MBG dan Harapan Sosial - FloresPos Net

MBG dan Harapan Sosial

- Jurnalis

Sabtu, 20 September 2025 - 10:52 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SPPG Wae Kelambu, Manggarai Barat  menjadi SPPG model.

SPPG Wae Kelambu, Manggarai Barat menjadi SPPG model.

Oleh: Ansel Atasoge

PROGRAM Makan Bergizi Gratis (MBG) telah dan sedang asyik-asyiknya diimplementasi di sebagian wilayah Indonesia. Ia telah menjadi inisiatif nasional dengan tujuan menyediakan makanan bergizi bagi peserta didik di sekolah-sekolah negeri dan swasta di seluruh Indonesia.

Selain sebagai upaya pemenuhan kebutuhan biologis, MBG dirancang sebagai intervensi sosial yang menyentuh dimensi keadilan, pendidikan, dan pembangunan karakter generasi muda.

Ketika dapur MBG seperti Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wae Kelambu diresmikan di Labuan Bajo dan mulai melayani ribuan siswa, kita menyaksikan hadirnya harapan sosial yang konkret di tengah ketimpangan struktural yang masih membelenggu banyak wilayah.

Dari perspektif sosiologis, urgensitas MBG sangat tinggi. Program ini berfungsi sebagai mekanisme redistribusi sumber daya negara kepada kelompok rentan, terutama anak-anak di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Baca Juga :  Investor Katakan Kontraktor Hanya Mampu Selesaikan Dua Dapur SPPG 3T di Sikka

Dalam kerangka Pancasila dan teori keadilan sosial, MBG berupaya mengurangi kesenjangan akses terhadap gizi dan pendidikan yang selama ini memperkuat stratifikasi sosial.

Ketika anak-anak datang ke sekolah dalam keadaan lapar, mereka tidak hanya kehilangan energi, tetapi juga peluang untuk belajar, berkembang, dan bermimpi. MBG hadir sebagai koreksi terhadap ketimpangan ini. Boleh dikatakan bahwa kebijakan ini menjadi sebuah bentuk redistribusi yang konkret dan bermartabat.

Lebih jauh, MBG berkontribusi besar terhadap peningkatan motivasi belajar dan membuka peluang mobilitas sosial. Data menunjukkan bahwa 41% siswa mengalami kelaparan saat belajar, yang berdampak negatif terhadap konsentrasi dan prestasi akademik.

Baca Juga :  BENTARA NET: Jejak Kreativitas dan Urgensi Pengarsipan Karya

Dengan menyediakan makanan bergizi secara rutin, MBG tidak hanya mengenyangkan perut, tetapi juga memberi ruang bagi anak-anak dari keluarga miskin untuk bermimpi dan berkembang secara optimal. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi memutus rantai kemiskinan antargenerasi.

Program ini juga memperkuat institusi sosial yang paling mendasar yakni sekolah dan keluarga. Sekolah menjadi lebih dari sekadar tempat belajar, melainkan ruang perawatan dan perlindungan sosial.

Anak-anak yang datang ke sekolah dengan perut kenyang akan merasa dihargai dan diperhatikan, sementara keluarga miskin yang terbantu oleh MBG akan merasakan solidaritas sosial yang nyata karena beban ekonomi mereka berkurang. Dalam konteks ini, MBG memperkuat ikatan sosial antara negara, sekolah, dan keluarga.

Berita Terkait

BENTARA NET: Mitos Energi Bersih dan Ancaman Ekologis
BENTARA NET: Memilih Berdiri Bersama ‘Rumah Bersama’
BENTARA NET: Di Atas Nisan Sang Ayah
BENTARA NET: Memulihkan Jiwa Masa Depan
BENTARA NET: Merajut Asa di Atas Puing
BENTARA NET: Di Balik Status yang Berakhir
BENTARA NET: Menanti Aksi untuk ‘Ruang Suci’
BENTARA NET: Pancawindu Kemanusiaan
Berita ini 119 kali dibaca
Redaksi: Ikuti terus "BENTARA NET" setiap Sabtu dalam sepekan.

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:03 WITA

BENTARA NET: Mitos Energi Bersih dan Ancaman Ekologis

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 10:27 WITA

BENTARA NET: Memilih Berdiri Bersama ‘Rumah Bersama’

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 09:29 WITA

BENTARA NET: Di Atas Nisan Sang Ayah

Sabtu, 26 September 2026 - 10:59 WITA

BENTARA NET: Memulihkan Jiwa Masa Depan

Sabtu, 19 September 2026 - 11:05 WITA

BENTARA NET: Merajut Asa di Atas Puing

Berita Terbaru

Bentara Net

BENTARA NET: Mitos Energi Bersih dan Ancaman Ekologis

Sabtu, 17 Okt 2026 - 10:03 WITA

Opini

Quo Vadis Benih Pangan Lokal di Era Pertanian Modern

Jumat, 16 Okt 2026 - 13:33 WITA