Warga Mengungsi Membludak, Pemda Flores Timur Tambah 1 Posko di Lewoingu - FloresPos Net

Warga Mengungsi Membludak, Pemda Flores Timur Tambah 1 Posko di Lewoingu

- Jurnalis

Minggu, 10 November 2024 - 14:26 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Mengungsi Membludak, Pemda Flores Timur Tambah 1 Posko di Lewoingu. Gambar diambil pada Sabtu (9/11/2024) sore. Foto: Wentho Eliando

Warga Mengungsi Membludak, Pemda Flores Timur Tambah 1 Posko di Lewoingu. Gambar diambil pada Sabtu (9/11/2024) sore. Foto: Wentho Eliando

LARANTUKA, FLORESPOS.net-Warga terdampak letusan Gunung Lewotobi Laki-laki yang berdomisil di Kecamatan Wulanggitang dan Kecamatan Ile Bura, Kabupaten Flores Timur semakin meluas.

Mereka terpaksa harus keluar dari kampung halaman dan mengungsi ke tempat aman agar terhindari dari letusan dahsyat disertai semburan lava pijar, abu vulkanik, pasir, kerikil dan material lainnya seperti yang terjadi pada Minggu (3/11/2024) malam lalu.

Selain mengungsi di rumah penduduk, sejak Minggu (3/11/2024) malam hingga Kamis (7/11/2024), warga terdampak seperti Desa Klatonlo, Desa Hokeng Jaya, Desa Padang Pasir, Desa Boru, Desa Nawokote di Kecamatan Wulanggitang dan Desa Dulipali di Kecamatan Ile Bura mengungsi di tiga posko terpusat.

Tiga posko terpusat disediakan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Flores Timur tersebut, yakni di Desa Konga, Desa Lewolaga, dan Desa Bokang Wolomatang di Kecamatan Titehena. Tiga posko ini ada di luar radius 7 kilometer (km) dan sektoral 8 km barat laut dari puncak letusan Lewotobi Laki-laki.

Berdasarkan data sementara menyebutkan jumlah warga terdampak yang mengungsi terus bertambah bahkan membludak menyusul meningkatkan aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki yang terjadi pada beberapa hari terakhir.

Hingga Sabtu (9/11/2024) malam, jumlah warga terdampak yang mengungsi sudah mencapai 11.445 jiwa. Jumlah warga terdampak yang mengungsi dan menempati tiga posko tersebut yang disediakan Pemda saja mencapai 5.838 jiwa.

Baca Juga :  Hujan Disertai Angin Kencang Landa Flores Timur, Belasan Rumah di Ile Padung Rusak Berat

Pemda Flores Timur dan Tim Penanggulangan Bencana lainnya akhirnya menambah dengan membuka 1 posko baru di SDK Eputobi, Desa Lewoingu, Kecamatan Demon Pagong Kabupaten Flores Timur atau 15-an kilometer dari puncak erupsi.

“Iya, sementara ada penambahan 1 posko baru di SDK Eputobi, Desa Lewoingu. Jadinya sudah 4 posko terpusat, yakni Konga, Lewolaga, Bokang dan Eputobi” kata Heri Lamawuran, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Flores Timur, Sabtu malam menambahkan.

“Penambahan posko ini dilakukan menyusul pada Kamis dan Jumat dilakukan evakuasi darurat karena ada erupsi yang berulang-ulang.”

Heri Lamawuran mengatakan, jumlah warga yang mengungsi saat ini 11.445 jiwa tersebar di Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Sikka. Di Flores Timur terpusat di tiga posko yakni di Desa Konga, Desa Lewolaga dan Desa Bokang Wolomatang serta rumah penduduk pada 6 desa di Kecamatan Titehena berjumlah 5.838 jiwa.

Lalu, rumah penduduk di Kecamatan Wulanggitang berjumlah 1.263 jiwa, Kecamatan Ile Bura 127 jiwa, Kecamatan Demon Pagong 302 jiwa, Kecamatan Larantuka 296 jiwa, Kecamatan Ile Mandiri dan Lewolema 43 jiwa dan tiga kecamatan di Pulau Adonara 12 jiwa.

