MBAY, FLORESPOS.net-Korban bencana banjir bandang yang terjadi di Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) sekitarnya pada Senin (8/9/2025) hingga kini bertambah menjadi 10 orang.
Demikian disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Nagekeo, Agustinus Pone kepada Florespos.net, Rabu (10/9/2025).
Gusty mengatakan, korban bencana banjir bandang yang terjadi di wilayah Kecamatan Mauponggo dan sekitarnya bertambah menjadi 10 orang. Dengan rincian 7 orang dari Desa Sawu, 2 orang dari Desa Ua, 1 orang dari Desa Loka Laba.
Dikatakan, dari 10 korban bencana banjir bandang itu, yakni 6 orang sudah ditemukan. Sementara 4 orang sampai saat ini masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan yakni Tim SAR, TNI, Polri, Pemda Nagekeo dan Masyarakat.
“Sampai saat ini Rabu (10/9/2025) tepat pukul 13.28 wita siang, keempat korban belum di temukan. Sementara 6 orang sudah dimakamkan oleh keluarganya masing-masing,” katanya.
Ditanya apa langkah untuk menangani bencana banjir bandang di Mauponggo? Ia mengatakan bahwa sejak terjadi banjir bandang itu, pihaknya sudah dan sedang melakukan pendataan kepada korban bencana banjir bandang itu.
“Ada mendata dan ada yang membersihkan jalan yang tertimbun longsor” katanya.
Sementara korban yang hilang itu, kata Gusty, pihaknya terus berupaya berkoordinasi dengan Tim SAR untuk terus melakukan pencarian sampai di temukan.
“Kami akan berusaha untuk terus mencari keempat korban yang hilang itu,” katanya.
Gusty menghimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada.
Untuk diketahui 4 korban yang masih dalam pencarian adalah Mariano Tombusa Jago (29 tahun), Arkiles Jago (1,2 tahun), Estin Co’o (45 tahun) Estin Co’o (2 tahun).
Banjir bandang ini telah menelan 6 korban jiwa, yaitu Eligius Sopi Bela (31 tahun), Fance (1,1 tahun) dan Inan Nua (50 tahun), Sebastiana Co’o dan anaknya, dan satu lagi dari desa Loka laba (Nama belum di ketahui). *
Penulis : Arkadius Togo
Editor : Wentho Eliando










