Mengenang Pacuan Kuda di Kota Mbay: Sebuah Warisan Budaya yang Kembali Hidup - FloresPos Net

Mengenang Pacuan Kuda di Kota Mbay: Sebuah Warisan Budaya yang Kembali Hidup

- Jurnalis

Senin, 16 Juni 2025 - 12:43 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MBAY, FLORESPOS.net-Pacuan kuda atau yang dikenal dalam bahasa Mbay sebagai Dhugu Jarang, telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya Kota Mbay sejak tahun 1960-an.

Ibrahim Bay, salah seorang mantan joki kuda, Senin (16/6/2025) mengenang kejayaan pacuan kuda di Kota Mbay pada tahun 1970-an.

Menurut Ibrahim Bay, putra asal Nggolo Mbay, lintasan pacuan kuda di Kota Mbay saat itu dimulai dari Waturedu, melewati depan Kantor DPRD, Jalan Pramuka, Gereja Centrum, dan kembali ke Waturedu sebagai garis finish.

Ia juga mengenang beberapa nama kuda pacu terkenal saat itu, seperti “Tenaga Baru”, “Gadis Desa”, dan “Adu Nasib”.

Baca Juga :  AKI dan AKB Harus Jadi Perhatian Serius Semua Pihak di Ngada

Pacuan kuda di Kota Mbay sempat berhenti total pada tahun 1978-1979 akibat bencana penyakit antraks dan surah yang menyebabkan banyak kuda mati.

Namun, tahun 2025 ini, pacuan kuda kembali dihidupkan. Ibrahim Bay sangat bersyukur dapat menyaksikan kembali acara yang sangat berarti bagi masyarakat Kota Mbay.

Ibrahim Bay yang oleh masyarakat setempat dikenal dokter tulang dan luka ini berharap agar pacuan kuda dapat terus menjadi bagian dari budaya Kota Mbay.

Dengan adanya rencana pembangunan bandara di Kota Mbay, ia berharap agar pacuan kuda tidak hilang dan dapat terus menjadi hiburan bagi masyarakat.

Baca Juga :  Harga Sembako di Pasar Inpres Waiwerang Relatif Stabil Selama Ramadan

Ia juga mengenang kembali para joki beken saat itu, seperti Meka Mus Laga, Meka Zakaria Bi’a, dan Meka Thalib Baikara.

Pacuan kuda di Kota Mbay bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga merupakan warisan budaya yang berharga.

Ibrahim Bay mengenang kembali bagaimana kuda dipelihara dan dirawat dengan baik untuk persiapan pacuan kuda, dan bagaimana acara ini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Kota Mbay.*

Penulis : Arkadius Togo

Editor : Willy Aran

Berita Terkait

Capaian Sementara Investasi 2026 di Manggarai Barat 68,43 Persen
Direktur Promosi Kesehatan Kemenkes Tegaskan Pentingnya Kader Kesehatan dan Cek Kesehatan Gratis
Ketua AMAN Sebut MBG dan KDMP Program Positif Pemerintah Namun Lemah Penerapan di Daerah
Memprihatinkan, Jalan Kampung Wae Sambi Manggarai Barat
Dekatkan Layanan Kesehatan Bagi Masyarakat, Astra Dukung Integrasi Layanan Primer di Desa Tebuk dan Bloro
Launching Program Implementasi Integrasi Layanan Primer di Desa Sejahtera Astra untuk Desa Tebuk dan Bloro di Sikka
Kadis Nakertrans Sikka Lepas Dua Calon PMI Rekrutan PT.Esdema Mandiri Tekankan Pentingnya Jalur Prosedural
Harga Beras di Manggarai Barat Stabil, Harga Kacang-Kacangan Naik
Berita ini 227 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 11:47 WITA

Capaian Sementara Investasi 2026 di Manggarai Barat 68,43 Persen

Selasa, 3 November 2026 - 19:54 WITA

Direktur Promosi Kesehatan Kemenkes Tegaskan Pentingnya Kader Kesehatan dan Cek Kesehatan Gratis

Selasa, 3 November 2026 - 15:39 WITA

Ketua AMAN Sebut MBG dan KDMP Program Positif Pemerintah Namun Lemah Penerapan di Daerah

Selasa, 3 November 2026 - 11:32 WITA

Memprihatinkan, Jalan Kampung Wae Sambi Manggarai Barat

Selasa, 3 November 2026 - 10:37 WITA

Dekatkan Layanan Kesehatan Bagi Masyarakat, Astra Dukung Integrasi Layanan Primer di Desa Tebuk dan Bloro

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Memprihatinkan, Jalan Kampung Wae Sambi Manggarai Barat

Selasa, 3 Nov 2026 - 11:32 WITA