Korban Bencana Banjir Bandang di Mauponggo Nagekeo Bertambah Menjadi 10 Orang - FloresPos Net

Korban Bencana Banjir Bandang di Mauponggo Nagekeo Bertambah Menjadi 10 Orang

- Jurnalis

Rabu, 10 September 2025 - 13:52 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MBAY, FLORESPOS.net-Korban bencana banjir bandang yang terjadi di Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) sekitarnya pada Senin (8/9/2025) hingga kini bertambah menjadi 10 orang.

Demikian disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Nagekeo, Agustinus Pone kepada Florespos.net, Rabu (10/9/2025).

Gusty mengatakan, korban bencana banjir bandang yang terjadi di wilayah Kecamatan Mauponggo dan sekitarnya bertambah menjadi 10 orang. Dengan rincian 7 orang dari Desa Sawu, 2 orang dari Desa Ua, 1 orang dari Desa Loka Laba.

Dikatakan, dari 10 korban bencana banjir bandang itu, yakni 6 orang sudah ditemukan. Sementara 4 orang sampai saat ini masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan yakni Tim SAR, TNI, Polri, Pemda Nagekeo dan Masyarakat.

Baca Juga :  Prof Mustafi Ajak Umat Islam Bawa Pulang Tiga Empati di Idulfitri

“Sampai saat ini Rabu (10/9/2025) tepat pukul 13.28 wita siang, keempat korban belum di temukan. Sementara 6 orang sudah dimakamkan oleh keluarganya masing-masing,” katanya.

Ditanya apa langkah untuk menangani bencana banjir bandang di Mauponggo? Ia mengatakan bahwa sejak terjadi banjir bandang itu, pihaknya sudah dan sedang melakukan pendataan kepada korban bencana banjir bandang itu.

“Ada mendata dan ada yang membersihkan jalan yang tertimbun longsor” katanya.

Sementara korban yang hilang itu, kata Gusty, pihaknya terus berupaya berkoordinasi dengan Tim SAR untuk terus melakukan pencarian sampai di temukan.

Baca Juga :  Pembangunan Waduk Lambo Nagekeo Terus Berjalan, Sudah Mencapai 24,54 Persen

“Kami akan berusaha untuk terus mencari keempat korban yang hilang itu,” katanya.

Gusty menghimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada.

Untuk diketahui 4 korban yang masih dalam pencarian adalah Mariano Tombusa Jago (29 tahun), Arkiles Jago (1,2 tahun), Estin Co’o (45 tahun) Estin Co’o (2 tahun).

Banjir bandang ini telah menelan 6 korban jiwa, yaitu Eligius Sopi Bela (31 tahun), Fance (1,1 tahun) dan Inan Nua (50 tahun), Sebastiana Co’o dan anaknya, dan satu lagi dari desa Loka laba (Nama belum di ketahui). *

Penulis : Arkadius Togo

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Skema Peternakan Sapi Berubah Jadi Sub Sentra, Bupati Flotim Anton Doni Ajukan Anggaran Baru untuk Penyiapan Sarana Prasarana Pendukung
Krisis Ekologi di NTT Bukan Takdir, Hentikan Pembangunan yang Mengorbankan Ruang Hidup Rakyat
Launching Taman Pembibitan Kopi Turajaji di Detusoko, Bupati Ende Katakan Pemerintah Dukung
Ngada Bangun Gudang Alsintan, Wabup Berni Dhey: Petani Dapat Manfaatkan Melalui Mekanisme Peminjaman Alsintan
Pelayanan Sejumlah Puskesmas di Manggarai Barat Masih di Tenda, Pasca Gempa Flores
Pasca Gempa, Ratusan Warga Manggarai Barat Terserang Diare
Wujud Kepedulian Bagi Masyarakat, Kodim 1603/Sikka Gelar Bazar Murah Sambut HUT TNI ke-81
Pilkades Ngada, 9 Desa di Golewa Selatan Tengah Masuk Tahap Pencalonan
Berita ini 407 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 21:00 WITA

Skema Peternakan Sapi Berubah Jadi Sub Sentra, Bupati Flotim Anton Doni Ajukan Anggaran Baru untuk Penyiapan Sarana Prasarana Pendukung

Selasa, 22 September 2026 - 19:46 WITA

Krisis Ekologi di NTT Bukan Takdir, Hentikan Pembangunan yang Mengorbankan Ruang Hidup Rakyat

Selasa, 22 September 2026 - 18:38 WITA

Launching Taman Pembibitan Kopi Turajaji di Detusoko, Bupati Ende Katakan Pemerintah Dukung

Selasa, 22 September 2026 - 18:26 WITA

Ngada Bangun Gudang Alsintan, Wabup Berni Dhey: Petani Dapat Manfaatkan Melalui Mekanisme Peminjaman Alsintan

Selasa, 22 September 2026 - 17:44 WITA

Pelayanan Sejumlah Puskesmas di Manggarai Barat Masih di Tenda, Pasca Gempa Flores

Berita Terbaru