Uskup Ruteng: Pembentukan Keuskupan Labuan Bajo Tanda Rahmat untuk Keuskupan Ruteng - FloresPos Net

Uskup Ruteng: Pembentukan Keuskupan Labuan Bajo Tanda Rahmat untuk Keuskupan Ruteng

- Jurnalis

Minggu, 15 Desember 2024 - 13:39 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Uskup Diosis Ruteng, Mgr. Sipri Hormat

Uskup Diosis Ruteng, Mgr. Sipri Hormat

RUTENG, FLORESPOS.net- Dalam surat gembala Natal 2024, Uskup Ruteng, Mgr. Sipri Hormat berbicara khusus tentang proses pembentukan hingga terwujudnya Keuskupan Labuan Bajo.

Uskup Sipri menyatakan bahwa pada tahun 2024, rahmat Allah mengalir berlimpah ke Keuskupan Ruteng melalui pembentukan Keuskupan Labuan Bajo.

“Ini tanda rahmat Allah untuk kita semua,” tulis Uskup Sipri dalam kopian surat gembala Natal 2024 yang diterima wartawan di Ruteng, Minggu (15/12/2024).

Uskup Sipri mengatakan, pembentukan Keuskupan Labuan Bajo, tidak serta merta, melainkan proses panjang. Dalam masa pontifikal kami, harapan dan amanat Sinode III Keuskupan Ruteng tahun 2013-2015 tentang pemekaran Keuskupan Ruteng ke wilayah barat tanah Nucalale telah terwujud.

Pada  Juni 2024, Sri Paus Fransiskus telah membentuk Keuskupan Labuan Bajo, dan mengangkat Mgr. Maksimus Regus, imam diosesan Keuskupan Ruteng, sebagai gembala perdananya.

Keuskupan Labuan Bajo mencakupi 25 Paroki Keuskupan Ruteng yang berada di wilayah Kabupaten Manggarai Barat.

Mari kita terus bergandeng tangan dan berjalan bersama-sama dengan Keuskupan Labuan Bajo dalam mewartakan sukacita Injil dan memberikan kesaksian tentang kebaikan Allah dari Wae Mokel di  timur sampai dengan Selat Sape di ufuk barat.

Selain itu, Uskup Sipri juga berbicara tentang Minggu Gaudete, Minggu Sukacita yang dirayakan oleh Gereja sejagat dalam hari minggu advent ketiga ini sembari mengajak kita semua untuk mengangkat madah syukur ke haribaan yang Ilahi.

Sebab dalam peristiwa Natal Tuhan datang mengunjungi kita umat-Nya. Dalam peluh keringat perjuangan di tengah dunia ini, dalam keletihan dan terkadang kegagalan dalam hidup, kita tidak pernah sendirian.

Kita selalu boleh bergayut pada rangkulan lembut kasih-Nya. Sebab Dia adalah Allah yang peduli dan terlibat dalam hidup ini. Allah yang tinggal bersama-sama dengan kita. Imanuel.

Liturgi yang berwana roseta (merah muda) dalam minggu ketiga advent menebarkan dengan indah aura sukacita dan pengharapan ini.

Sukacita insani dalam peristiwa Natal ini hendaknya kita satukan dengan sukacita kosmis.

Bukan hanya kita yang bergembira, tetapi alam raya juga bersorak sorai. Bukan hanya manusia, tetapi “biarlah langit bersukacita dan bumi bersorak sorai”.

Inilah yang boleh kita rasakan dalam derap tahun ekologi integral 2024 ini.

Kita bersyukur atas ziarah bersama Gereja Keuskupan Ruteng dalam gerakan merawat dan mencintai ibu bumi dalam tahun ini.

Kita bergembira bersama seluruh alam ciptaan atas kesadaran dan gerakan baru peduli dan cinta lingkungan di bumi Congkasae ini.

Baca Juga :  Antonius Ndiwal  Pimpin Bawaslu Ngada

Kita bersimpuh takjub di hadirat sang Khalik atas kesempatan untuk menari dan mendendangkan gita cinta ekologi yang harmonis, pedagogis dan sejahtera pada tahun 2024 ini.

Benarlah apa yang dikumandangkan Paus Fransiskus “Dunia, lebih daripada masalah yang harus dipecahkan, merupakan misteri yang menggembirakan untuk direnungkan dengan sukacita dan pujian.”

