AMAN Nusa Bunga dan OKP di Ende Gelar Aksi Demo, Ini Pernyataan Sikapnya - FloresPos Net

AMAN Nusa Bunga dan OKP di Ende Gelar Aksi Demo, Ini Pernyataan Sikapnya

- Jurnalis

Senin, 14 Oktober 2024 - 19:19 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AMAN Nusa Bunga dan OKP di Ende Gelar Aksi Demo

AMAN Nusa Bunga dan OKP di Ende Gelar Aksi Demo

ENDE, FLORESPOS.net-Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Nusa Bunga Flores Bagian Tengah bersama organisasi kepemudaan di Ende turun ke jalan menggelar aksi demo, Senin (14/10/2024) siang.

Aksi demo dilakukan di beberapa titik di Kota Ende seperti di Simpang Lima, Kantor Bupati dan Kantor DPRD Ende.

Dalam aksi demo tersebut AMAN Ende mengangkat tentang masalah nasional di Flores khususnya terkait masalah hak masyarakat adat dan aktivitas pertambangan.

Pernyataan sikap AMAN Nusa Bunga Flores Bagian Tengah yang ditandatangani oleh Ketua PD AMAN, Rio Ata Kita dan OKK PW AMAN mendesak Pemerintah Pusat Pemerintah Daerah terkait beberapa persoalan baik dalam skala nasional maupun daerah

Berikut pernyataan sikap dari AMAN dan OKP di Ende saat dalam aksi demo terkait masalah atau isu nasional

1. Mendesak Pemerintah untuk segera mengesahkan RUU Masyarakat Adat.

2. Menegaskan kepada Pemerintah untuk Menghentikan Diskriminasi dan Kriminalisasi terhadap Masyarakat Adat.

3. Menegaskan kepada Pemerintah untuk segera Menghentikan Perampasan Tanah Masyarakat Adat.

Baca Juga :  Grup C Tuntas, Flores United FC Dampingi BMP Flotim ke 16 Besar

4. Mendesak Pemerintah untuk segera mencabut SK Kementerian ESDM nomor 2268 K/30/MEM/2017 Tentang Penetapan Pulau Flores sebagai Pulau Panas Bumi.

5. Mendesak Pemerintah untuk menegakkan Keputusan MK No. 35 tahun 2012 tentang Pengembalian Hutan Adat kepada Masyarakat Adat. Hutan Adat bukan Hutan Negara.

6. Cabut PP Nomor 18 Thn 2021 dan  Permen ATR /BPN  No 14 Thn 2024.

7. Meminta Pemerintah untuk mengkaji secara detail mengenai Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) Pembangunan Geotermal dan menyampaikan secara jujur kepada masyarakat tentang hasil kajian AMDALnya.

8. Mendesak Pemerintah untuk memperhatikan Masyarakat Adat maupun Masyarakat umum yang terkena dampak Pembangunan Geotermal.

9. Mendesak Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementrian PUPR untuk segera membayar ganti rugi tanah milik Masyarakat Adat Rendu yang diambil untuk Pembangunan waduk Lambo.

10. Mendesak Kepolisian Republik Indonesia untuk menangkap dan mengadili oknum APH yang menganiaya Masyarakat Adat Pocoleok dan wartawan di Kabupaten Manggarai.

Selain masalah nasional, AMAN dan OKP di Ende menyoroti persoalan di daerah. Berikut pernyataan sikapnya :

Baca Juga :  Harga Minyak Goreng Subsidi di Ende Melampaui HET

1. Mendesak Pemerintah Daerah Kabupaten Ende segera membuat Peraturan Bupati (Perbup) tentang Pengakuan dan Perlindungan Hak-hak Masyarakat Adat.

2. Mendesak Pemerintah Daerah Kabupaten Ende menuntaskan janji pencabutan SK Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan No 357/2016 tentang Penetapan Kawasan Hutan Produksi 7 Kelurahan di Kabupaten Ende.

3. Mendesak Pemerintah Daerah Kabupaten Ende untuk tidak mengijinkan pengoperasian Panas Bumi Lesugolo di Kecamatan Detukeli sebagai salah satu proyek Geothermal.

4. Mendesak Pemerintah Daerah Kabupaten Ende untuk menjamin Perlindungan Kekerasan dan Ancaman Kekerasan terhadap wartawan.

5. Mendesak Pemerintah Daerah Kabupaten Ende untuk memperhatikan Masyarakat Adat Sokoria yang terkena dampak Pembangunan Geotermal di Mutubusa dan PLTU Ropa dimana lahan pertanian menjadi kering, sumber air bersih tercemar, infrastruktur jalan yang rusak parah, dan polusi udara yang mengakibatkan ISPA bagi masyarakat terdampak.

AMAN dan OKP mendesak
Polres Ende untuk menegakkan, melindungi hak asasi manusia sesuai dengan prinsip negara hukum yang demokratis. *

Penulis : Willy Aran

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

PDI Perjuangan NTT Dorong Pemerintah Melakukan Pemulihan Infrastruktur Dampak Gempa Flores
Andi Opa Gaul, YPCI dan Forum Pemuda NTT Disalurkan Bantuan Gempa, Jangkau Wilayah Terpencil
BPBD Ngada Sebut 82,26 Persen Paket Bantuan Telah Disalurkan ke Warga Terdampak Gempa
Dekatkan Pelayanan Kesehatan dan Kemanusiaan di Kawasan Terdampak Gempa Flores, PDIP Siagakan Rumah Sakit Apung di Pelabuhan Kedindi Reok
SMAK Syuradikara dan INTI Ende Kirim Dua Siswa Kuliah di Nantong University China
Korban Meninggal Gempa Flores di Sikka 6 Orang, 4.937 Rumah Alami Kerusakan
Korban Meninggal Gempa Flores Capai 127 Orang, 166 Ribu Masih Mengungsi
Djafar Achmad Galang Bantuan dari Pensiunan Pelindo Bantu Korban Gempa Flores di Ende
Berita ini 317 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 21:43 WITA

PDI Perjuangan NTT Dorong Pemerintah Melakukan Pemulihan Infrastruktur Dampak Gempa Flores

Sabtu, 5 September 2026 - 19:12 WITA

Andi Opa Gaul, YPCI dan Forum Pemuda NTT Disalurkan Bantuan Gempa, Jangkau Wilayah Terpencil

Sabtu, 5 September 2026 - 18:36 WITA

BPBD Ngada Sebut 82,26 Persen Paket Bantuan Telah Disalurkan ke Warga Terdampak Gempa

Sabtu, 5 September 2026 - 14:34 WITA

Dekatkan Pelayanan Kesehatan dan Kemanusiaan di Kawasan Terdampak Gempa Flores, PDIP Siagakan Rumah Sakit Apung di Pelabuhan Kedindi Reok

Sabtu, 5 September 2026 - 13:19 WITA

SMAK Syuradikara dan INTI Ende Kirim Dua Siswa Kuliah di Nantong University China

Berita Terbaru