Baca Juga :  Krisis Kesehatan Mental Anak Pengungsi Erupsi Lewotobi Diabaikan: Pemda Flores Timur Harus Segera Ambil Tindakan Terukur

Sementara di Kabupaten Sikka, hingga Sabtu malam warga yang mengungsi berjumlah 3.564 jiwa tersebar di tiga desa dan Kota Maumere.

“Seluruhnya berjumlah 11.445 jiwa. Ini data sementara jumlah warga terdampak yang mengungsi baik di Kabupaten Flores Timur maupun Kabupaten Sikka per Sabtu (9/11/2024) malam,” kata Heri Lamawuran.

Pantauan Florespos.net Sabtu siang hingga malam di Posko SDK Eputobi, Desa Lewoingu, Kecamatan Demon Pagong, Tim Penanggulangan Bencana sedang mendirikan beberapa tenda, membuat dapur umum dan kebutuhan lainnya untuk penanganan pengungsi.

Data sementara yang diperoleh dari petugas pendataan menyebutkan, warga yang mengungsi di SDK Eputobi berasal dari Desa Hewa, Desa Nawokote, Desa Nobo, Desa Klatonlo, Desa Boru Kedang seluruhnya berjumlah 1.049 jiwa.

Disaksikan Florespos.net, warga terdampak yang mengungsi di SDK Eputobi masih mengalami kekurangan air bersih untuk mandi dan mencuci. Di lokasi hanya ada beberapa profile tank, tetapi seluruhnya belum terisi air. Sebagian besar warga ke rumah-rumah penduduk untuk mandi, buang air besar dan kecil serta mencuci.*

Penulis : Wentho Eliando

Editor : Wall Abulat

Berita Terkait

Pemda Nagekeo dan BPJS Ketenagakerjaan Serahkan Santunan Kematian Rp42 Juta untuk Ahli Waris Sekdes Degalea
Sekolah Rakyat di Nagekeo Senilai Rp250 Miliar, Sekjen Kemensos: Lokasi Sangat Bagus
Meski Efisiensi Anggaran, Pemda Sikka Tetap Berusaha Penuhi Berbagai Program Prioritas
Kolaborasi Divers Alert Network, Kemenpar dan BPOLBF Perkuat SDM Keselamatan Wisata Bahari di Labuan Bajo
Sekjen Kemensos di Nagekeo: Sekolah Rakyat untuk Kemuliaan Wong Cilik, NTT Masuk 7 Besar Anak Putus Sekolah
Pemda Nagekeo Siapkan Lahan 8,1 Hektar untuk Sekolah Rakyat, Sekjen Kemensos: Segera Dibangun
Kemensos Salurkan Bantuan Rp308 Juta di Nagekeo, 30 Anak Terima Bantuan ATENSI
Sekjen Kemensos Tatap Muka dan Dialog di Nagekeo: ‘Negara Benar-Benar Hadir’
Berita ini 192 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 19:56 WITA

Pemda Nagekeo dan BPJS Ketenagakerjaan Serahkan Santunan Kematian Rp42 Juta untuk Ahli Waris Sekdes Degalea

Jumat, 17 April 2026 - 19:51 WITA

Sekolah Rakyat di Nagekeo Senilai Rp250 Miliar, Sekjen Kemensos: Lokasi Sangat Bagus

Jumat, 17 April 2026 - 19:37 WITA

Meski Efisiensi Anggaran, Pemda Sikka Tetap Berusaha Penuhi Berbagai Program Prioritas

Jumat, 17 April 2026 - 19:21 WITA

Kolaborasi Divers Alert Network, Kemenpar dan BPOLBF Perkuat SDM Keselamatan Wisata Bahari di Labuan Bajo

Jumat, 17 April 2026 - 16:12 WITA

Sekjen Kemensos di Nagekeo: Sekolah Rakyat untuk Kemuliaan Wong Cilik, NTT Masuk 7 Besar Anak Putus Sekolah

Berita Terbaru