RUTENG, FLORESPOS.net-Dalam dua hari terakhir terjadi kelangkaan BBM di Manggarai Raya yakni Kabupaten Manggarai, Kabupaten Manggarai Timur, dan Kabupaten Manggarai Barat. Kelangkaan terjadi karena kapal pengangkut BBM terlambat masuk di Pertamina terdekat.
Dampak kelangkaan BBM ini, maka sejumlah konsumen asal tiga kabupaten itu mulai antre menunggu pasokan BBM di SPBU Kedutul, Kelurahan Mata Mata Air, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, pada Jumat (8/8/2025).
Pantauan Florespos.net, Jumat (8/8/2025) siang, puluhan kendaraan roda dua, roda empat dan roda enam yang selama ini beroperasi dari Reo Ibu Kota Kecamatan Reok ke beberapa kecamatan di Manggarai Raya terpaksa antre menunggu giliran dapat jatah pengisian BBM di SPBU Kedutul.
Sejumlah pengemudi dan pengendara mengaku mereka harus terpaksa antre untuk mendapatkan jatah BBM supaya kendaraan yang mereka miliki bisa beroperasi lagi setelah rehat melakukan aktivitas pengangkutan menyusul kelangkaan BBM sejak Kamis (7/8/2025).
“Kami harus antre agar bisa mendapatkan BBM. Dengan demikian diharapkan kami bisa melayani jasa angkutan penumpang lagi setelah rehat selama dua hari,” kata salah satu pengemudi yang selama ini menggunakan jasa angkutan Reo-Ruteng.
Pengakuan serupa disampaikan salah seorang pengemudi trayek jurusan Reo-Pota, Kabupaten Manggarai Timur.
“Saya antre supaya bisa mendapatkan BBM,” kata salah seorang pengemudi kendaraan roda empat asal Pota yang diamini salah seorang pengemudi kendaraan roda empat tujuan Rego, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai.
POM Mini dan Pedagang Eceran Tutup
Dampak kelangkaan BBM juga dirasakan pelaku usaha yang selama ini membuka usaha POM Mini dan pengecer BBM.
Dalam dua hari terakhir, beberapa POM Mini yang beroperasi di beberapa titik di Kecamatan Reok di antaranya di Kelurahan Mata Air, Kelurahan Reo, dan Kelurahan Wangkung menutup usaha jualan mereka. Ada POM Mini yang memasang tulisan Kehabisan Bensin.
Sementara beberapa pengecer di antaranya Ibu Sumarni asal Desa Salama, Kecamatan Reok kepada Florespos.net, di sela-sela antre menunggu pengisian bensin di SPBU Kedutul mengaku ia sejak Kamis hingga Jumat (7-8 Agustus 2025) tidak bisa melayani konsumen yang membutuhkan BBM.
“Saya tidak bisa melayani konsumen yang membutuhkan BBM sejak Kamis,” kata Ibu Sumarni.
Semoga Penyaluran BBM Lancar
Sejumlah konsumen berharap agar pemerintah cq Pertamina memperlancar penyaluran BBM, terkhusus menjelang HUT Kerdekaan RI ke-80 Tahun ini.
“Kami berharap agar penyaluran BBM berjalan lancar, khususnya menjelang HUT Kemerdekaan RI ke-80 tahun ini,” kata Mama Katarina asal Kelurahan Reo.
Harapan serupa disampaikan Bapa Klemens asal Kelurahan Baru, Kecamatan Reok.
“Semoga kelangkaan BBM ini tidak terulang lagi, apalagi di saat kita sedang mempersiapkan perayaan HUT RI ke-80 tahun ini,” pinta Bapa Klemens.*
Penulis : Wall Abulat
Editor : Wentho Eliando