Terpujilah Engkau Tuhan, Sang Khalik, Sumber, Gerakan dan Tujuan kehidupan semua mahkluk. Laudato Si!

Dikatakan, dalam tahun 2025, kita ingin terus melanjutkan gerakan ekologis ini dalam tahun pastoral Ekaristi Transformatif.

Tahun ke-10 implementasi sinodal ini merupakan pula tahun puncak dan penutup rangkaian program fokus pastoral Sinode III kita.

Bapa Suci Paus Santo Yohanes Paulus II  melukiskan dengan indah bahwa Ekaristi merupakan tindakan kosmik.

“Sebab walaupun Ekaristi dirayakan di gereja desa yang sederhana, Ekaristi senantiasa dirayakan pada altar dunia. Ekaristi menyatukan langit dan bumi, merangkul dan meresapi seluruh ciptaan”.

Dalam Ekaristi, bersatu dengan Anak yang menjelma, “seluruh kosmos mengucap syukur kepada Allah….Dunia yang berasal dari tangan Allah, berbalik kembali kepada-Nya dalam penyembahan yang penuh sukacita dan sempurna”.

Dalam Roti Ekaristi, “ciptaan diarahkan kepada pengilahian, kepada pesta pernikahan kudus, kepada penyatuan dengan Sang Pencipta sendiri”, ungkap Paus Benediktus XVI.

Selain berdimensi ekologis, Ekaristi juga memiliki ciri sosial. Ekaristi tidak hanya mempersatukan kita dengan alam, tetapi juga mengajak kita untuk peduli dan terlibat dalam kehidupan sesama manusia.

Ekaristi adalah perayaan pemberian dan pengurbanan diri Yesus Kristus di kayu salib. Ini adalah ungkapan tindakan cinta kasih yang total dan sempurna bagi mereka yang letih, haus, lapar, dan berbeban berat.

Merayakan Ekaristi berarti terlibat dalam gerak salib Yesus untuk berkurban dan bersolider dengan sesama yang menderita.

Dalam kaitan ini secara khusus saya menghaturkan terima kasih kepada semua umat, paroki, komunitas dan lembaga di Keuskupan Ruteng yang telah berbela rasa dengan korban bencana Lewotobi di Flores Timur. Ini adalah wujud nyata Ekaristi sosial.

Di samping aspek sosial ekonomi, kita juga ingin mewujudkan Ekaristi dalam kehidupan sosial politik.

Politik adalah ranah untuk mewujudkan apa yang menjadi prinsip-prinsip utama injili yakni martabat pribadi manusia, solidaritas dan kesejahteraan umum (bonum commune).

Merayakan Ekaristi berarti diutus untuk memperjuangkan perdamaian, keadilan dan persaudaraan dalam kehidupan bersama.

Para Bapa Uskup KWI dalam surat gembala Natal 2024 mengajak kita semua setelah perhelatan besar demokrasi dalam Pemilu (Pilpres, Pileg, Pilkada, Pilkades) untuk “bergandengan tangan, mempererat persaudaraan dan berjalan bersama memajukan negeri tercinta ini”.

Baca Juga :  Awal Tahun 2026, Operasi Pencarian Korban Tenggelamnya KM Putri Sakinah di Labuan Bajo Memasuki Hari Ketujuh

Kita diundang terlibat untuk membangun bangsa Indonesia menjadi “Betlehem” baru, “tempat lahir dan bertumbuhnya para pemimpin yang berjiwa pelayan, ugahari, hidup sederhana, dan mengutamakan kepentingan bangsa”.

Terlebih dalam kehidupan sosial yang masih diwarnai oleh pelbagai berita menyesatkan, ujaran dan hasutan kebencian, ketidakadilan, kemiskinan, intoleransi, perdagangan orang, praktik perjudian dan pinjaman online;

Lalu, perusakan lingkungan hidup, umat Katolik diajak untuk membangun kehidupan bersama yang diresapi spirit Natal: damai sejahtera di bumi dan dalam hati kita masing-masing  (Surat Gembala Natal KWI-PGI 2024).

Tentu bukan hanya perubahan sosial, tetapi Ekaristi mendorong juga pembaruan diri. Persatuan dengan Kristus dalam roti ekaristi dan dalam sabda-Nya mengikat keintiman kita dengan Kristus.

