ENDE, FLORESPOS.net-Gubernur Provinsi NTT saat kunjungan kerjanya ke lembaga pendidikan SMKN 1 Ende, Jumat (4/4/2025) siang memberikan motivasi pada para guru SMA, SMK dan SLB di Ende untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Ende, NTT.
Gubernur NTT pada kesempatan itu juga berbicara tentang pembangunan di NTT. Dikatakannya pembangunan di NTT membutuhkan sinergitas dari semua pihak bukan kepala daerah, Gubernur, Wakil Gubernur, Bupati atau Wakil Bupati sendiri.
Dihadapan Anggota DPD RI, Angelius Wake Kako, Wabup Ende, Domi Mere, Anggota DPR Provinsi, Ketua dan anggota DPRD Ende, Sekda Ende, Pejabat dari Pemprov dan Pemkab Ende, Melki menegaskan jadi pemimpin jangan mengeluh.
Politisi Golkar ini mengakhiri sambutannya dengan lagu dari band D’Masiv yang berjudul ” Jangan Menyerah” dan mengajak sesisi ruangan untuk bernyanyi bersama.
Kata Gubernur NTT lagu ini selalu dinyanyikan bersama saat dirinya bersama para Bupati se NTT berkunjung ke Kementrian.
“Lagu ini jadi motivasi, kami nyanyikan bersama saat bersama Bupati dan Wakil Bupati se NTT minus Ende ke Kementrian di Jakarta.Ende diikuti oleh Sekda,” katanya.
Sebelumnya dalam sambutannya Melki Laka Lena menegaskan jika ada Bupati dan Wakil Bupati yang mengeluh maka jangan jadi pemimpin.
“Kalau mengeluh jangan jadi Gubernur, Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati,” katanya.
Dikatakan Gubernur NTT pemimpin itu tugasnya memberikan inspirasi, membangun komitmen bersama dan menunjukan kekuatan bersama untuk bangun daerahnya.
“Tolong jangan bikin gerakan tambahan yang tidak perlu. NTT jadi Provinsi termiskin karena kita sering berkonflik. Konflik itu bukan saja kita berkelahi tapi tidak saling dukung saja namanya konflik”.
“Membangun NTT itu harus bersama, tidak ada yang merasa hebat sendiri. Kita gabung bersama saja belum tentu NTT – Ende maju apa lagi mau hebat sendiri. Tidak ada pemimpin di negeri ini yang hebat sendiri apa lagi NTT,” katanya.
Melki mengatakan dirinya mengikuti pemberitaan tentang Ende. Menurut dia itu berbahaya. Dikatakannya soal utang, Pemprov NTT memiliki utang sebesar Rp 1 triliun lebih saat dirinya dan wagub Johni Asadoma menerima jabatan.
“Soal utang Pemprov NTT punya utang lebih banyak. Kami masuk dengan utang lebih dari satu triliun. Tapi kami tidak masuk dengan plus minus pemerintahan sebelumnya. Tanya para kadis. Kita jalani dengan yang ada sekarang. Kita jalan dengan semangat gotong royong karena tidak ada pemimpin di negeri ini yang sukses karena dia jalan sendiri,” tegas Melkiades Laka Lena.
Pada kesempatan tersebut Gubernur NTT memberikan bantuan anggaran dari APBD 1 Provinsi NTT untuk peningkatan mutu pendidikan di NTT senilai Rp 3 miliar lebih yang diterima oleh Wabup Ende, Dr Domi Mere.*
Penulis : Willy Aran
Editor : Wentho Eliando










