaikan 17 Point Penting
Tim SAR Gabungan Terus Evakuasi Korban Gempa M 7,7 Manggarai Timur ke Labuan Bajo
Berita ini 299 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 22:00 WITA

Dampak Gempa Bumi di Ende, 1.820 Rumah Warga Rusak, Pemerintah Mulai Salurkan Sembako

Selasa, 18 Agustus 2026 - 21:19 WITA

Tinjau Korban Gempa Flores di Riung, Kepala BNPB Pastikan Dukungan Terus Diberikan Sesuai Kebutuhan Masyarakat

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:08 WITA

Keluarga Besar PDI Perjuangan Kembali Salurkan Bantuan Kemanusiaan ke Korban Bencana

Selasa, 18 Agustus 2026 - 18:59 WITA

Korban Gempa Flores, Manggarai Barat 2 Meninggal, 21 Cedera

Selasa, 18 Agustus 2026 - 18:56 WITA

Bupati Ngada: Peringatan Kemerdekaan Momentum untuk Memperkuat Kepedulian

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Korban Gempa Flores, Manggarai Barat 2 Meninggal, 21 Cedera

Selasa, 18 Agu 2026 - 18:59 WITA