Dalam Ekaristi “bukan saja masing-masing kita menyambut Kristus, tetapi juga Kristus menyambut kita masing-masing…’Yang makan tubuh-Ku akan hidup dalam Aku’.

Inilah dasar pertobatan dan pembaruan diri yang tak henti-hentinya. Ekaristi menumbuhkan dan mengembangkan kehidupan setiap pribadi agar kian menyerupai Kristus dan dibarui terus menerus oleh kasih-Nya.

Justru karena perannya yang sangat mendasar inilah maka Konsili Vatikan II menandaskan bahwa Ekaristi adalah sumber dan puncak kehidupan umat beriman.

Seluruh pergumulan hidup kita yang insani dalam dunia yang fana ini terarah kepada persatuan mesra dengan Kristus dalam perayaan Ekaristi.

Sebaliknya, melalui Ekaristi, kita dapat menimba kekuatan oase surgawi untuk berziarah di padang gurun dunia ini.

“Sungguh Ekaristi adalah secercah penampakan surga di atas bumi. Ekaristi adalah seberkas sinar mulia dari Yerusalem surgawi yang menembus awan sejarah dan menerangi peziarahan kita,” ujar Paus Yohanes Paulus II.

Uskup Sipri juga mengajakan semua ‘Marilah sekarang kita pergi ke Betlehem’ yang merupakan  tema Natal kita tahun 2024 ini.

Betlehem bukan hanya sekedar nama tempat kelahiran Yesus. Betlehem juga adalah simbol kelahiran Tuhan dalam hidup kita di mana dan kapan saja.

Karena itu mari kita sekarang pergi mencari dan menjumpai Yesus dalam dinamika hidup sehari-hari di tengah-tengah keluarga, dalam kehidupan KBG dan Paroki, dalam dunia kerja dan masyarakat.

Biarkanlah Yesus, Tuhan, lahir dalam dirimu dan meresapi hidupmu dengan gelora cinta yang tak kunjung henti. Selamat merayakan Natal 2024 dan bahagia tahun baru 2025. Tuhan memberkatimu.*

Penulis : Christo Lawudin

Editor : Anton Harus

Berita Terkait

Wendy Menang Meyakinkan, Pemilihan Ketua RT 01 Wae Sambi Terapkan Metode TPS Keliling
Program GENTING, Pemkab Ende Libatkan Stakeholder Terkait Jadi Orang Tua Asuh
Wujudkan Lingkungan Bersih, Rutan Bajawa Gelar Deklarasi Zero Halinar
Gubernur NTT Apresiasi LPK Musubu Stikes Santa Elisabeth Lela Kirim Tenaga Kesehatan ke Jepang
WALHI NTT Menilai Polres Sumba Timur Mandek Tangani Kasus Tambang Emas Ilegal
Selama Empat Tahun, LPK Musubu Kirimkan 71 Tenaga Kesehatan Asal NTT ke Jepang
WALHI NTT Sebutkan, Komodo Diperdagangkan, Manggarai Timur Jadi Ladang Perburuan Satwa Dilindungi
Wisata Literasi, SDIT Rabbani Akan Kunjungi Kantor Bupati, Toko Buku Gramedia dan Perpustakaan Daerah
Berita ini 167 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 12:43 WITA

Wendy Menang Meyakinkan, Pemilihan Ketua RT 01 Wae Sambi Terapkan Metode TPS Keliling

Selasa, 21 April 2026 - 11:51 WITA

Program GENTING, Pemkab Ende Libatkan Stakeholder Terkait Jadi Orang Tua Asuh

Selasa, 21 April 2026 - 07:18 WITA

Wujudkan Lingkungan Bersih, Rutan Bajawa Gelar Deklarasi Zero Halinar

Selasa, 21 April 2026 - 06:50 WITA

WALHI NTT Menilai Polres Sumba Timur Mandek Tangani Kasus Tambang Emas Ilegal

Selasa, 21 April 2026 - 06:46 WITA

Selama Empat Tahun, LPK Musubu Kirimkan 71 Tenaga Kesehatan Asal NTT ke Jepang

Berita Terbaru

Aloysius Wisu Parera

Opini

Perempuan Manggarai: Memulihkan Mahkota yang Retak

Selasa, 21 Apr 2026 - 12:56 WITA

Opini

Ketika “Kartini” Menjadi Simbol yang Berebut Makna

Selasa, 21 Apr 2026 - 12:07 WITA